Pansel Harus Hati-hati, DPR Siap Sikat Capim KPK Tersangka

Siswanto | Tri Setyo | Suara.com

Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:24 WIB
Pansel Harus Hati-hati, DPR Siap Sikat Capim KPK Tersangka
Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Anggota Komisi III DPR Desmond Mahesa mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang langsung menetapkan satu dari 19 calon pimpinan KPK menjadi tersangka.

"Yah bagus itu, berarti Polri kan sudah menjalankan tugasnya dengan baik," kata Desmond saat dihubungi Suara.com, Jumat (28/8/2015).

Desmond mengimbau kepada tim Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK untuk lebih berhati-hati dalam memberikan penilaian. Karena menurutnya, DPR telah memberi mengingatkan agar pansel benar-benar menelisik calon.

"Kita kan juga sudah mengimbau pansel ini supaya benar-benar teliti cari, cari rekam jejak para capim ini. Kalau sudah begini, kalau mereka disebut kecolongan ya nggak mau," tambahnya.

Politisi Gerindra ini menambahkan DPR tidak akan menolerir siapa pun calon bermasalah. Ia juga akan melihat latar belakang nama kandidat yang nanti akan diserahkan ke DPR.

"Kita akan lihat juga nanti nama-namanya (capim) yang akan diserahkan ke kita. Andaikata mencurigakan, walau dia dari titipan pihak yang berkuasa ya tetap tidak bisa," kata dia.

Pansel calon pimpinan KPK mengakui ada satu calon pimpinan KPK yang sudah ditetapkan Bareskrim Polri menjadi tersangka.

"Iya benar, kita sudah tahu, ada di antara 19 nama tersebut," kata juru bicara Tim Pansel KPK Betti Alisjahbana.

Kandidat yang dijadikan tersangka tersebut adalah yang telah seleksi tahap keempat atau tahap wawancara pada tanggal 24-26 Agustus 2015.

Tapi, Betti tidak mau menyebut siapa nama capim KPK yang jadi tersangka tersebut.

"Tapi saya tak bisa sebutkan kasus maupun nama orangnya, saya juga tidak bisa sebutkan orangnya dari kalangan mana," kata Betti.

Sebelumnya, Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso mengungkapkan ada seorang calon pemimpin KPK yang sudah berstatus tersangka. Dia terjerat kasus pidana. Orang tersebut termasuk dalam 48 capim KPK yang rekam jejaknya pernah ditelusuri Bareskrim Polri.

Bareskrim berharap agar Pansel KPK mempertimbangkan hasil penelusuran Bareskrim agar kelak tidak ada masalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Capim KPK Jadi Tersangka, Pansel Diminta Segera Temui Kabareskrim

Capim KPK Jadi Tersangka, Pansel Diminta Segera Temui Kabareskrim

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:08 WIB

Pansel Pastikan Tak Loloskan Satu Capim KPK yang Jadi Tersangka

Pansel Pastikan Tak Loloskan Satu Capim KPK yang Jadi Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 17:42 WIB

Komisi III DPR Desak Bareskrim Umumkan Nama Capim KPK Tersangka

Komisi III DPR Desak Bareskrim Umumkan Nama Capim KPK Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 17:35 WIB

Satu Capim KPK Jadi Tersangka, Pansel Tak Mau Disebut Kecolongan

Satu Capim KPK Jadi Tersangka, Pansel Tak Mau Disebut Kecolongan

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 17:27 WIB

Pansel Akui Capim KPK yang Jadi Tersangka Masuk Daftar 19 Nama

Pansel Akui Capim KPK yang Jadi Tersangka Masuk Daftar 19 Nama

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 17:11 WIB

Terkini

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB