Ratusan Muslim Syiah Sampang Berlebaran di Pengungsian

Esti Utami Suara.Com
Minggu, 27 Juli 2014 | 10:28 WIB
Ratusan Muslim Syiah Sampang Berlebaran di Pengungsian
Ilustrasi salat (shutterstock)

Suara.com - Ratusan pengungsi Syiah Sampang hingga saat ini masih belum bisa kembali ke kampung halamannya di Sampang atau rumah kerabatnya di kawasan Madura dengan alasan yang tetap selama dua tahun, yakni keamanan.

"Pengungsi Syiah Sampang sudah genap dua tahun terusir dari kampungnya, dari GOR Sampang hingga Rusunawa Jemundo, Sidoarjo," kata Koordinator YLBHU Hertasning Ichlas di Surabaya, Minggu (27/7/2014).  Lebaran kali ini, katanya, Koordinator pengungsi Syiah Sampang, Ikli Al Milal, mengirimkan pesan singkat (SMS) dan foto kepadanya tentang kendala berlebaran ke Madura.

"Pak Ris, tadi, sy minta izin ke BNPB u/ lebaran di rmh mertua di Pamekasan. Tp tdk dapat izin. Kata Irfan (BNPB), larangan pulang kampung ini umumx Madura dan khususx Sampang" demikian SMS Ikli Al Milal.

Menurut dia, pesta demokrasi sudah usai dan debat capres soal hukum dan HAM juga semakin maju dan nyata. Banyak kebaikan ditawarkan capres kepada publik.

Bahkan, Presiden SBY pun terlihat semakin arif dan banyak mengingatkan kepada para capres tentang kepentingan rakyat menjelang masa lengsernya. "Tapi, dalam dunia yang lebih nyata, orang tertindas tetap saja jadi tontonan seperti nasib pengungsi Syiah Sampang itu yang sudah mengungsi sejak Agustus 2012," katanya.

Sejumlah inisiatif dari masyarakat untuk memulihkan konflik, katanya, sudah dilakukan. Masyarakat dengan masyarakat sudah berdamai, bahkan mengikatkan diri dalam skema "perdamaian rakyat".

Tak cukup hanya itu, kolaborasi para pihak menawarkan resolusi konflik dengan program bedah rumah dan program orientasi pengungsi dalam asuhan K.H. Noer Iskandar S.Q. juga sudah disepakati para kiai, pengungsi, dan warga di kampung.

"Inilah salah satu terobosan paling krusial dari para pihak memunculkan resolusi konflik berbasis hak, 'power', dan kepentingan," katanya.

Akan tetapi, semuanya menjadi tidak ada artinya ketika harus melewati otoritas Gubernur Soekarwo dan Presiden SBY, karena keduanya mengelak dan menepis setiap inisiatif yang ada. Pemerintah selalu mengatakan kondisi masih tidak aman dan karenanya pengungsi berkali-kali dilarang kembali ke kampungnya, tapi semuanya tanpa kejelasan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI