AG, anak yang terlibat dalam kasus penganiayaan Cristalino David Ozora Latumahina, divonis dijebloskan dalam lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) selama 3 tahun 6 bulan oleh hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Senin (10/4/2023).
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang meminta hakim menghukum AG 4 tahun penjara.
Hakim Sri Wahyuni Batubara yang memimpin sidang mengatakan ada dua faktor yang meringankan AG dalam kasus tersebut. Salah satunya adalah kondisi orang tua yang stroke dan menderita kanker stadium 4.
Selain itu hakim juga menilai AG masih berusia 15 tahun dan diharapkan bisa memperbaiki diri di masa depan.
"Menyatakan anak, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penganiayaan berat dengan rencana terlebih dahulu sebagaimana dalam dakwaan pertama primer," kata Hakim Sri Wahyuni Batubara.
Hakim menetapkan masa penahanan yang telah dijalani anak dikurangi seluruhnya dari masa pidana yang dijatuhkan yakni tigak tahun enam bulan.
Selain faktor yang meringankan, hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan AG. Salah satunya adalah korban David (17) sampai saat ini masih berada di rumah sakit dan mengalami kerusakan otak berat.
Hakim menilai AG terbukti melanggar Pasal 355 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dalam dakwaan pertama primer penuntut umum.
Vonis atau putusan sidang dibacakan majelis hakim disaksikan jaksa penuntut umum, pengacara terdakwa anak AG dan pengacara David. Terdakwa anak AG tak hadir di ruangan sidang, hanya menyaksikannya dari ruang tunggu anak.
Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus penganiayaan brutal terhadap Cristalino David Ozora beberapa waktu lalu.
Mereka adalah Mario Dandy Satriyo, putra eks pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo sebagai pelaku penganiayaan, serta Shane Lukas dan AG selaku pihak yang diduga pemicu tindak kekerasan.
Mario Dandy Satriyo dijerat Pasal 355 subsider 354 ayat (1) subsider 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 76 C juncto 88 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Shane Lukas dijerat Pasal 355 ayat (1) juncto 56 subsider 354 ayat (1) juncto 56 subsider 353 ayat (2) juncto 56 subsider 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 76 C UU Perlindungan Anak.