Suara.com - Petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melakukan sosialisasi kondisi Gunung Merapi yang kini berstatus waspada kepada para perangkat desa di kawasan rawan bencana di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
"Sosialisasi ini kami lakukan agar warga lebih mengerti informasi secara langsung dari sumbernya sehingga tidak terlalu panik dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas," kata staf BPPTKG Yogyakarta Dewi Sri Sayudi, usai memberikan sosialisasi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Senin (5/5/2014).
Dewi mengataan, parameter kegempaan dari Gunung Merapi belum terpola dengan jelas sehingga saat ini muncul fenomena letusan-letusan kecil yang timbul dari Merapi.
"Fenomena letusan-letusan kecil tersebut juga pernah terjadi setelah letusan Merapi pada tahun 1872. Selama kurang lebih dua tahun, fenomena itu muncul dan hampir sama dengan seperti saat ini," katanya.
Menurut dia, fenomena letusan-letusan kecil ini merupakan karakter Merapi pascaerupsi besar tahun 2010. Dia juga menyatakan kemungkinan letusan-letusan kecil ini akan terus terjadi, bahkan sampai status Merapi naik menjadi siaga dan awas.
"Kami berharap hanya letusan kecil, karena kita melihat aktivitas menurun sehari dua hari ini. Namun, tetap harus meninjau kembali jika terjadi perubahan di alat pemantau," katanya.
Ia menuturkan, BPPTKG tidak merekomendasikan kawasan puncak Merapi untuk pendakian akibat fenomena letusan-letusan kecil itu. (Antara)