Kuburan Dibongkar, Jenazah Sekretaris Dirut XL Masih Utuh

Siswanto, Tri Setyo

Jum'at, 07 Agustus 2015 | 19:23 WIB
Kuburan Dibongkar, Jenazah Sekretaris Dirut XL Masih Utuh
Polda Metro Jaya dan Polres Garut membongkar makam Sekretaris Direktur XL Hayriantira alias Rian di TPU Cibunar, Garut, Jawa Barat, Jumat (7/8/2015). [suara.com/Tri Setyo]

Suara.com - Ibunda Hayriantira alias Rian, Rukmila, sudah mendapatkan firasat sebelum kabar buruk datang. Rukmila merasa pernah didatangi Rian ketika sedang salat. Rian bekerja sebagai Sekretaris Direktur Utama XL, dia menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh teman dekat berinisial AW.

Firasat buruk yang diterima Rukmila disampaikan oleh Yeni Rumiyati. Yeni adalah kerabat Rian.

"Katanya ini mamahnya pernah merasa didatangi Rian pas salat. Selain pas salat, katanya dia pernah dimimpiin Rian," kata Yeni di tempat pemakaman umum Cibunar, Garut, Jawa Barat, Jumat (7/8/2015).

Hari ini, kuburan Rian dibongkar oleh polisi. Tujuannya, pengambilan DNA untuk kepentingan penyidikan kasus pembunuhan Rian. Pembongkaran ini sudah diizinkan keluarga.

"Ya mungkin ya firasat ya, namanya ibu sama anak. Pasti kan ikatan emosionalnya kuat," kata Yeni.

Rukmila sendiri menangis terus saat proses pembongkaran kuburan.

Ia tidak mau menjawab pertanyaan wartawan.

Menurut pengamatan Suara.com, setelah jenazah Rian berhasil diangkat ke permukaan tanah, tubuhnya masih terlihat utuh.

Setelah diangkat, tim Labfor Polda Metro Jaya dan Polres Garut langsung memasukkannya ke peti berwarna putih.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan polisi akan mengambil bagian tulang iga Rian untuk mencocokkan DNA dengan keluarga.

"Untuk korban sendiri, akan diambil sebagian tulang iganya, untuk dicocokkan DNA nya. Kita akan kirim ke Labfor," kata dia.

Rian sebelumnya dilaporkan hilang pada April 2015 karena sejak November 2014 keluarga tak tahu kabarnya.

Dari hasil penelusuran polisi, kasus terungkap. Rian ternyata menjadi korban pembunuhan yang dilakukan AW pada Kamis (30/10/2014) di Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat.

Kepada polisi, AW mengaku membunuh Rian karena tersinggung dibilang homo dan memiliki kemaluan kecil. Tapi, polisi tak lekas percaya.

Dari hasil pemeriksaan berikutnya, diketahui, AW berusaha menghilangkan jejak dengan mengambil ponsel korban usai membunuh.

Menurut keterangan polisi, usai membunuh, AW juga mengambil beberapa barang berharga, termasuk mobil dan BPKB di showroom dengan surat kuasa palsu. Ini yang menguatkan dugaan, motif pembunuhan ini mengarah ke pembunuhan berencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Sekretaris Dirut XL Terancam Pasal Pembunuhan Berencana

Pembunuh Sekretaris Dirut XL Terancam Pasal Pembunuhan Berencana

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 17:52 WIB

Polisi: Pembunuh Sekretaris Direktur XL Bawa Lari Harta Korban

Polisi: Pembunuh Sekretaris Direktur XL Bawa Lari Harta Korban

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 14:22 WIB

Makam Sekretaris Direktur XL Dibongkar, Ibunda Histeris

Makam Sekretaris Direktur XL Dibongkar, Ibunda Histeris

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 14:13 WIB

Polisi: Keterangan Pembunuh Sekretaris Direktur XL Berubah-ubah

Polisi: Keterangan Pembunuh Sekretaris Direktur XL Berubah-ubah

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 12:22 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×