Dirjen Otda: Pemerintah Masih Inginkan Pilkada Langsung

Siswanto

Selasa, 09 September 2014 | 12:22 WIB
Dirjen Otda: Pemerintah Masih Inginkan Pilkada Langsung
Ruang sidang Paripurna DPR-RI. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Direktur Jenderal Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan mengatakan pemerintah masih menginginkan mekanisme pemilihan kepala daerah tetap dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Berbeda dengan mayoritas fraksi DPR RI yang ngotot pilkada dikembalikan ke DPRD, melalui perumusan RUU tentang Pilkada.

"Pemerintah posisinya sampai saat ini tetap menginginkan agar pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dipilih secara langsung, tetapi dengan perbaikan," kata Djohermansyah Djohan di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Yang perlu diperbaiki adalah semua kelemahan dalam mekanisme pilkada langsung yang sudah berjalan sejak 2004.

Kelemahan yang dimaksud, antara lain maraknya politik uang, biaya penyelenggaraan pilkada yang mahal yang dibebankan kepada para kandidat sehingga berujung pada korupsi.

Dengan adanya kekurangan pilkada secara langsung, menurut catatan Kemendagri, sampai saat ini sudah ada 321 kepala daerah yang menghadapi proses hukum.

"Kekurangan dalam pemilihan langsung ini adalah politik uang, biaya yang tinggi yang menyebabkan 60 persen lebih kepala daerah terjerat kasus hukum. Dari 524 sudah ada 322 yang terjerat korupsi setelah memenangi pemilihan. Saya harap perbaikan bisa dilakukan agar tidak mengulang hal yang sama," tambahnya.

Dengan adanya perbaikan diharapkan kualitas pemimpin yang dihasilkan nanti benar-benar sesuai harapan masyarakat.

Namun, apabila nanti ternyata RUU tentang Pilkada melalui DPRD tetap disahkan oleh DPR RI, kata Johermansyah, pemerintah pun siap menjalankannya.

RUU tentang Pilkada yang di dalamnya terdapat mekanisme Pilkada Gubernur, Wali Kota, dan Bupati, akan disahkan pada tanggal 25 September 2014.

Hal tersebut sudah diputuskan dalam Rapat Pimpinan DPR bersama pimpinan fraksi sebagai rapat pengganti Badan Musyawarah di ruang pimpinan DPR pada Senin (8/9/2014).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pilkada Langsung atau Lewat DPRD, Mendagri: Dua-duanya Ada Kelebihan

Pilkada Langsung atau Lewat DPRD, Mendagri: Dua-duanya Ada Kelebihan

News | Selasa, 09 September 2014 | 11:09 WIB

Peringatan untuk Kubu Jokowi dan Koalisi Merah Putih Soal Debat Pilkada Langsung

Peringatan untuk Kubu Jokowi dan Koalisi Merah Putih Soal Debat Pilkada Langsung

News | Selasa, 09 September 2014 | 09:40 WIB

Biaya Pilkada Langsung Bisa Diirit, Asalkan Cara Ini Dilakukan

Biaya Pilkada Langsung Bisa Diirit, Asalkan Cara Ini Dilakukan

News | Selasa, 09 September 2014 | 09:17 WIB

Ketua DPP PAN: Pilkada Langsung Sebaiknya Dipertahankan

Ketua DPP PAN: Pilkada Langsung Sebaiknya Dipertahankan

News | Selasa, 09 September 2014 | 09:01 WIB

Inikah Motif Koalisi Merah Putih Ngotot Kepala Daerah Dipilih DPRD?

Inikah Motif Koalisi Merah Putih Ngotot Kepala Daerah Dipilih DPRD?

News | Senin, 08 September 2014 | 14:09 WIB

Terkini

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:14 WIB

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:13 WIB

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:53 WIB

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB