JK Tanya tentang HAM, Prabowo Jawab soal Ancaman Bom

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Senin, 09 Juni 2014 | 22:30 WIB
JK Tanya tentang HAM, Prabowo Jawab soal Ancaman Bom
Capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa dalam debat capres-cawapres. (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Tiba gilirannya dalam Debat Capres-Cawapres perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014), pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pun melontarkan pertanyaannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Lontaran pertanyaan itu sendiri disampaikan oleh JK, yang diarahkan kepada pasangan nomor urut 1.

Intinya, JK menanyakan soal poin yang disebut Hatta sebelumnya, terutama bagaimana melindungi rakyat dari berbagai diskriminasi dan ancaman, serta menjunjung hak-hak asasi manusia (HAM). Khusus kepada Prabowo, dengan mengutip ungkapan Prabowo sebelumnya pula, JK menanyakan soal penyelesaian masalah pelanggaran HAM masa lalu.

Merespons hal itu, Prabowo segera saja memberikan jawaban yang mengarah pada momen 1998 yang selama ini kerap masih dikaitkan dengan dirinya sebagai Danjen Kopassus waktu itu. "HAM yang paling mendasar itu adalah hak untuk hidup. Kemudian tugas UUD yang diberikan kepada TNI adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, dari segala ancaman, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri," ujarnya.

"Salah satunya itu adalah termasuk dengan mencegah kelompok radikal, atau yang mengancam ketentraman, yang mengancam orang-orang tak bersalah, mengancam kelangsungan hidup negara dan bangsa... Di antaranya misalnya adalah mereka yang membawa bom. Adalah kewajiban seorang abdi negara, untuk melindungi dari ancaman itu," tambahnya.

"Dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit, yang menilai saya sebaik-baiknya itu adalah atasan... Saya mengerti arah Bapak (JK). Tidak apa-apa. Saya ada di sini. (Yang jelas) Saya sebagai mantan prajurit telah melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Apakah saya tidak bisa menjaga HAM, karena saya melanggar HAM? Itu kan maksudnya (pertanyaannya). Padahal kami ini di tempat-tempat tertentu dituntut melakukan tugas sedemikian rupa," ungkap Prabowo lagi.

Jokowi-JK kemudian dapat giliran merespons balik penjelasan Prabowo tersebut, yang disambut Jokowi dengan cepat, bahwa mungkin karena terlalu bersemangat, tampaknya belum semua dari pertanyaan yang dilontarkan dijawab oleh Prabowo. Terutama soal bagaimana rencana tentang itu ke depannya, juga khususnya penjelasan poin pertanyaan soal diskriminasi. JK pun menimpali, dengan bertanya ke Prabowo lagi bagaimana penilaian atasannya waktu itu (kejadian 1998).

"Saya kira ini semua ujungnya adalah pendidikan. Masalah HAM itu pendidikan. Pendidikan di semua sektor, di semua aparat. Pendidikan juga kepada pejabat-pejabat. Karena apa? Karena sering, petugas diberi perintah, kemudian jika nanti ada sesuatu yang dinilai tidak tepat atau kurang menguntungkan, petugasnya-lah yang kemudian dikorbankan," jelasnya lagi.

"Tentang diskriminasi, kita semua juga sepakat. Tetapi tetap juga ujungnya adalah pendidikan. Dan untuk Pak JK, jawaban saya seperti tadi, (bahwa) penilaian ada pada atasan saya. Jadi silakan Bapak tanya atasan saya waktu itu," tandasnya.

Hatta pun kemudian menambahkan bahwa pada prinsipnya diskriminasi itu bisa diatasi dengan tidak ada batasan-batasan, atau tidak ada perbedaan apa pun terhadap semua orang.

"Semua sama. Itu (bagaimana) mengatasi diskriminasi. Termasuk juga dengan pemberian akses-akses kepada pendidikan, akses-akses kepada sumber daya, kepada perekonomian. Ini akan menjadi perhatian kami yang serius sekali," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Debat Capres Tak Perlu Pertanyaan Antarkandidat

Pengamat: Debat Capres Tak Perlu Pertanyaan Antarkandidat

News | Selasa, 10 Juni 2014 | 13:27 WIB

SBY Senang Saksikan Debat Capres-cawapres

SBY Senang Saksikan Debat Capres-cawapres

News | Selasa, 10 Juni 2014 | 12:10 WIB

KPK Apresiasi Niat Capres Perkuat KPK

KPK Apresiasi Niat Capres Perkuat KPK

News | Selasa, 10 Juni 2014 | 11:25 WIB

ICW: Konsep Penegakan Hukum Jokowi-JK Lebih Baik

ICW: Konsep Penegakan Hukum Jokowi-JK Lebih Baik

News | Selasa, 10 Juni 2014 | 09:33 WIB

Peneliti LIPI: Jawaban Normatif, Capres-cawapres Dapat Nilai 6

Peneliti LIPI: Jawaban Normatif, Capres-cawapres Dapat Nilai 6

News | Selasa, 10 Juni 2014 | 08:11 WIB

Terkini

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:37 WIB

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:54 WIB

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:43 WIB

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:34 WIB