Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian dan Sebulan Penuh

Suara Moots Suara.Com
Rabu, 22 Maret 2023 | 12:54 WIB
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian dan Sebulan Penuh
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh. ([Foto: NU Online])

Bulan suci Ramadhan yang didambak-dambakan seluruh umat Islam di dunia akan tiba sebentar lagi. Di bulan penuh berkah tersebut setiap muslim wajib puasa.

Perintah puasa Ramadhan termaktub dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

Dalam menjalankan ibadah puasa, niat puasa tidak boleh dilewatkan. Niat menjadi syarat sah puasa dan bahkan termasuk rukun puasa.

Adapun niat puasa Ramadhan secara harian, dapat dilakukan saat sahur, sebagai berikut:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala".

Lantas bolehkah niat puasa Ramadhan langsung sebulan penuh?

Dikutip dari NU Online, terkait niat puasa Ramadhan sebulan penuh ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang membolehkan, ada juga yang tidak. 

Melansir artikel berjudul Lafal dan Cara Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh dijelaskan bahwa tiga mazhab selain Malikiyah, wajib mengulangi niat di setiap puasa. 

Baca Juga: Kenapa PBNU Pakai Rukyatul Hilal Tentukan Awal Puasa Ramadhan, Ini 2 Alasannya

Sementara, pendapat Mazhab Malikiyah membolehkan mengumpulkan niat puasa sebulan di malam pertama bulan Ramadhan. 

Alias tidak perlu mengulangi niat puasa di hari berikutnya.

Pendapat Malikiyah ini banyak diadopsi di Indonesia, meski penduduknya mayoritas penganut mazhab Syafi'i. Hal ini, tentu di bawah bimbingan para kiai dan masyayikh.

Salah satunya dengan merujuk kalam Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH A Idris Marzuqi di dalam karyanya Sabil al-Huda yang berisikan himpunan wadhifah dan amaliah. 

"Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama bulan Ramadhan berniat taqlid (mengikut) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Ramadhan hanya pada permulaan saja."

"Dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tetapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa,” demikian bunyi kalam KH A Idris Marzuqi dalam Kitab Sabil al-Huda, halaman 51. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI