Meski sama-sama belum mengantongi tiket, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan disebut-sebut akan bersaing ketat di Pemilihan Presiden 2024.
Keduanya dikenal memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi. Namun kemudian muncul pertanyaan, apa penyebab keduanya mendapat elektabilitas yang tinggi?
Itulah yang dipertanyakan pengamat politik Refly Harun di salah satu video YouTube-nya, meski secara spesifik membahas prestasi Ganjar. "Apa kelebihan dari Ganjar Pranowo ini sehingga dia selalu moncer di survei? Ini kan menarik," ucap Refly, dikutip pada Sabtu (21/1/2023).
Bahkan terang-terangan Refly mengaku heran apa prestasi dari seorang Ganjar hingga survei elektabilitasnya selalu meroket tak terkejar tokoh lain.
"Ganjar, ini kita agak bingung prestasinya apa. Kecuali kalau dia dikenal merakyat, tapi merakyat itu kan persepsi. Kemudian dia populer di media massa, itu mungkin angka karena dari survei. Cuma masalahnya orang akan bertanya, his achievement itu apa?" kata Refly.
Ahli hukum tata negara itu kemudian membandingkan Ganjar dengan Anies yang juga kerap dipertanyakan prestasinya. Namun menurut Refly, Anies masih bisa memperlihatkan sejumlah karyanya selama 5 tahun menjabat di Ibu Kota.
"Tapi sekali lagi, itu tidak bisa apple to apple juga," tegas Refly. Misalnya saja DKI Jakarta dengan APBD yang sangat banyak tetapi tak punya wilayah otonom di bawah provinsi, sementara Jawa Tengah APBD-nya lebih sedikit tetapi memiliki sejumlah kabupaten/kota di bawahnya.
"Jadi APBD dari provinsi (Jawa Tengah) tinggal enforce, memperkuat saja, karena semua daerah kabupaten/kota punya APBD sendiri. Kalau DKI kan tidak ada, semua dana berpusat di provinsi," jelas Refly.
Namun politik juga tidak lepas dari persepsi, sehingga tak peduli seperti apapun prestasinya akan tetap diusung oleh kelompok pendukungnya. Karena itulah, Refly mendorong Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk lebih teliti dan berhati-hati.
Baca Juga: 'Firaun Bukan Jongos Bangsa' Novel Bamukmin Tak Setuju Jokowi Disamakan dengan Si Raja Mesir
"Apakah dia sekadar (ingin) memenangkan pertarungan? Apakah dia ingin memunculkan pemimpin terbaik dengan achievement?" beber Refly.
"Terus terang saja, saya tidak tahu persis apa achievement Ganjar, selain karena orang ribut soal data kemiskinan menjadi provinsi termiskin kedua setelah DIY," lanjutnya.
Refly juga sempat membandingkan Ganjar dengan Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa yang masing-masing menjalani periode pertama memimpin Jawa Barat dan Jawa Timur.
"Kalau itu, menjadi persoalan, kenapa Ganjar tidak lebih berprestasi dibandingkan Ridwan Kamil dan Khofifah. Menarik kan? Harusnya dia jauh lebih berprestasi karena dia sudah menjalani dua periode," pungkasnya.