Tim Prabowo: DPKTb Bermasalah di Jember Tambah 24 Kecamatan

Ruben Setiawan | Suara.com

Jum'at, 08 Agustus 2014 | 23:33 WIB
Tim Prabowo: DPKTb Bermasalah di Jember Tambah 24 Kecamatan
Sidang perdana Perselisihan Hasil Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi RI Jakarta, Rabu (6/8). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Tim Prabowo-Hatta menggugat daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) di 25 dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dinilai bermasalah pada saat pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.

"Sebanyak 25 kecamatan di Jember masuk dalam materi gugatan oleh tim kampanye nasional capres dan cawapres nomor urut satu dengan gugatan yang dilayangkan terkait banyaknya jumlah DPKTb," kata Ketua KPU Jember Ahmad Anis usai mendengarkan sidang lanjutan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi, Jumat (8/8/2014).

Menurut dia, awalnya DPKTb yang dipersoalkan oleh tim pemenangan Prabowo-Hatta hanya di Kecamatan Balung, namun pada saat sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di MK, ternyata berkembang jumlah DPKTb yang diduga bermasalah di Jember bertambah 24 kecamatan.

"24 kecamatan tambahan itu yakni Kecamatan Jombang, Kencong, Sumberbaru, Gumukmas, Umbulsari, Semboro, Puger, Bangsalsari, Tanggul, Panti, Ajung, Kaliwates, Tempurejo, Sukorambi, Patrang, Sumbersari, Mayang, Arjasa, Silo, Mumbulsari, Pakusari, Kalisat, Ledokombo dan Sumberjambe," paparnya.

Data tersebut diperoleh KPU Jember dari salinan dokumen KPU RI, setelah MK memerintahkan pihak penggugat untuk melengkapi gugatan yang disampaikan dalam sidang sebelumnya.

"Dengan meluasnya jumlah DPKTb yang dipersoalkan tim Prabowo-Hatta, KPU Jember akan menyiapkan sejumlah barang bukti tambahan dan kami siap menghadapi gugatan tersebut, karena penyelenggara pemilu sudah bekerja sesuai prosedur," tuturnya.

Untuk itu, pihaknya masih menunggu instruksi dari KPU Pusat yang sedang mengkaji materi gugatan itu bersama tim kuasa hukumnya dan komisioner KPU Jember akan berkoordinasi dengan KPU Jatim terkait materi yang masuk dalam gugatan sengketa Pilpres.

"Jumlah TPS yang memiliki DPKTb di Jember sebanyak 1.388 TPS dari 4.401 TPS yang tersebar di 31 kecamatan," katanya.

Dalam sidang lanjutan itu, Ahmad Anis menjelaskan tim Prabowo-Hatta juga mempermasalahkan ketidaksesuaian jumlah surat suara yang digunakan dengan surat suarah sah ditambah surat suara tidak sah dari hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang sudah ditetapkan KPU Jember.

"Ada beberapa kecamatan yang diduga bermasalah di antaranya Kecamatan Panti dan Kaliwates, seperti dicontohkan dalam dokumen salinan yang diperoleh di salah satu TPS tercatat jumlah surat suara yang digunakan sebanyak 276 lembar, sedangkan jumlah surat suara sah dan tidak sah sebanyak 302 lembar, sehingga ada selisih 26 lembar surat suara," jelasnya.

Ahmad mengaku masih menunggu instruksi lebih lanjut dari KPU pusat untuk menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh KPU di daerah terkait dengan materi gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang dilayangkan oleh tim Prabowo-Hatta. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPU: Saksi Tidak Boleh Dipaksa Hadir Saat Buka Kotak Suara

KPU: Saksi Tidak Boleh Dipaksa Hadir Saat Buka Kotak Suara

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 02:21 WIB

Saksi Prabowo Pakai Bahasa Jawa, Hakim MK: Ini Jakarta Om

Saksi Prabowo Pakai Bahasa Jawa, Hakim MK: Ini Jakarta Om

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 02:05 WIB

MK Izinkan KPU Buka Kotak Suara

MK Izinkan KPU Buka Kotak Suara

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 01:33 WIB

Sambil Menangis, Saksi Prabowo Klaim Berjuang Bawa Amanat Teman

Sambil Menangis, Saksi Prabowo Klaim Berjuang Bawa Amanat Teman

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 18:16 WIB

Ketua KPU: Pembukaan Kotak Suara, Sah Menurut MK

Ketua KPU: Pembukaan Kotak Suara, Sah Menurut MK

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 17:50 WIB

KPU Belum Paham Isi Gugatan Pelanggaran Etik

KPU Belum Paham Isi Gugatan Pelanggaran Etik

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 17:46 WIB

Prabowo Minta Coblos Ulang di 33 Provinsi, Adnan Buyung: Mustahil

Prabowo Minta Coblos Ulang di 33 Provinsi, Adnan Buyung: Mustahil

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 17:28 WIB

Terkini

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:53 WIB

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:49 WIB

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:39 WIB