Komplotan Penjahat Ketagihan Culik Keluarga Thalib Abbas

Siswanto, Nikolaus Tolen

Selasa, 21 April 2015 | 06:27 WIB
Komplotan Penjahat Ketagihan Culik Keluarga Thalib Abbas
Pengusaha Thalib Abbas (kopiah putih) (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya mendalami motif komplotan penjahat menculik pengusaha asal Lenteng Agung, Thalib Abbas. Penyidik tak lekas percaya dengan pengakuan sebagian pelaku yang mengatakan latar belakang mereka melakukan aksi adalah soal hutang piutang.

"Memang dari pengakuan pelaku, bahwa itu terkait hutang piutang, tetapi itukan baru dari pelaku, kita akan tetap mendalaminya," kata Komisaris Besar Heru Pranoto di Jakarta Selatan, Senin (20/4/2015).

Heru mengungkapkan peristiwa penculikan di keluarga Thalib ternyata sudah dua kali terjadi. Yang pertama menimpa anak Thalib, Kemal. Ketika itu, pelaku minta uang tebusan Rp2 miliar dan dikabulkan. Karena ketakutan, keluarga memenuhi permintaan mereka dan hal itu tidak dilaporkan polisi.

Setelah aksi pertama berhasil, rupanya pelaku ketagihan. Mereka kembali beraksi. Kali ini sasarannya Thalib. Thalib diculik dari rumahnya di Cluster de Hill, Jalan Camat Gabun II RT4/8, Nomor B-10, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4/2015) sekitar pukul 21.00 WIB.

Komplotan juga meminta uang tebusan sebesar Rp400 juta. Namun, keluarga hanya mampu mentransfer ke rekening pelaku sebesar Rp5 juta.

"Sebelumnya Kemal pernah ditangkap dan minta tebusan Rp2 miliar, ini yang kedua, karena tidak berhasil mereka terus meminta uang kepada keluarga dengan jaminan korban," kata Heru.

Karena keluarga tidak kuat menanggung masalah, pada Jumat (17/4/2015), kasus ini dilaporkan polisi oleh anak kandung korban, Lutfina Maharani.

Polisi pun membentuk tim khusus dan Pada hari Minggu (19/4/2015), berhasil menemukan lokasi penyekapan di Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Saat ditemukan polisi, tangan Thalib masih dalam keadaan terikat dan mata ditutup dengan kain.

Enam dari delapan pelaku sudah ditangkap, dua buron. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto dua pelaku yang masih buron merupakan oknum TNI. Semua pelaku memiliki peran masing-masing dalam kasus penculikan ini.

Pelaku berinisial MAM berperan menyuruh melakukan penagihan hutang kepada anak kandung Thalib.

Pelaku berinisial DDQ berperan merencanakan aksi penculikan dan penyekapan. Kemudian, dia juga merekrut pelaku lainnya serta menyiapkan alat berupa rantai, gembok, dan borgol serta rekening bank.

Pelaku berinisial S alias D berperan sebagai penjaga korban saat disekap. Merekalah yang mengikat kedua tangan korban.

Pelaku berinisial THM dan ED menjaga korban saat disekap dan yang mencari vila di Anyer, Banten.

Pelaku berinisial S alias J mengajak dua pelaku lainnya yang masing-masing berinisial P dan M ikut menjemput korban. Mereka memasukkan Thalib dengan paksa ke dalam mobil. Mereka mendapat imbalan Rp8 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

'Adik Dibawa Ibu-ibu Jahat', Jerit Pilu Bocah Korban Penculikan di Jakbar yang Ditinggal di Jalanan

'Adik Dibawa Ibu-ibu Jahat', Jerit Pilu Bocah Korban Penculikan di Jakbar yang Ditinggal di Jalanan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Mencekam, 60 Jemaah Masjid Diculik Saat Salat, Dibawa Masuk ke Hutan

Mencekam, 60 Jemaah Masjid Diculik Saat Salat, Dibawa Masuk ke Hutan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan

Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Polisi Tutup Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Polisi Tutup Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jesslyn Wijaya Masih Tak Bisa Dihubungi, Calon Suami Lapor ke Komnas Perempuan

Jesslyn Wijaya Masih Tak Bisa Dihubungi, Calon Suami Lapor ke Komnas Perempuan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:12 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Atlet Golf Perempuan Jesslyn Wijaya Diduga Jadi Korban Penculikan di Restoran Jakarta

Atlet Golf Perempuan Jesslyn Wijaya Diduga Jadi Korban Penculikan di Restoran Jakarta

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:33 WIB

Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan

Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Kebakaran Landa 14 Rumah di Tamansari Jakbar, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Kebakaran Landa 14 Rumah di Tamansari Jakbar, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor

Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor

Bogor | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma

Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Cara Membuat SKCK Online Lewat HP, Cek Syarat dan Biayanya

Cara Membuat SKCK Online Lewat HP, Cek Syarat dan Biayanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Apakah Boleh setelah Night Cream Pakai Sleeping Mask? Ini Urutannya

Apakah Boleh setelah Night Cream Pakai Sleeping Mask? Ini Urutannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:12 WIB

×