Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Vania Rossa

Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB
Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan
Kelompok Dosen LSPR Institute of Communication and Business dan UMKM GEDE JAMUR. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Tim Pengabdian kepada Masyarakat LSPR meluncurkan inovasi kemasan berbasis digital bagi UMKM Gede Jamur di Bali.
  • Program ini dilaksanakan pada 1 September 2026 melalui pendanaan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
  • Inovasi kemasan biodegradable dengan QR Code tersebut berhasil menghubungkan konsumen langsung dengan potensi wisata edukasi desa.

Suara.com - Kemasan selama ini mungkin hanya dianggap sebagai pelindung produk sebelum sampai ke tangan konsumen. Padahal, di tengah perhatian yang semakin besar terhadap isu lingkungan, kemasan bisa punya fungsi yang jauh lebih panjang: memperkenalkan produk, menyampaikan nilai, sekaligus mengajak konsumen mengenal cerita di baliknya.

Konsep inilah yang mulai diterapkan pada UMKM GEDE JAMUR di Desa Pidpid, Karangasem, Bali. Produk jamur tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas pangan, tetapi juga diperkenalkan melalui kemasan biodegradable yang dipadukan dengan storytelling dan teknologi digital. Jadi, kemasannya bukan sekadar dibuang setelah produk habis.

Melalui pendekatan berbasis storynomic, cerita mengenai produk, proses budidaya, masyarakat, hingga nilai keberlanjutan menjadi bagian dari kemasan. Konsumen tidak hanya melihat apa yang dibeli, tetapi juga bisa mengetahui bagaimana produk tersebut dibuat dan cerita yang menyertainya.

Kemasan Jadi Media Komunikasi

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah menghubungkan kemasan biodegradable dengan teknologi digital melalui QR Code.

Konsumen cukup memindai kode tersebut untuk mengakses informasi digital mengenai GEDE JAMUR, termasuk edukasi tentang produk dan pengalaman wisata edukatif yang dikembangkan di Desa Pidpid.

Cara seperti ini membuat kemasan memiliki fungsi baru. Ia tidak berhenti sebagai pembungkus, tetapi menjadi semacam pintu masuk menuju informasi yang lebih lengkap.

“Konsep yang kami dorong bukan hanya bagaimana produk UMKM terlihat menarik, tetapi bagaimana produk tersebut dapat bercerita dan memberikan pengalaman kepada konsumen. Kemasan menjadi bagian dari media komunikasi, sementara teknologi digital menjadi jembatan untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih interaktif,” ujar Jati Paras Ayu, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat.

Pendekatan tersebut juga membuat cerita tentang produk lokal bisa disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kebiasaan konsumen saat ini.

baca juga

Alih-alih memenuhi kemasan dengan informasi panjang, sebagian informasi dapat dialihkan ke platform digital. Konsumen yang penasaran tinggal memindai QR Code untuk mengetahui lebih jauh tentang produk yang ada di tangannya.

Dari Produk Jamur ke Pengalaman Wisata

Yang menarik, inovasi kemasan ini tidak berdiri sendiri. GEDE JAMUR dikembangkan bersama Pokdarwis Desa Pidpid dalam konsep Digital Interactive Edutourism. Produk jamur menjadi bagian dari pengalaman wisata edukatif yang memperkenalkan proses budidaya sekaligus potensi masyarakat desa.

Dengan pendekatan tersebut, wisatawan maupun konsumen dapat mengenal lebih dekat proses di balik produk yang mereka beli.

Founder GEDE JAMUR, I Gede Artha, mengatakan inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas produk sekaligus memperkenalkan proses budidaya jamur kepada masyarakat dan wisatawan.

“Harapannya, konsumen tidak hanya membeli produk jamur, tetapi juga mengetahui cerita di balik produk tersebut, bagaimana prosesnya, dan bagaimana produk ini menjadi bagian dari potensi Desa Pidpid,” ujar I Gede Artha.

Konsep seperti ini menunjukkan bahwa pembicaraan soal kemasan ramah lingkungan tidak harus berhenti pada pilihan material yang lebih mudah terurai.

Ada aspek lain yang juga bisa dikembangkan, yakni bagaimana kemasan memberikan nilai tambah dan membuat konsumen lebih mengenal produk lokal.

Pada GEDE JAMUR, kemasan biodegradable dipadukan dengan cerita dan teknologi digital. Hasilnya, satu kemasan bisa menjalankan beberapa fungsi sekaligus: melindungi produk, menyampaikan informasi, memperkenalkan identitas UMKM, sekaligus menghubungkan konsumen dengan potensi wisata desa.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan tim dosen LSPR Institute of Communication and Business melalui pendanaan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026.

Program yang dilaksanakan pada 1 September 2026 itu melibatkan UMKM GEDE JAMUR dan Pokdarwis Desa Pidpid, dengan fokus pada penerapan Digital Interactive Edutourism serta kemasan biodegradable berbasis storynomic.

Pada akhirnya, kemasan mungkin memang hanya menemani sebuah produk dalam perjalanan dari produsen ke konsumen. Namun, ketika dirancang dengan tepat, benda yang sering dianggap sepele itu bisa membawa cerita yang jauh lebih panjang tentang produk lokal, orang-orang di baliknya, hingga lingkungan tempat produk tersebut tumbuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Mengurangi Limbah Styrofoam dengan Jamur, Bisakah Mushfoam Jadi Alternatif Kemasan?

Mengurangi Limbah Styrofoam dengan Jamur, Bisakah Mushfoam Jadi Alternatif Kemasan?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:55 WIB

Bisnis HVAC RI Makin Besar, Isu Energi Jadi Tantangan

Bisnis HVAC RI Makin Besar, Isu Energi Jadi Tantangan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 18:18 WIB

Terkini

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:52 WIB

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

Membedah Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Lewat 'Orang Kepercayaan' di Kasus HGB ATR/BPN

Membedah Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Lewat 'Orang Kepercayaan' di Kasus HGB ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

3 Rekomendasi Setrika yang Cepat Panas dan Licin, Sekali Gosok Kusut Hilang

3 Rekomendasi Setrika yang Cepat Panas dan Licin, Sekali Gosok Kusut Hilang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:45 WIB

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:43 WIB

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:41 WIB

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:39 WIB

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:37 WIB

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

×