Cegah Konflik, Capres Didesak Beri Pemahaman pada Pendukung

Esti Utami | Suara.com

Sabtu, 19 Juli 2014 | 11:52 WIB
Cegah Konflik, Capres Didesak Beri Pemahaman pada Pendukung
Capres Jokowi (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Pakar Hukum Pidana dari UII Yogyakarta, Mudzakir mendesak kedua calon presiden untuk memberikan pemahaman kepada para pendukungnya. Pemahaman ini terkait hasil rekapitulasi KPU yang menjadi hasil resmi Pemilihan Presiden 2014.

Pemahaman ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya konflik saat KPU mengumumkan pemenang pilpres pada 22 Juli mendatang.

"Konflik akan terjadi apabila terjadi perbedaan yang cukup jauh antara hasil real count KPU dan quick count. Untuk mencegah konflik, capres harus bisa memberikan pemahaman kepada para pendukungnya," ujar  Mudzakir dalam diskusi bertajuk 'Hiruk Pikuk 22 Juli' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/7/2014).

Mudzakir mengakui hal tersebut tidak akan mudah, karena jarak antara capres dengan pendukungnya cukup jauh. Namun, demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, dia menyarankan kepada capres untuk tidak mengabaikannya.

Sementara Ketua Forum Rektor Indonesia 2013, Laode M. Kamaluddin mengatakan hasil quick count yang berbeda pada 9 Juli lalu menyebabkan kedua belah pihak memiliki pegangan berbeda. Ini yang memicu kemungkinan terjadinya konflik pada saat KPU mengumumkan hasil penghitunga pada 22 Juli mendatang. Laode menyarankan media massa tidak terlalu memihak dalam menyebarkan informasi.

"Yang bikin timbulnya konflik itu sebenarnya quick count karena Kedua belah pihak sudah punya data  dan mengklaim datanya yang kredibel. Media massa juga harus mengiformasikan hal-hal yang wajar dan berimbang," katanya.

Dia mengingatkan potensi terjadinya konflik bisa terjadi di mana saja dan juga bisa bermula dari desa ke kota atau sebaliknya. Namun yang terpenting adalah bagaimana cara untuk mendamaikan para pendukung setelah 22 Juli.

"Kita sudah masuk ke fase baru, karena baru pertama kali capres hanya ada dua dan masyarakat menjadi terbelah, karena itu yang terpenting adalah upaya yang dilakukan bagaimana berdamai setelah mengumumkan hasil," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPU DKI Jakarta Gelar Pemungutan Suara di 13 TPS

KPU DKI Jakarta Gelar Pemungutan Suara di 13 TPS

News | Sabtu, 19 Juli 2014 | 08:29 WIB

Usir Wartawan dari Rapat Pleno KPU, Polisi Minta Maaf

Usir Wartawan dari Rapat Pleno KPU, Polisi Minta Maaf

News | Sabtu, 19 Juli 2014 | 06:00 WIB

 Rekapitulasi Pilpres 2014

Rekapitulasi Pilpres 2014

Foto | Kamis, 17 Juli 2014 | 17:21 WIB

Presiden: Ada Dua Titik Kritis Pilpres 2014

Presiden: Ada Dua Titik Kritis Pilpres 2014

News | Selasa, 15 Juli 2014 | 22:27 WIB

Terkini

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:46 WIB

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:41 WIB