Mahatma Gandhi, Pembenci Dosa yang Mencintai Pendosa

Ruben Setiawan | Suara.com

Kamis, 02 Oktober 2014 | 09:00 WIB
Mahatma Gandhi, Pembenci Dosa yang Mencintai Pendosa
Mahatma Gandhi. (Shutterstock)

Suara.com - Hari ini, 145 tahun silam, Mohandas Karamchand Gandhi lahir di Porbandar, India. Lelaki yang lebih dikenal sebagai Mahatma Gandhi itu adalah tokoh pergerakan kemerdekaan dan pembela hak asasi manusia asal India.

Sosok Gandhi tak bisa dipisahkan dari Satyagraha. Ajaran perjuangan non-kekerasan yang menjadi buah pikiran otentik Gandhi itu masih dikenang hingga kini dan menginspirasi gerakan perlawanan damai di segala penjuru dunia.

Lelaki itu dibesarkan di tengah keluarga pedagang Hindu di Gujarat, India bagian barat. Semasa mudanya, Gandhi berkesempatan kuliah hukum di London, Inggris. Pada tahun 1893, dirinya hijrah ke Afrika Selatan dan membela hak-hak sipil warga India di negeri paling selatan benua hitam itu.

Pada tahun 1914, Gandhi pulang ke India. Di kampung halamannya, Gandhi mengajak petani dan buruh untuk melawan pajak tanah tinggi yang diskriminatif. Menjabat sebagai ketua Kongres Nasional India, Gandhi memimpin rakyat memperjuangkan kemerdekaan dengan jalan non-kekerasan dan non-kooperasi untuk mencapai kemerdekaan. Gandhi juga memperjuangkan pengentasan kemiskinan, hak-hak kaum perempuan, dan menyudahi diskriminasi sistem kasta.

Namun, upayanya bukan tanpa hambatan. Dianggap melakukan konspirasi, Gandhi pun dipenjarakan oleh pemerintah Inggris pada tahun 1922. Setelah bebas, Gandhi tak berhenti. Ia terus mengupayakan reformasi undang-undang demi kesejahteraan kaum petani dan buruh di negeri jajahan Inggris tersebut.

Pascakemerdekaan India, Gandhi terus berkarya. Sayang, upayanya untuk mendamaikan komunitas Muslim dan Hindu di Bengal justru berakhir buruk baginya. Demi perdamaian, Gandhi mendesak India untuk membayar aset yang diutang negara tersebut dari Pakistan, yang notabene mayoritas warganya Muslim. Ternyata, banyak Hindu India yang tak sepakat dengan upaya Gandhi. Salah satunya adalah Nathuram Godse, lelaki yang menghabisi nyawa Gandhi pada 30 Januari 1948. Tiga peluru yang ditembakkan Godse pada jarak dekat bersarang di dada Gandhi.

Lelaki berhati emas itu pun meninggal dunia. Namun, semangatnya tetap tinggal di hati rakyat India. Lelaki sederhana itu dianggap sebagai Bapak Bangsa. Hari lahirnya pada 2 Oktober diperingati sebagai hari libur nasional Gandhi Jayanti. Ada beberapa petuah bijak yang pernah dilontarkan seorang Gandhi dan bersifat universal. Salah satunya adalah "Hate the sin, love the sinner" yang maknanya "bencilah dosa, tapi cintailah pendosanya".

Anda pasti juga tertarik dengan kisah mereka:

Gus Dur, Bapak Pluralisme Indonesia
Bunda Teresa, Menolong yang Termiskin dari yang Termiskin
Fidel Castro, 638 Kali Hampir Mati di Tangan CIA
Nelson Mandela, "Bapak Bangsa" Pecinta Batik Indonesia
Ayatollah Khamenei, Sebut Israel Sebagai "Kanker"
Benito Mussolini, Luar Biasa Benci Pada Yahudi
Barack Obama, Presiden yang Suka "Selfie"
Deng Xiaoping, Tangannya Berlumuran Darah Manusia tak Berdosa?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:32 WIB

Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya

Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:05 WIB

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah

Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day

Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:43 WIB

Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik

Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:36 WIB

Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh

Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:27 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi

Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:15 WIB

Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK

Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:35 WIB