Terima Kasih Warga Poso untuk TNI

Ardi Mandiri | Suara.com

Senin, 20 April 2015 | 03:13 WIB
Terima Kasih Warga Poso untuk TNI
Ilustrasi TNI.
Diiringi bunyi sirene tiga kali berturut-turut, perlahan-lahan KRI Surabaya yang berisi ribuan personel Marinir dan Kostrad lepas dari dermaga Pelabuhan Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4) pukul 09.00 Wita.

Di atas dermaga dan halaman pelabuhan tersebut berdiri sekitar seribu warga Kota Poso dan sekitarnya yang tak henti-hentinya melambaikan tangan melepas keberangkatan kapal perang itu menuju markasnya di Surabaya.

Beberapa ibu dan anak tampak menangis. Suasana haru bahkan telah terlihat satu jam sebelum semua awak KRI dan prajurit yang gagah perkasa itu naik ke atas kapal.

Mereka saling peluk dan tukar menukar cendera mata. Beberapa ibu dan anak tampak menangis dan enggan melepas prajurit naik ke atas kapal.

"Mereka semua baik sekali, penuh perhatian dan ramah," kata seorang ibu yang mengaku sering naik ke KRI yang sandar di Poso selama latihan tempur TNI, untuk membantu awak kapal di dapur.

Itulah peristiwa paling terakhir dari aktivitas latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang digelar di Poso, 31 Maret sampai 17 April 2015.

Selama latihan tempur yang melibatkan 3.200 personel itu, tiga KRI milik TNI AL merapat di pelabuhan Poso, yakni KRI Surabaya, KRI Hasanuddin dan KRI Hasan Basri, namun dua KRI yang disebut terakhir sudah berangkat lebih dahulu beberapa hari sebelumnya untuk penugasan yang lain.

Selama sandar di pelabuhan Poso, KRI-KRI itu dibuka untuk kunjungan masyarakat. Para awaknya pun hampir setiap malam menggelar berbagai acara untuk rakyat yang bernuansa pendidikan dan bela negara serta berbagai jenis hiburan, mulai dari peragaan busana sampai panggung prajurit yang menghadirkan artis-artis dari berbagai kota di Indonesia.

"Ini kami lakukan agar TNI dan rakyat semakin menyatu. Apalagi rakyat Poso tampaknya memang kekurangan hiburan. Dengan aktivitas ini, rakyat bisa lebih mengenal dan bangga terhadap TNI," kata Komandan Satgas Laut PPRC Kolonel Laut (P) Iwan Isnuwanto usai memimpin upacara pelepasan prajurit PPRC.

Poso, kata Iwan, ternyata tidak seperti berita di media massa yang menyebut wilayah itu tidak aman.

Sebelum berangkat ke Poso, kata Iwan, semua prajurit telah diingatkan bagaimana cara membawa diri selama berada di Poso. Antara lain kalau bepergian, jangan sendiri-sendiri.

"Ternyata, setelah kami ada di sini, kondisinya berbeda sama sekali. Situasi di sini aman dan tenteram. Warganya terbuka dan ramah tamah. Tidak pernah ada insiden apa pun selama 20-an hari kami berada di sini," ujarnya.

"Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan warga Poso selama kami berada di sini. Keramahtamahan dan keterbukaan anda menyentuh hati kami," ujar Komandan KRI Surabaya Letkol Laut (P) Wawan T. Atmaja lewat pengeras suara dari atas kapal saat KRI itu mulai bergerak meninggalkan dermaga.

Latihan tempur PPRC TNI berlangsung di Poso sejak 31 Maret 2015 dan dibuka Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko.

Latihan ini melibatkan ribuan personel dari tiga kesatuan elit TNI yakni Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Marinir (TNI AL) dan Pasukhan Khas TNI AU berikut perlengkapan perang masing-masing berupa jet-jet tempur, helikopter tempur, kapal perang dan kendaraan lapir baja yang dilengkapi persenjataan berat.

Panglima Divisi II Kostrad Mayjen TNI Bambang Haryanto selaku penanggung jawab latihan mengatakan bahwa latihan ini sukses memulihkan rasa aman masyarakat Poso, sukses meningkatkan profesionalisme prajurit dan sukses dalam semakin mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

"Tempat ini memang menjadi lokasi latihan yang sangat ideal," ujar Bambang yang juga Komandan PPRC TNI itu.

Banyak Hikmahnya Wakil Bupati Poso T. Samsuri sesaat setelah Komandan PPRC TNI Mayjen Bambang Haryanto menyatakan latihan itu ditutup pada Jumat (17/4) pukul 09.00 Wita, menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI dan seluruh jajarannya sampai ke tingkat prajurit yang terlibat latihan karena sudah memilih Poso sebagai tempat latihan tahun ini.

"Terima kasih TNI yang telah mengalokasikan kegiatan latihan ini di Poso. Sangat banyak hikmahnya bagi masyarakat yang selama ini merasa kurang tenang, kurang terayomi, dan takut terhadap kelompok sipil bersenjata. Sekarang rasa takut itu mulai hilang," ujarnya.

Seorang tokoh masyarakat Poso Lefran Mango mengemukakan penghargaan yang tinggi kepada TNI karena latihan tempur ini bisa memenuhi harapan utama masyarakat yakni pulihnya rasa aman akibat gangguan teroris yang bersembunyi dan berlatih militer di hutan-hutan wilayah Poso Pesisir.

"Kami senang dan sangat berterima kasih bahwa latihan tempur TNI ini telah sukses mengusir dan menghancurkan sarana dan fasilitas latihan para teroris di Gunung Biru, Kecamatan Poso Pesisir dan sekitarnya," ujar mantan Rektor Universitas Sintuvu Maroso Poso itu.

Ia berharap TNI dan Polri akan tetap ada bersama masyarakat di wilayah ini untuk memastikan bahwa para teroris itu tidak akan kembali lagi, sehingga seluruh rakyat akan kembali pada aktivitas yang normal, khususnya para petani dan pekebun yang selama ini takut mengolah dan memanen hasil-hasil kebun mereka.

Kepala Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Joni Kolompo mengaku sudah hampir setahun ini warganya takut masuk kebun untuk mengolah dan memanen kakao, durian dan berbagai tanaman perkebunan lainnya karena sering didatangi oleh kelompok sipil bersenjata.

Mereka tidak hanya sekedar meminta makanan dan fasilitas lainnya, tetapi juga beberapa kali menculik warga dan membunuh, termasuk aparat kepolisian yang dibantai secara sadis.

"Untung warga di sini masih punya sawah atau usaha lain selain berkebun, sehingga kondisi ekonomi tidak terlalu terpuruk. Warga yang tidak punya lahan, terpaksa mencari hidup dengan menjadi buruh tani atau buruh bangunan," ujarnya.

Yang lebih memprihatinkan lagi, ujar Joni, beberapa warganya direkrut kelompok teroris yang menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso itu menjadi pengikut mereka.

"Ada lima warga kami di sini yang terlibat aktif dalam kelompok yang diduga penyebar paham ISIS itu. Dua lainnya sudah ditangkap polisi dan tiga lagi masih buron. Selain itu, masih ada juga warga yang memberikan dukungan dalam bentuk logistik dan kebutuhan lainnya kepada kelompok sipil bersenjata itu," ujarnya.

Karena itu, atas nama warga Desa Masani, yang di dalam desa ini terdapat Gunung Biru, lokasi persembunyian dan pusat latihan militer kelompok teroris itu, Joni Kolompo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada TNI yang telah sukpses mengosongkan Gunung Biru dari aktivitas teroris.

"Terima kasih juga kepada jajaran kepolisian yang berhasil menembak mati dua pentolan teroris yang melarikan diri dari Gunung Biru saat TNI menggelar latihan PPRC lalu dihadang kepolisian di Kabuaten Parigi Mutong," ujar Joni.

Pemulihan rasa aman ini, katanya, merupakan kebutuhan pokok rakyat di Poso Pesisir, karena itu ia berharap, setelah latihan tempur PPRC, TNI dan Polri tetap hadir untuk bersama-sama rakyat menjaga situasi aman ini agar tetap langgeng.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola pun menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada TNI dan Polri atas pengabdian mereka dalam menjaga dan memulihkan keamanan di Poso.

"Poso bakal menjadi daerah yang maju pesat karena kekayaan alamnya yang besar bila kondisi keamanan dan ketenteraman bisa terjamin. Investor akan mau masuk dan ekonomi bisa menggeliat lagi," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Tentara BAIS TNI yang Siram Air Keras ke Andrie Yunus Diduga 'Double Agent'

4 Tentara BAIS TNI yang Siram Air Keras ke Andrie Yunus Diduga 'Double Agent'

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:23 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12 WIB

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:32 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:14 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Terkini

Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK

Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:53 WIB

Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen

Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:45 WIB

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:37 WIB

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:54 WIB

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB