Citilink Masih Selidiki Penyebab Tergelincirnya Pesawat di Padang

Liberty Jemadu

Senin, 03 Agustus 2015 | 07:42 WIB
Citilink Masih Selidiki Penyebab Tergelincirnya Pesawat di Padang
Ilustrasi pesawat milik maskapai Citilink (Antara).

Suara.com - Maskapai Citilink Indonesia masih menelusuri penyebab tergelincirnya pesawat dengan nomor penerbangan QG 970 di Bandara Internasional Minangkabau, Padang pada Minggu (2/8/2015) malam pukul 19.30 WIB.

"Mengenai penyebab pesawat tergelincir masih kita cari tahu namun saat itu yang kita tahu kondisinya cuaca sedang terjadi hujan lebat," kata Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/8/2015).

Albert mengatakan sudah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari tahu penyebab yang sesungguhnya.

"Menyinggung soal ban pesawat yang pecah, hingga kini masih dicari tahu, namun belum ada laporan yang menyebutkan adanya kerusakan fatal," katanya.

Dia menyatakan seluruh penumpang selamat, meskipun terdapat dua penumpang yang mengalami "shock " ringan.

"Kita sudah bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," katanya.

Albert mengatakan sejauh ini tidak ada penumpang maupun pilot dan awak kabin yang terluka dalam kejadian tersebut, sedangkan kondisi pesawat dengan nomor registrasi PK-GQG itu sedang diupayakan untuk ditarik agar tidak menganggu aktivitas penerbangan lainnya.

Pesawat jenis Airbus A320 itu membawa 174 penumpang dewasa, seorang anak, dan tiga orang bayi (total 178 penumpang) dan dipiloti Kapten Berry P Sinaga dan tiga orang kru pesawat. Saat ini, lanjut dia, penumpang sudah berada di dalam terminal dalam keadaan selamat.

Sementara itu, bandara setempat tengah berupaya keras agar badan pesawat ditarik keluar jalur landasan ancang agar aktivitas penerbangan normal.

Albert mengatakan Manajemen Citilink juga belum memutuskan untuk menunda atau melanjutkan penerbangan dari dan menuju padang karena masih menunggu perkembangan hingga Senin dini hari.

Namun, menurut PT Angkasa Pura II, dampak dari kejadian tersebut adalah operasional landasan pacu Bandara Internasional Minangkabau dihentikan sementara, menunggu keputusan lebih lanjut dari Otoritas Bandara dan Airnav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas penerbangan.

Dengan demikian tiga penerbangan dari Padang tujuan Jakarta oleh Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air, mengalami penundaan keberangkatan dari jadwal semula. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Citilink Tanggung Pengobatan 174 Korban Pesawat Tergelincir

Citilink Tanggung Pengobatan 174 Korban Pesawat Tergelincir

News | Minggu, 02 Agustus 2015 | 23:01 WIB

Begini Kondisi Penumpang Citilink Setelah Tergelincir di Padang

Begini Kondisi Penumpang Citilink Setelah Tergelincir di Padang

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 05:01 WIB

Citilink Tergelincir di Bandara Minangkabau Padang

Citilink Tergelincir di Bandara Minangkabau Padang

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 04:40 WIB

Pesawat Jatuh di Bandara Inggris Menimpa Belasan Mobil

Pesawat Jatuh di Bandara Inggris Menimpa Belasan Mobil

News | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 01:30 WIB

Tebaran Abu Gunung Raung Batalkan 30 Penerbangan Citilink

Tebaran Abu Gunung Raung Batalkan 30 Penerbangan Citilink

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 19:25 WIB

Helikopter Medis Jatuh di Colorado

Helikopter Medis Jatuh di Colorado

News | Sabtu, 04 Juli 2015 | 08:41 WIB

Bayi 8 Bulan Bertahan 5 Hari di Hutan Setelah Kecelakaan Pesawat

Bayi 8 Bulan Bertahan 5 Hari di Hutan Setelah Kecelakaan Pesawat

News | Jum'at, 26 Juni 2015 | 04:50 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×