Kartun-kartun Kontroversial "Charlie Hebdo"

Liberty Jemadu

Kamis, 08 Januari 2015 | 12:18 WIB
Kartun-kartun Kontroversial "Charlie Hebdo"
Seorang perempuan memegang poster bertuliskan 'Je suis Charlie' atau 'Saya adalah Charlie' sebagai bentuk dukungan terhadap majalah Charlie Hobde yang kantornya di Paris, Prancis diserang teroris pada Rabu (7/1) [Reuters).

Suara.com - Charlie Hebdo, majalah satir Prancis, mencuri perhatian dunia sejak Kamis (7/1/2015). Pihak berwenang Prancis mengatakan setidaknya dua orang bersenjata telah menerobos kantor majalah itu dan membunuh delapan pekerja di dalamnya.

Charlie Hebdo hanya sebuah majalah, hanya menulis, dan menerbitkan karikatur serta tulisan. Majalah itu adalah bagian dari budaya satir Prancis, budaya mengeritik dengan menyisipkan humor, yang sudah mengakar di Prancis sejak sebelum masa Revolusi Prancis.

Memang majalah beraliran kiri itu terkenal dengan cara mengeritiknya yang tajam. Sasarannya macam-macam, mulai dari tokoh politik, partai politik, pemerintah, institusi agama seperti Islam, Kristen, dan Yahudi.

Misalnya dalam sampul edisi khusus Januari 2015, majalah itu memasang gambar Bunda Maria sedang mengangkang dan bayi Yesus keluar dari antara kedua kakinya sambil tersenyum. Di atasnya tertulis, "Kisah Nyata tentang Yesus Kecil". Bunda Maria adalah sosok suci dalam Gereja Katolik, demikian juga Yesus.

Ketika Michael Jackson meninggal pada 2009, majalah itu memasang sampul kerangka musisi pop asal Amerika Serikat itu dengan tulisan, "Michael Jackson akhirnya putih juga". Diduga karikatur bertujuan menyindir Jackson, warga AS keturunan Afrika, yang sepanjang hidupnya berusaha terlihat seperti orang kulit putih.

Sementara dalam edisi di tahun 2006, majalah itu memasang gambar Yesus di salib dengan tulisan: "Saya seorang pesohor...tolong bawa saya pergi dari sini!" Tulisan itu adalah judul sebuah reality show Amerika Serikat, yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi Prancis.

Tidak hanya itu, pada 2010 majalah yang sama memasang gambar depan Paus Benediktus XVI yang sedang memegang kondom sambil berkata, "Inilah tubuhku!" Kalimat itu adalah salah satu doa kunci dalam perayaan misa Katolik dan dikutip dari kata-kata Yesus sendiri.

Tetapi memang yang sangat memicu kontroversi adalah karikatur-karikatur Charlie Hebdo yang menyinggung umat Islam. Dalam beberapa edisi, majalah itu memasang gambar Nabi Muhammad di sampul depannya.

Dalam Islam lukisan yang menggambarkan Nabi Muhammad dilarang dan dinilai sebagai penghinaan.

Salah satu karikatur terbarunya pada Oktober 2014 misalnya, menggambarkan seorang lelaki bersorban dan berbaju putih akan dipenggal oleh orang lain dalam busana dan topeng hitam, mirip algojo kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Di atas kartun itu terdapat tulisan, "Jika Muhammad Kembali...". Gambar kartun itu diyakini menggambarkan ketidakpahaman ISIS tentang Islam, sehingga bahkan jika Nabi Muhammad datang kembali Ia pun akan ditolak oleh kelompok itu.

Sementara pada Desember 2011 majalah itu memuat gambar seorang lelaki muslim berciuman dengan lelaki lain yang mengenakan kaos bertuliskan Charlie Hebdo. Gambar itu diberi judul, "Cinta lebih kuat kebencian".

Tetapi salah satu yang paling menggemparkan adalah pada November 2011. Majalah Charlie Hebdo nekat memasang kartun Nabi Muhammad di sampulnya dan mengubah nama majalah itu menjadi "Charia Hebdo" - charia adalah kata bahasa Prancis yang berarti syariat.

Gambar sampul itu berbuntut panjang. Di hari yang sama dengan edisi itu diterbitkan, sebuah bom molotov dilemparkan ke kantor majalah itu dan menghanguskan seluruh isi kantor. Website majalah juga diretas dan diisi dengan sebuah kalimat saja, "Tiada tuhan selain Allah".

Charlie Hebdo juga pernah dikecam oleh pemerintah Prancis dan bahkan digugat di pengadilan pada 2006. Tidak saja memasang gambar Nabi Muhammad di sampul depan, majalah itu juga memuat 12 kartun tentang Nabi Muhammad yang sebelumnya diterbitkan oleh surat kabar Denmark, Jyllands-Posten dan memicu demonstrasi umat Islam di seluruh dunia.

Presiden Prancis ketika itu, Jacques Chirac, mengecam Charlie Hebdo karena dituding telah sengaja memprovokasi umat Islam di Prancis. Sementara organisasi-organisasi Islam Prancis menggugat majalah itu di pengadilan. Pada 2007 pengadilan Prancis memutuskan Charlie Hebdo tidak bersalah karena praktiknya sejalan dengan undang-undang kebebasan berpendapat dan berekspresi di negara Eropa tersebut. (Daily Beast)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Media AS Enggan Terbitkan Kartun yang Dinilai Hina Nabi

Media AS Enggan Terbitkan Kartun yang Dinilai Hina Nabi

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 12:06 WIB

Charlie Hebdo, Majalah yang 'Akrab' dengan Kontroversi

Charlie Hebdo, Majalah yang 'Akrab' dengan Kontroversi

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 11:17 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×