Korupsi Jadi Ancaman Jelang Bonus Demografi dan MEA

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 22 September 2015 | 19:34 WIB
Korupsi Jadi Ancaman Jelang Bonus Demografi dan MEA
Agus Santoso. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Indonesia akan menghadapi bonus demografi di tahun 2020. Dalam 5 tahun ke depan banyak tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia.

Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso menelisik permasalahan jelang bonus demografi itu. Menurutnya bonus demografi harus disikapi sangat serius oleh seluruh komponen masyarakat.

Pendidikan rendah rata-rata anak Indonesia membuat Indonesia sulit bersaing dalam era masyarakat ekonomi ASEAN.

"Kedudukan apa yang akan diperoleh oleh mereka yang kebanyakan berpendidikan kelas 2 SMP pada lapangan kerja yang sangat kompetitif ini?" tanya Agus dalam acara 'Inspiring Teacher' yang digelar PSAK-SA (Pusat Studi Aksi Kependudukan-SA) dan SMA Yasporbi di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Agus yang juga Dewan Pakar di PSAK-SA mengatakan korupsi menjadi 'penghalang' perjalanan menuju bonus demografi itu. Yang perlu disoroti di antaranya korupsi dana pendidikan.

"Korupsi dana pendidikan cukup tinggi, misalnya dana BOS, pembangunan Laboratorium, pengadaan buku, pembangunan fasiliras sekolah. Untuk mengawal bonus demografi yang berkualitas, maka pencegahan dan pemberantasan korupsi di sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama kita," jelas dia.

Lainnya, upaya pencegahan perlu dilakukan pada pengadaan barang-barang kesehatan. Begitu juga pembangunan rumah sakit.

"Hanya karena anak-anak tidak lengkap mendapat vaksinasi sehingga rentan terkena pentakit atau cepat menurun kesehatannya sebelum usia pensiun, selain tentunya berpengaruh pula terhadap rata-rata harapan hidup," kata dia.

Bonus demografi merupakan keadaan di mana jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada usia tua ataupun yang baru lahir. Saat itu jumlah penduduk usia produktif mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk.

Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus 2010 adalah 237,64 juta jiwa. Dari jumlah itu, 157,05 juta jiwa berada di usia produktif yaitu 15-64 tahun. Dalam keadaan itu usia tenaga kerja melimpah. Bayangkan jika semua orang ini menjadi tenaga kerja andal, wah negeri ini akan cepat melejit. Contoh negara yang berhasil memanfaatkan bonus demografi ialah Cina dan Korsel.

Agus mengatakan negara harus ambil bagian dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di sektor pendidikan dan kesehatan. Sehingga anak-anak yang akan menjadi bagian dari keadaan bonus demografi bisa mendapat pendidikan layak dan bersaing di era MEA 5 tahun mendatang. Meski MEA akan dimulai tahun depan.

"Hanya dengan membangun generasi muda yang terdidik dan sehat maka bonus demografi di dua dekade ini mampu bersaing di pasar kerja MEA dan internasional. Sehingga tenaga kerja Indonesia bisa menjadi tuan di negerinya sendiri," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MEA Diminta Gunakan Bahasa Melayu

MEA Diminta Gunakan Bahasa Melayu

Bisnis | Senin, 15 Juni 2015 | 01:41 WIB

APTISI: Bekal Teori Tak Cukup untuk Mahasiswa Bisa Bekerja

APTISI: Bekal Teori Tak Cukup untuk Mahasiswa Bisa Bekerja

News | Kamis, 04 Juni 2015 | 12:58 WIB

Akankah Buruh Lokal Tersingkir di Era MEA?

Akankah Buruh Lokal Tersingkir di Era MEA?

News | Jum'at, 29 Mei 2015 | 07:00 WIB

Menteri Susi: Saat MEA, Manfaatkan Potensi Laut

Menteri Susi: Saat MEA, Manfaatkan Potensi Laut

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 13:05 WIB

Wapres: Tanpa Kualitas Bonus Demografi Justru Jadi Beban

Wapres: Tanpa Kualitas Bonus Demografi Justru Jadi Beban

Bisnis | Senin, 20 April 2015 | 12:58 WIB

Terkini

Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal

Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Novel Playing Victim, Skenario Palsu yang Berujung Pertaruhan Nyawa

Ulasan Novel Playing Victim, Skenario Palsu yang Berujung Pertaruhan Nyawa

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:00 WIB

Apa Kelebihan Sunscreen Spray Dibandingkan dengan Sunscreen Krim? Ini 4 Alasannya

Apa Kelebihan Sunscreen Spray Dibandingkan dengan Sunscreen Krim? Ini 4 Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:58 WIB

Prabowo Siap Laksanakan 3 Rekomendasi Ijtima Ulama, dari Meritokrasi sampai NU

Prabowo Siap Laksanakan 3 Rekomendasi Ijtima Ulama, dari Meritokrasi sampai NU

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:57 WIB

Cari Dana Segar Buat Produksi Film dan Ekspansi, Emiten RAAM Mau Siapkan Rights Issue

Cari Dana Segar Buat Produksi Film dan Ekspansi, Emiten RAAM Mau Siapkan Rights Issue

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:49 WIB

Niatnya Self-Love, Kok Malah Insecure? Ini Jebakan di Balik Main Character Energy

Niatnya Self-Love, Kok Malah Insecure? Ini Jebakan di Balik Main Character Energy

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:42 WIB

Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:36 WIB

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:34 WIB

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:30 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Lampung | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:23 WIB

×