Pansel Pastikan Capim KPK yang Lolos Tak Berstatus Tersangka

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 07:41 WIB
Pansel Pastikan Capim KPK yang Lolos Tak Berstatus Tersangka
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengikuti wawancara terbuka di hadapan Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK, Jakarta, Selasa (25/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) tengah menilai hasil seleksi peserta Capim KPK tahap keempat. Akan ada 8 nama yang diloloskan.

Kedelapan nama ini akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo. Nama yang ada dipastikan bebas dari capim yang dijadikan tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

"Pasti (yang lolos) bersih dong. Kita sudah keluarkan (yang tersangka ). Itu juga penilaiannya banyak. Nama itu kita pastikan nggak masuk dalam nama yang kita loloskan," kata Ketua Pansel KPK Destry Damayanti saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2015) malam.

Menurut Perempuan yang pakar di bidang ekonomi tersebut, hingga saat ini Pansel masih menggodok 8 nama yang rencana akan diserahkan ke Presiden 31 Agustus mendatang. Dia enggan membeberkan waktu daftar delapan nama ini selesai dibuat Pansel.

"Saya nggak bisa informasikan karena itu bukan kewenangan kami. Itu kewenangan Presiden untuk umumkan. Kita hanya serahkan, yang umumkan Presiden," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso mengatakan salah satu capim KPK telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka baru dilakukan beberapa dua hari lalu.

"Kalau tidak salah, ada dua hari lalu sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik saya," kata Buwas, Jumat siang.

Namun, Budi tidak mau memberi tahu siapa calon yang sudah jadi tersangka dan kasus apa yang menimpanya. Yang pasti, kata dia, hal ini sudah disampaikan ke Pansel KPK. Dia juga tak bisa memastikan, apakah sang tersangka berada di 19 calon yang tersisa diseleksi wawancara tahap akhir seleksi capim KPK ini. Namun, orang ini berada penelusuran 48 capim pada tahap sebelumnya.

"Saya tidak tahu yang 19 itu siapa saja, ya. Yang jelas, catatannya tentang 48 orang itu sudah kami serahkan ke Pansel," kata Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pansel Harus Hati-hati, DPR Siap Sikat Capim KPK Tersangka

Pansel Harus Hati-hati, DPR Siap Sikat Capim KPK Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:24 WIB

Capim KPK Jadi Tersangka, Pansel Diminta Segera Temui Kabareskrim

Capim KPK Jadi Tersangka, Pansel Diminta Segera Temui Kabareskrim

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:08 WIB

Pansel Pastikan Tak Loloskan Satu Capim KPK yang Jadi Tersangka

Pansel Pastikan Tak Loloskan Satu Capim KPK yang Jadi Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 17:42 WIB

Komisi III DPR Desak Bareskrim Umumkan Nama Capim KPK Tersangka

Komisi III DPR Desak Bareskrim Umumkan Nama Capim KPK Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 17:35 WIB

Pansel KPK Jangan Sekali-sekali Abaikan Masukan

Pansel KPK Jangan Sekali-sekali Abaikan Masukan

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 17:02 WIB

Budi Waseso Sebut Dari 48 Capim KPK, Ada Satu yang Jadi Tersangka

Budi Waseso Sebut Dari 48 Capim KPK, Ada Satu yang Jadi Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 16:43 WIB

Terkini

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:21 WIB

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB