Ratusan Ribu Warga Suriah Cari Suaka ke Jerman

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 28 Maret 2015 | 05:46 WIB
Ratusan Ribu Warga Suriah Cari Suaka ke Jerman
Kerusakan akibat perang sipil di Suriah (Shutterstock).

Suara.com - Perang saudara berkepanjangan di Suriah dan Irak menyebabkan kebanyakan warganya mencari suaka di negara maju. Biasanya negara yang maju dari sisi industri.

PBB melaporkan jumlah warga yang negaranya dalam keadaan perang dan mencari suaka lebih besar dari perang Bosnia 22 tahun lalu. Saat ini ada 866.000 pencari suaka. Jumlah itu dihitung dari aplikasi yang masuk di berbagai negara di tahun 2014 kemarin. Jumlah pencari suaka itu naik dibanding tahun lalu sebesar 45 persen.

"Hari ini, lonjakan dalam konflik bersenjata di seluruh dunia menyajikan tantangan serupa, khususnya situasi dramatis di Suriah," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres.

Kata dia jumlah pengungsi Suriah keseluruhan sebanyak 3,9 juta orang. Mereka tersebar di Turki, Yordania, da Irak. Sementara kebanyakan dari mereka berencana mengajukan suaka ke 44 negara-negara industri tahun lalu.

Sementara Jerman menduduki puncak daftar sebagai negara industri yang menerima jumlah terbesar aplikasi suaka. Yaitu sebanyak 173.000 berkas. Sementara Amerika Serikat berada di peringkat kedua dengan jumlah 121.200 aplikasi pengajuan suaka. Sementara itu orang Irak lebih suka 'lari' ke Turki. (AlJazerra)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemuda Islam di Papua Siap Halau Kehadiran ISIS

Pemuda Islam di Papua Siap Halau Kehadiran ISIS

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 19:03 WIB

Assad: Amerika Tak Bisa Tekan Kedaulatan Suriah

Assad: Amerika Tak Bisa Tekan Kedaulatan Suriah

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 11:13 WIB

Ini Keluhan Tentara ISIS di Tengah Medan Perang

Ini Keluhan Tentara ISIS di Tengah Medan Perang

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 06:40 WIB

Terkini

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB