Suara.com - Seorang perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sebuah sabuk kulit di lehernya, dalam sebuah kandang kayu. Parahnya, ibu muda berusia 30 tahun itu konon tak pernah diberi makanan maupun minum selama penyekapan tersebut.
Joelle Lockwood, demikian nama perempuan malang yang akhirnya ditemukan oleh Ron Higgs, lelaki berusia 61 tahun itu. Lockwood sebelumnya dilaporkan hilang, serta diduga diculik pada 9 Juli 2014 lalu di daerah Evansville, Indiana, Amerika Serikat (AS). Dia dilaporkan hilang setelah diyakini ada yang menawarkannya pulang dari sebuah pesta saat itu.
Higgs sendiri menemukan Lockwood di trailer tempat tinggal mantan istrinya. Uniknya, Higgs mengetahui keberadaan perempuan malang itu dari sang mantan istri sendiri, yang berujar "saya punya seorang perempuan di belakang sini dalam sebuah kandang."
Menurut Higgs, dia sempat menginap selama dua malam di tempat tinggal mantan istrinya, Kendra Tooley (44), serta kekasih Tooley bernama Ricky Roy House Jr (37), itu ketika kemudian menemukan perempuan malang tersebut. Pada Sabtu (6/9/2014) lalu, dia akhirnya bisa membawa pergi Lockwood, usai meyakinkan Tooley dan pasangannya bahwa dia tak akan melapor ke polisi.
"Saat itulah, di malam kedua (saya menginap), dia (Lockwood) dengan air mata mengalir mengatakan padaku, 'Please, jangan pergi dari sini tanpaku'," tutur Higgs, dalam wawancaranya dengan MFIE-TV.
"Dan saya berjanji padanya, 'Jika saya harus menyerahkan nyawaku demi membebaskanmu dari sini, saya akan lakukan'," sambungnya.
"Dia mengenakan sebuah t-shirt, dan hanya itu. Dia juga dikalungi sebuah sabuk kulit, seperti sabuk untuk anjing. Setiap malam mereka mengurungnya di dalam kandang itu, tanpa makanan, tanpa minum," ujar Higgs lagi.
Tooley dan Roy House Jr sendiri lantas ditahan pihak berwajib tak lama setelah Lockwood dipastikan aman oleh Higgs. Pasangan ini kini berhadapan dengan dakwaan awal berupa tindak pidana perkosaan, serta penculikan dan penyekapan.
"Semua orang kini menyebutku seorang pahlawan. Tapi saya hanyalah seorang warga kelahiran Amerika yang percaya pada kebebasan," tandas Higgs pula. [Metro.co.uk]