Polemik UU Pilkada, Alvin Lie: SBY Sangat Memalukan

Siswanto

Rabu, 01 Oktober 2014 | 10:22 WIB
Polemik UU Pilkada, Alvin Lie: SBY Sangat Memalukan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat kader Partai Demokrat secara tertutup di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (30/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Anggota Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Alvin Lie mengingatkan bahwa RUU Pilkada? yang sekarang sudah diundangkan DPR, adalah inisiatif pemerintah. Jadi, kata dia, mustahil Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak mengetahui dan tidak setuju subtansinya.

"Presiden menugaskan Mendagri untuk mewakilinya dalam pembahasan RUU Pilkada. Mustahil SBY tidak tahu dan tidak setuju substansinya," kata Alvin, Rabu (1/10/2014).

Jika tak sepakat dalam tahap mana pun, kata Alvin, sesungguhnya pemerintah dapat menarik kembali usulan RUU. Presiden bisa memerintahkan Mendagri untuk menarik usulan pemerintah.

"Fakta buktikan bahwa SBY tidak pernah perintahkan Mendagri untuk tarik kembali usulan RUU Pilkada. Itu tegaskan bahwa Presiden setuju," kata Alvin.

Menurut Alvin sangat ironis jika sekarang SBY mengklaim tidak setuju substansi UU Pilkada dan berencana menggugat ke MK serta ingin menerbitkan Perppu.

"Kenapa baru sekarang?" kata Alvin.

Alvin masih mempertanyakan alasan SBY mengajukan perubahan RUU Pilkada jika SBY tidak setuju substansinya. "Kenapa tidak memerintahkan Mendagri untuk menarik usulan?" kata dia.

Alvin mengusulkan agar SBY menjelaskan kepada publik tentang alasannya menyetujui pemerintah mengusulkan revisi UU Pilkada dan tidak memerintahkan Mendagri menarik usulan.

"Bagi saya, aksi @SBYudhoyono tolak tandatangani UU Pilkada, gugat ke MK, terbitkan Perppu dan sebagainya, cuma langkah panik atau upaya kelabuhi rakyat," kata Alvin.

Alvin menilai rencana menerbitkan Perppu ?UU Pilkada? adalah kepanikan dan dramatisasi SBY.

"Dia dapat dengan mudah perintahkan Mendagri cabut usulan RUU Pilkada.
Tapi dilakukan," katanya. "Amat memalukan. Presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat justru rampas hak rakyat untuk pilih langsung kepala daerahnya."

Alvin meminta kepada SBY agar jangan menganggap rakyat Indonesia bodoh dan mudah dikelabuhi.

"RUU Pilkada tidak akan pernah ada jika tak diusulkan pemerintah dan kau (SBY) restui," kata SBY.

Menurut Alvin, usaha SBY membangun citra sebagai politisi demokratis selama 10 tahun, rusak karena tidak peka terhadap tuntutan rakyat.

"Semuanya dia rusak sendiri dalam tiga pekan jelang lengser," kata Alvin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY: Pilkada Lewat DPRD Lebih Buruk dari Pilkada Langsung

SBY: Pilkada Lewat DPRD Lebih Buruk dari Pilkada Langsung

News | Rabu, 01 Oktober 2014 | 10:00 WIB

SBY: Pilkada Lewat DPRD, Peluang Politik Uang Lebih Besar

SBY: Pilkada Lewat DPRD, Peluang Politik Uang Lebih Besar

News | Rabu, 01 Oktober 2014 | 08:39 WIB

Polemik UU Pilkada, SBY Pahami Kemarahan Publik

Polemik UU Pilkada, SBY Pahami Kemarahan Publik

News | Rabu, 01 Oktober 2014 | 08:18 WIB

Pendukung Jokowi Anggap SBY Bohong

Pendukung Jokowi Anggap SBY Bohong

News | Rabu, 01 Oktober 2014 | 07:33 WIB

Ajak "Walk Out," Demokrat Tak Beri Nurhayati Assegaf Sanksi

Ajak "Walk Out," Demokrat Tak Beri Nurhayati Assegaf Sanksi

News | Selasa, 30 September 2014 | 14:13 WIB

Terkini

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:37 WIB

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:32 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

×