Mubarok: SBY Jago Main Catur, Kalau Mega Belum

Siswanto

Jum'at, 03 Oktober 2014 | 09:23 WIB
Mubarok: SBY Jago Main Catur, Kalau Mega Belum

Suara.com - Di saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperjuangkan pengembalian sistem pilkada langsung, lewat penerbitan Perppu, anggota koalisi PDI Perjuangan bukannya mendukung, tapi malah menunjukkan sikap pesimistis bahwa upaya tersebut bakal ditolak DPR.

Hal itu dikemukakan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok kepada suara.com, Jumat (3/10/2014).

"Niat Pak SBY itu baik. Tapi, mereka sendiri tidak mampu memperjuangkan. Mestinya itu didukung all out (mati-matian). Eh, orangnya Jokowi sendiri sudah pesimistis, 'yah ntar kalah lagi,'" kata Mubarok.

Mubarok menegaskan yang dilakukan Presiden SBY dengan cara menerbitkan Perppu adalah semata-mata untuk menempuh prosedur.

"Filosofi Pak SBY, kan selalu ada pilihan. Jadi kalau orang bilang mustahil, Pak SBY bilang bisa kalau pandai-pandai memperjuangkan," kata Mubarok.

Mengenai alasan anggota koalisi pendukung Jokowi meragukan niat SBY lantaran dulu SBY menyetujui pemerintah ketika mengajukan revisi UU? Mubarok mengatakan itu karena proses politik pada waktu itu yang selalu berubah-ubah.

Mubarok rencana untuk mengubah sistem pilkada itu muncul sejak 2012. Waktu itu, kata Mubarok, ada konsep gubernur dipilih langsung oleh rakyat, tetapi bupati dan wali kota dipilih DPRD.

"Terus dibalik, gubernur dipilih DPR dan bupati/wali kota dipilih langsung. Jadi konsep itu berubah-ubah karena banyak masukan dari berbagai lapisan masyarakat," kata Mubarok.

Lalu, kata Mubarok, SBY berpegang pada masukan dari PBNU dan Muhammadiyah yang berpandangan bahwa pilkada langsung lebih banyak mudharot-nya.

"Tapi berbagai dinamika juga diperhatikan. Pak SBY selalu tampung aspirasi,
tapi semua prosedurnya tetap konstitusional. Hasilnya seperti apa, itu soal lain," kata Mubarok.

Bagi SBY, kata Mubarok, diragukan atau dikritik, itu dianggap hal yang lazim. Menurut Mubarok, yang ditunjukkan SBY adalah gaya politik intelektual. "Bagi yang paham, itu hebat. Tapi kalau yang gak paham, bingung," katanya.

Menurut Mubarok, dalam berpolitik, SBY seperti bermain catur. "Yang ngerti (langkah) akan bilang itu betul. Tapi bagi yang tidak tahu, apa sih ini, apa sih itu, pencitraan terus. Itu karena tidak paham.

Lalu, Mubarok membandingkan gaya kepemimpinan di PDI Perjuangan yang kaku. "Sebabnya satu, Bu Mega. Coba Bu Mega pada Agustus 2014 lalu mau datang ke Istana. Pasti cair politiknya," katanya. "PDI Perjuangan belum pintar main catur. Mungkin komandannya terlalu banyak. Apa Bu mega, Apa Jokowi, Apa JK."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ujian PDIP Berikutnya, Perjuangkan Perppu Pilkada di DPR

Ujian PDIP Berikutnya, Perjuangkan Perppu Pilkada di DPR

News | Jum'at, 03 Oktober 2014 | 08:51 WIB

SBY Terbitkan Perppu, #TerimakasihSBY Ramai di Twitter

SBY Terbitkan Perppu, #TerimakasihSBY Ramai di Twitter

Tekno | Jum'at, 03 Oktober 2014 | 08:00 WIB

PKB Pertanyakan Ketulusan SBY Terbitkan Dua Perppu Pilkada

PKB Pertanyakan Ketulusan SBY Terbitkan Dua Perppu Pilkada

News | Jum'at, 03 Oktober 2014 | 05:56 WIB

Hitung-hitungan Kekuatan DPR Pendukung Perppu Pilkada

Hitung-hitungan Kekuatan DPR Pendukung Perppu Pilkada

News | Kamis, 02 Oktober 2014 | 08:44 WIB

SBY akan Kirim Perppu ke DPR Malam Hari

SBY akan Kirim Perppu ke DPR Malam Hari

News | Kamis, 02 Oktober 2014 | 08:27 WIB

Terkini

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Riau | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:57 WIB

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Polisi Gulung Jaringan Sabu Tambora Jakarta Barat Beserta Pengedar

Polisi Gulung Jaringan Sabu Tambora Jakarta Barat Beserta Pengedar

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Jatim | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:44 WIB

×