Topan Hudhud Bergerak ke India, Ratusan Ribu Warga 'Ketar-ketir'

Ardi Mandiri

Sabtu, 11 Oktober 2014 | 23:23 WIB
 Topan Hudhud Bergerak ke India, Ratusan Ribu Warga 'Ketar-ketir'
Tornado. (Youtube)

Suara.com - Setidaknya 100.000 orang diungsikan dari daerah pantai timur India, Sabtu (11/10/2014), ketika topan Hudhud menguat, serta mengancam akan menghancurkan tanah pertanian dan desa-desa nelayan apabila menghantam pantai itu. Topan dilaporkan datang pada Minggu (12/10/2014) pagi.

Departemen Meteorologi India (IMD) mengatakan Hudhud sebagai satu "topan sangat kuat" yang dapat membawa angin dengan kecepatan 165Km per jam dan membawa curah hujan 24,5 sentimeter di beberapa tempat.

Sekitar 100,000 orang telah diungsikan di negara bagian Andhra Pradesh ke gedung-gedung bertingkat, tempat-tempat penampungan dan pusat-pusat pertolongan, dengan rencana untuk mengungsikan 300.000 orang ke tempat yang aman.

Pihak berwenang di daerah lebih ke utara di negara bagian Odisha mengatakan mereka sedang memantau situasi dan akan, jika perlu, mengungsikan lebih dari 300.000 orang yang berisiko paling besar.

"Kami telah memindahkan sekitar 10.000 orang dari daerah-daerah yang rendah dan berencana akan mengungsikan 14.000 orang lagi," kata N.Yubaraj, Kepala Pemerintah Distrik Pantai Visakhapatham kepada Reuters.

Visakhapatnam, yang juga dikenal dengan nama Vizag, adalah kota terbesar di Andhra Pradesh dan tempat satu pangkalan angkatan laut penting India.

Di Pudimadaka, satu desa pantai di mana banyak tinggal para nelayan, penduduk lokal enggan mengungsi kendatipun para ahli cuaca memperingatkan bahwa satu topan hebat sedang bergerak mendekati daerah itu sejak pertengahan minggu ini.

"Penduduk tidak menghiraukan. Mereka tidak ingin pergi. Selama tiga hari belakangan ini kami telah membujuk mereka. Kini mereka setuju mengungsi," kata Vasantha Ratudu, seorang pejabat pemerintah lokal ketika sedang mengawasi pengungsian itu.

"Kami meyakinan warga setelah melakuan serangkaian diskusi dengan para tokoh desa," kata Raydu, yang duduk di satu ruang kecil dengan belasan pejabat dan polisi saat gelombang-gelombang besar menghantam pantai itu hanya beberapa meter jauhnya dari lokasi itu.

Ketika seorang memukul satu tambur kecil dan mendesak penduduk melalui alat pengeras suara agar naik bus-bus terdekat, penjual teh V.Varalakshmi mengatakan ia mengemas tas-tasnya, tetapi tidak ingin pergi.

"Selama 14 tahun belakangan ini, saya telah menjual teh di sini, laut tidak pernah mengganggu kami," kata wnbita berusia 52 tahun itu sambil melayan seorang pembeli.

Topan-topan di Teluk Benggala umumnya terjadi saat seperti ini. Topan itu sering menimbulkan korban jiwa, pengungsian masal penduduk desa-desa pantai, merusak pelayanan listrik dan telepon serta kehancuran luas tanaman da properti di India timur dan Bangladesh.

Hudhud sedang bergrak ke arah barat laut bagian barat dengan kecepatan angin 330km perjam , dan dengan kekuatan yang cukup akan memiliki "dampak besar bagi kemanusaan" lebih dari 10 juta orang, kata Global Disaster Alert and Coordination System (GDACS), yang dikelola PBB dan Komisi Eropa.

Sistem itu juga memperkirakan satu geombang badai setinggi 1,7 meter. IMD mengatakan ini bisa mengasilkan banjir di daerah pantai yang rendah di sekitar Vsakhapatnam, Vijayanagaran dan Srikakulam. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic

Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:38 WIB

Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?

Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:41 WIB

Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan

Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 06:51 WIB

Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele

Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:27 WIB

Aktivis Pro Partai Rakyat Kecoa Mogok Makan Hampir Sebulan, BB Turun 11 Kg: Saya Masih Hidup

Aktivis Pro Partai Rakyat Kecoa Mogok Makan Hampir Sebulan, BB Turun 11 Kg: Saya Masih Hidup

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:21 WIB

Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan

Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:25 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:55 WIB

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:58 WIB

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB

Terkini

100 Ribu Jemaah Diperkirakan Padati Monas, Kemenag Minta Peserta Zikir Kebangsaan Datang Lebih Awal

100 Ribu Jemaah Diperkirakan Padati Monas, Kemenag Minta Peserta Zikir Kebangsaan Datang Lebih Awal

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:22 WIB

IHSG Masih Perkasa di Level 6.200, Saham TINS Diincar

IHSG Masih Perkasa di Level 6.200, Saham TINS Diincar

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:21 WIB

Today History 31 Juli, Calon Astronot Wanita Pertama Asia Lahir hingga Naruto Shippuden Rilis

Today History 31 Juli, Calon Astronot Wanita Pertama Asia Lahir hingga Naruto Shippuden Rilis

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:21 WIB

Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Asia Dihadiahi Rumah hingga Beasiswa oleh Gubernur Bobby

Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Asia Dihadiahi Rumah hingga Beasiswa oleh Gubernur Bobby

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:20 WIB

Dari Distro ke Pasar Global, Ini Rahasia Brand Lokal Asal Banyuwangi

Dari Distro ke Pasar Global, Ini Rahasia Brand Lokal Asal Banyuwangi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:18 WIB

Dorong Transformasi Satpol PP, Sekjen Kemendagri Tegaskan Pentingnya Pendekatan Humanis

Dorong Transformasi Satpol PP, Sekjen Kemendagri Tegaskan Pentingnya Pendekatan Humanis

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:18 WIB

Pilot Malaysia Sudah Langganan Selundupkan Narkoba, Dibayar Rp220 Juta Sekali Kirim

Pilot Malaysia Sudah Langganan Selundupkan Narkoba, Dibayar Rp220 Juta Sekali Kirim

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:12 WIB

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:10 WIB

Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober

Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:10 WIB

AS Selidiki Keterlibatan Peretas Iran dalam Serangan Siber Fasilitas Air Minnesota

AS Selidiki Keterlibatan Peretas Iran dalam Serangan Siber Fasilitas Air Minnesota

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:08 WIB

×