SBY Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Fiji

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 16 Juni 2014 | 09:55 WIB
SBY Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Fiji
Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono. (Setkab.go.id)

Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, mulai Selasa (17/6/2014) hingga Kamis (19/6/2014), dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke negara Republik Fiji.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya Presiden RI berkunjung ke kawasan Pasifik Selatan.

“Kunjungan ini untuk memenuhi undangan pemerintah Fiji dalam rangka peningkatan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Fiji,” kata Faizasyah., seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (16/6/2014).

Faizasyah juga menyebutkan, dalam kunjungan ke Fiji ini, Presiden SBY juga diundang sebagai Chief Guest (tamu utama) pada KTT ke-2 The Pacific Islands Development Forum. Dalam forum ini, Presiden SBY akan menyampaikan pidato kunci pada sesi pembukaan resmi KTT tersebut, dan akan menyampaikan usulan kerjasama di berbagai bidang, termasuk kerjasama di bidang pembangunan.

“Indonesia memiliki keunggulan dalam program-program bantuan teknis yang telah diakui oleh dunia internasional, dan banyak negara maju yang tertarik untuk ikut terlibat melalui mekanisme tiga pihak (tripartite),” ungkap Faizasyah.

Selain itu, menurut Faizasyah, kedua negara direncanakan akan menandatangani Nota Kesepahaman di bidang kerja sama pemuda dan olahraga, serta Nota Kesepahaman di bidang pelatihan diplomatik.

Fiji adalah negara dengan luas wilayah 18.274 km² yang terletak di wilayah Pasifik Selatan. Indonesia dan Fiji membuka hubungan diplomatik pada tahun 1974. Hubungan bilateral kedua negara berlangsung dengan cukup baik.

Menurut data dari Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2013 adalah sebesar 26,2 juta dolar Amerika. Komoditi ekspor utama Indonesia ke Fiji adalah hasil pengolahan industri kertas.

Dari neraca perdagangan kedua negara, Indonesia mengalami surplus sebesar  20,91 juta dollar Amerika (2013). Nilai perdagangan ini berpotensi untuk dapat ditingkatkan, termasuk dengan memanfaatkan posisi strategis Fiji sebagai pintu masuk perdagangan di kawasan Pasifik Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY: Cari Solusi Selain Menaikkan Harga BBM

SBY: Cari Solusi Selain Menaikkan Harga BBM

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2014 | 12:50 WIB

SBY Senang Saksikan Debat Capres-cawapres

SBY Senang Saksikan Debat Capres-cawapres

News | Selasa, 10 Juni 2014 | 12:10 WIB

SBY Lantik Lukman Hakim

SBY Lantik Lukman Hakim

Foto | Senin, 09 Juni 2014 | 14:08 WIB

Terkini

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

News | Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB