Pengungsi Sinabung Nekat Masuki Kawasan Berbahaya

Ardi Mandiri

Minggu, 09 Agustus 2015 | 11:26 WIB
Pengungsi Sinabung Nekat Masuki Kawasan Berbahaya
Sinabung Luncurkan Lahar Panas

Suara.com - Sebagian pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang tinggal di lokasi pengungsian di Kabanjahe masih ada yang berbuat nekat dengan cara memasuki daerah berbahaya yang sudah dinyatakan dilarang pemerintah setempat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Jhonson Tarigan dihubungi, Minggu (9/8/2015), mengatakan daerah yang dilarang itu, yakni memasuki desa, rumah pengungsi dan areal persawahan/perkebunan yang hanya berjarak 4-5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung.

Padahal, menurut dia, Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejak 2 Juni 2015 pukul 23.00 WIB mengeluarkan pengumuman bahwa status Gunung Sinabung naik dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas), "Ini merupakan imbauan kepada warga yang berada di zona merah atau radius 7 kilometer Selatan-Tenggara dari Gunung Sinabung itu, agar meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat tinggal yang lebih aman," ujar Jhonson.

Dia menyebutkan, warga yang sering pulang ke desa itu, harus dilarang dan dicegah, karena dikhawartirkan dapat mengancam keselamatan mereka.

Bahkan, Pemkab Karo, aparat keamanan TNI-AD, Polri dan instansi terkait lainnya sudah sering mengingatkan para pengungsi Sinabung itu agar tidak kembali ke desanya.

Namun, himbauan tersebut tidak pernah ditanggapi pengungsi Sinabung dan mereka tetap pulang ke rumahnya melalui jalan alternatif lain.

"Kalau melalui jalan utama untuk pulang ke desa dipasang portal terbuat dari kayu dan dijaga aparat keamanan, sehingga warga tidak dibenarkan masuk," kata mantan Humas Pemkab Karo itu.

Jhonson menambahkan, alasan warga pulang ke rumahnya pada siang hari, untuk melihat kebun dan rumah mereka yang sudah lama ditinggalkan "Kemudian, pada sore harinya mereka kembali pulang ke Posko Penampungan di Kabanjahe," katanya.

Data yang diperoleh, jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung tercatat sebanyak 11.114 jiwa atau 3.152 kepala keluarga (KK) dan masih ditempatkan di 10 lokasi penampungan di Kabanjahe.

Ke-10 lokasi pengungsian itu, yakni Jambur Lau Buah Batu, Paroki Gereja Katolik Kabanjahe, Gedung Serbaguna KNPI Kabanjahe, Gedung Serbaguna GBKP Kabanjahe, Jambur Sempajaya, Gudang Jeruk Surbakti, Jambur Tongkoh, Jambur Korpri, Jambur Tanjung Mbelang, dan GPDI Ndokum.

Selain itu, penduduk yang telah diungsikan itu berasal dari 11 desa, yakni Desa Gurukinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, Berastepu, Desa Jaraya, Desa Kutatengah, Desa Sigarang-garang, Desa Mardingding, Desa Kutagugung, dan Desa Kutarayat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesona Kebun Anggur di Bawah Kaki Gunung Sinabung, Bisa PP dari Medan!

Pesona Kebun Anggur di Bawah Kaki Gunung Sinabung, Bisa PP dari Medan!

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Jakarta 2026, 245 Ribu Kursi Gratis Tanpa Biaya

Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Jakarta 2026, 245 Ribu Kursi Gratis Tanpa Biaya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:03 WIB

Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai

Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:54 WIB

Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna

Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan

Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:36 WIB

Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri

Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS

Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:26 WIB

Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian

Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:25 WIB

Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:23 WIB

Buntut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN

Buntut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:17 WIB