Kerja Sama Maritim Indonesia-Cina Perlu Senantiasa Dikontrol

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 23 Mei 2015 | 04:33 WIB
Kerja Sama Maritim Indonesia-Cina Perlu Senantiasa Dikontrol
Ilustrasi sejumlah prajurit TNI-AL saat berada di atas kapalnya di Pelabuhan Tanjung Priok. [Antara]

Suara.com - Kerja sama di bidang kemaritiman antara Indonesia dengan Cina, dinilai memerlukan kontrol agar tetap menjaga kedaulatan negara. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno.

"Bentuk hubungan diplomatik, serta kerja samanya (Indonesia-Cina), tidak perlu berlebihan. Biasa saja," kata Arif, saat memaparkan materi bertema "Peluang Kerja Sama Kemaritiman di Kawasan Asia Afrika", dalam Lokakarya Forum Komunikasi Kelitbangan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (22/5/2015).

Indonesia, kata Arif pula, selama ini memiliki politik bebas aktif. Hal itu menurutnya tidak hanya masuk di ranah diplomasi, melainkan juga harus masuk dalam berbagai pertimbangan sejumlah program nasional.

Menurut Arif, kendati pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pada penguatan kemaritiman, maksimalisasi pembangunan infrastruktur di bidang kemaritiman misalnya pelabuhan, tidak perlu mengandalkan negara lain. Cina sendiri menurutnya, pernah membantu proyek reklamasi untuk pembangunan pelabuhan di Sri Lanka senilai USD1,43 miliar dolar. Namun akhirnya sepertiga pelabuhan itu malah digunakan untuk pelabuhan kapal-kapal perang Cina.

Dengan contoh kasus tersebut, Arif mengaku bermaksud mengingatkan, agar kedaulatan negara tetap diutamakan dalam kerja sama di sektor maritim. Termasuk misalnya dalam rencana pembangunan 24 pelabuhan inti sebagai Tol Laut, seperti yang akan dimulai di Sorong, Papua Barat.

"Apalagi kita kan sudah memiliki pengalaman Freeport. Tentu kita tidak ingin itu terulang lagi," tuturnya.

Selain itu, menurut Arif lagi, Cina sendiri sejak lama memiliki misi untuk mengontrol lalu lintas di Samudera Hindia, selain juga menguasai Laut Cina Selatan. Makanya salah satu caranya diyakini adalah dengan memiliki pangkalan-pangkalan atau pelabuhan di negara lain di Asia-Pasifik.

Yang jelas, menurut Arif pula, meskipun pembangunan maritim membutuhkan kerja sama dengan investor asing, namun persentase terbesar jangan sampai malah dikuasai investor asing.

"Ya, kalau bisa kita bangun sendiri, kenapa tidak," tandasnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sesumbar Soal Poros Maritim, Jokowi Diminta Bangun Industri Kapal

Sesumbar Soal Poros Maritim, Jokowi Diminta Bangun Industri Kapal

News | Senin, 11 Mei 2015 | 01:58 WIB

Terkini

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

News | Senin, 28 September 2026 | 19:51 WIB

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:42 WIB

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:41 WIB

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 19:38 WIB

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:36 WIB

×