Narendra Modi Disumpah Sebagai Perdana Menteri India

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 26 Mei 2014 | 21:56 WIB
Narendra Modi Disumpah Sebagai Perdana Menteri India
Narendra Modi, dilantik sebagai Perdana Menteri India, Senin (26/5) [Reuters/Adnan Abidi].

Suara.com - Narendra Modi disumpah sebagai Perdana Menteri India di New Delhi, Senin (26/5/2014), setelah partainya, Bharatiya Janata Party (BJP), memenangkan pemilihan umum yang mengakhiri dua periode kekuasaan dinasti Nehru-Gandhi di India.

Jutaan warga India menyaksikan pelantikan itu secara langsung di televisi, ketika pemimpin beraliran nasionalis Hindu itu mengucapkan sumpah bersama anggota kabinetnya.

Para pendukungnya sering menyamakan bekas penjual teh itu dengan Presiden Ronald Reagan dari Amerika Serikat, Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, atau Deng Xiaoping, yang berhasil membangun perekonomian Cina secara spektakuler.

Turut hadir dalam pelantikan itu sejumlah pemimpin dari Asia Selatan, termasuk dari musuh bebuyutan Pakistan, yang diwakili oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif.

"Bersama-sama kita akan menulis masa depan gemilang India. Mari bermimpi bersama tentang India yang kuat, maju, dan terbuka, yang bersama komunitas global secara aktif memperjuangkan perdamaian dan pembangunan dunia," kata Modi dalam pidato politiknya.

BJP meraih kemenangan besar dalam pemilu yang digelar bulan ini, merebut mayoritas kursi di parlemen, menyingkirkan Partai Kongres yang dikuasai oleh keluarga Nehru-Gandhi, dan untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir berhasil menguasai pemerintahan tanpa berkoalisi.

Pada Minggu (25/5/2014) Modi mengumumkan membentuk kabinet langsing, langkah yang ditafsirkan sebagai upaya untuk membentuk pemerintahan terpusat, menerobos kebuntuan dalam pengambilan kebijakan, serta mendoroing pertumbuhan ekonomi.

Modi mengatakan akan menunjuk kemeterian-kementerian kordinator yang bertanggung jawab atas beberapa departemen.

Meski Modi bukan tanpa cacat. Hingga kini dia diduga pernah membiarkan dan terlibat dalam konflik sektarian antaran komunitas Hindu dan Islam di Gujarat 12 tahun lalu. Ribuan orang tewas, mayoritas warga beragama Islam, dalam konflik yang pecah saat Modi masih duduk sebagai Menteri Utama Gujarat.

Akibat peristiwa itu Amerika Serikat memutuskan untuk tidak memberi visa bagi Modi. Tetapi setelah terpilih sebagai perdana menteri, Presiden Barack Obama mengatakan akan mengundang Modi ke Washington.

Partai Modi, BJP, sendiri dikenal selalu menampilkan sikap tegas terhadap Pakistan, terutama dalam konflik wilayah di Kashmir. Modi sendiri dinilai sebagai politikus garis keras dalam masalah keamanan nasional India. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WHO: New Delhi Kota dengan Udara Terkotor di Dunia

WHO: New Delhi Kota dengan Udara Terkotor di Dunia

Health | Kamis, 08 Mei 2014 | 23:38 WIB

Sembilan Mayat Warga Muslim Kembali Ditemukan di India

Sembilan Mayat Warga Muslim Kembali Ditemukan di India

News | Sabtu, 03 Mei 2014 | 14:49 WIB

India, Negara dengan Perekonomian Ketiga Terbesar Dunia

India, Negara dengan Perekonomian Ketiga Terbesar Dunia

Bisnis | Rabu, 30 April 2014 | 18:50 WIB

Terkini

Pesan Haru Keluarga Andrie Yunus di DPR: Orang Lampung Itu Pelampung Penyelamat Demokrasi

Pesan Haru Keluarga Andrie Yunus di DPR: Orang Lampung Itu Pelampung Penyelamat Demokrasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:11 WIB

Setahun Prabowo: Deforestasi Melonjak, Potensi 'Juara Dunia' Hutan Gundul

Setahun Prabowo: Deforestasi Melonjak, Potensi 'Juara Dunia' Hutan Gundul

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:08 WIB

TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS

TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02 WIB

Curhat Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur: Ungkap Situasi Lebanon Mencekam, Sering Masuk Bunker

Curhat Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur: Ungkap Situasi Lebanon Mencekam, Sering Masuk Bunker

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:59 WIB

KontraS Kritik Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI: Berpotensi Ada Manipulasi Hukum

KontraS Kritik Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI: Berpotensi Ada Manipulasi Hukum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:58 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:56 WIB

KPK Ungkap Aliran Dana USD 406 Ribu Kepada Gus Alex di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Ungkap Aliran Dana USD 406 Ribu Kepada Gus Alex di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:46 WIB

Cegah 'Domino' Represi, KontraS Desak Presiden Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

Cegah 'Domino' Represi, KontraS Desak Presiden Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:43 WIB

Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL

Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:34 WIB

Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF

Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:34 WIB