Korban Kebakaran Tanah Abang Ajukan Pembangunan Pasar Hunian

Esti Utami

Sabtu, 07 Maret 2015 | 15:31 WIB
Korban Kebakaran Tanah Abang Ajukan Pembangunan Pasar Hunian
Sisa kebakaran permukiman padat di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta. (Antara/Reno Esnir)

Warga RW 12 Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berharap ada relokasi melalui program pasar hunian, pascakebakaran yang menghanguskan 284 rumah di kawasan tersebut.

"Khusus untuk warga RW 12, sebenarnya sejak satu tahun lalu saya sudah kirim surat ke wakil gubernur agar warga saya yang tinggal di bantaran kali bisa ditempatkan di salah satu pasar yang ada di sini," kata Ketua RW 12 Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Agus Iskandar di Jakarta, Sabtu.

Dalam surat permohonannya, Agus meminta tujuh RT yang terletak di bantaran kali dapat direvitalisasi menjadi jalan inspeksi sepanjang satu kilometer yang akan menghubungan wilayahnya dengan Kantor Kecamatan Tanah Abang.

"Nanti 600 Kepala Keluarga (KK) yang terkena revitalisasi bisa dipindahkan ke pasar hunian dengan membangun salah satu pasar di sini menjadi enam lantai, tiga lantai untuk pasar dan tiga lainnya khusus untuk hunian warga," tuturnya.

Usulan tersebut, katanya, dilatarbelakangi 'kesemrawutan' atas keberadaan dua pasar di wilayah RW 12.

"Tanah yang begitu luas untuk dua pasar juga ternyata sudah disalahgunakan oleh pihak PD Pasar Jaya dengan mengontrakkan kios-kios pasar sebagai tempat tinggal sehingga para penjual terpaksa berjualan di tepi jalan dekat pasar, itu membuat lingkungan jadi semrawut," tuturnya.

Menurut Agus, banyak manfaat yang bisa dijalankan dengan menjalankan program revitalisasi kali menjadi jalan inspeksi dan pasar hunian antara lain meningkatkan ketertiban lingkungan dan mengurangi kebiasaan warga membuang sampah di kali.

"Kalau sekarang kan pemukiman warga dekat sekali dengan kali jadi mereka bisa seenaknya buang sampah di kali, tapi kalau sudah ada jalan inspeksi kan kelihatan siapa saja yang masih suka buang sampah di kali jadi kami bisa tindak," ujarnya.

Ie menambahkan keberadaan jalan inspeksi juga akan mengurangi kebiasaan warga melanggar lalu lintas jika harus mengurus sesuatu di Kantor Kecamatan Tanah Abang yang memang berlawanan arah dengan wilayah RW 12 Kebon Melati.

"Selama ini warga saya sering berurusan dengan polisi karena pelanggaran lalu lintas, dengan jalan inspeksi saya harap warga bisa menggunakan jalan itu untuk jalan utama menuju ke kecamatan," tuturnya.

Kebakaran hebat pada Kamis (5/3/2015) lalu telah menghanguskan 284 rumah warga di empat RW Kelurahan Kebon Melati yaitu RW 12, RW 13, RW 14, dan RW 15. Penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di salah satu rumah warga.

Kebakaran ini menewaskan seorang warga, tujuh orang luka-luka, dan 3.168 warga kehilangan tempat tinggal. Mereka kini mengungsi di enam lokasi pengungsian, diantaranya adalah Masjid Al Muhajirin yang terletak di RT 14 RW 12, Masjid Al Barkah di RT 03 RW 12, Pos RW 12 dan SDN 01 Kebun Melati. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Atur Keuangan Lebih Untung dengan Suku Bunga Spesial Program BRI KPR Refinancing

Atur Keuangan Lebih Untung dengan Suku Bunga Spesial Program BRI KPR Refinancing

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 18:08 WIB

Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan

Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:06 WIB

Strategi Diskon Beruntun Daihatsu Demi Amankan Pangsa Pasar Jawa Tengah

Strategi Diskon Beruntun Daihatsu Demi Amankan Pangsa Pasar Jawa Tengah

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 18:05 WIB

Feng Shui Tiang Listrik di Depan Pintu Rumah dan Cara Menetralkannya agar Energi Seimbang

Feng Shui Tiang Listrik di Depan Pintu Rumah dan Cara Menetralkannya agar Energi Seimbang

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:05 WIB

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 18:00 WIB

Rencana Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin: Belum Regulasi yang Mengatur

Rencana Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin: Belum Regulasi yang Mengatur

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 17:58 WIB

Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!

Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:58 WIB

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:57 WIB

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Bekaci | Rabu, 30 September 2026 | 17:53 WIB

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:51 WIB

×