Cina Pecat 249 Pejabat Malas

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 29 September 2015 | 15:57 WIB
Cina Pecat 249 Pejabat Malas
Perdana Menteri Cina Li Keqiang. (Reuters)

Suara.com - Pemerintah Cina menghukum sebanyak 249 pejabatnya karena malas. Mereka dinilai hanya menghabiskan dana pemerintah, menunda proyek dan menduduki tanah negara.

Reuters melansir saat ini Cina tegah memerangi perilaku korup pejabatnya. Dari ratusan pejabat itu, kebanyakan mereka ada di 24 provinsi. Mereka dipecat dan dihukum penurunan pangkat jabatan.

"Tujuan dari hukuman terhadap pejabat tersebut adalah untuk meningkatkan kerja dan mengatasi kemalasan dalam pemerintah dan tidak berbuat apa-apa. Ini untuk memastikan bahwa target pembangunan ekonomi tahun ini berada dalam jalur yan benar," kata salah seorang pejabat Cina yang tak ingin disebut namanya.

Ekonomi Cina sepanjang 2015 berada dalam kondisi paling lambat. Menukiknya pasar saham negara itu serta kebijakan devaluasi yuan secara mengejutkan dan mengguncang pasar global menimbulkan keraguan atas kemampuan pemerintah untuk menangani masalah ekonomi.

Reuters mencatat hingga akhir Agustus 2015 pemerintah menarik anggaran tidak terpakai. Jumlahnya mencapai 296 miliar yuan (46,5 miliar dolar AS). Dana tersebut sudah dialihkan untuk proyek pembangunan darurat dan meningkatkan kehidupan masyarakat.

Sementara sebelumnya, Perdana Menteri Cina Li Keqiang berulangkali mengecam para pejabat yang dianggap malas dalam menjalankan arahan pemerintah pusat karena takut menjadi incaran badan anti korupsi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 09:49 WIB

Perempuan Berjilbab Jadi Simbol Ekstrimis di Xinjiang

Perempuan Berjilbab Jadi Simbol Ekstrimis di Xinjiang

News | Kamis, 24 September 2015 | 13:43 WIB

Komisi I Dukung Perbaikan Natuna, Anggarannya Capai Rp450 Miliar

Komisi I Dukung Perbaikan Natuna, Anggarannya Capai Rp450 Miliar

News | Senin, 21 September 2015 | 20:26 WIB

Laut Cina Selatan Panas, Landasan Pulau Natuna Harus Diperbaiki

Laut Cina Selatan Panas, Landasan Pulau Natuna Harus Diperbaiki

News | Senin, 21 September 2015 | 17:12 WIB

Konflik Cina dan AS, Rizal Ramli: Indonesia Jadi Pendamai Saja

Konflik Cina dan AS, Rizal Ramli: Indonesia Jadi Pendamai Saja

News | Rabu, 16 September 2015 | 17:23 WIB

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tuntutan Buruh

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tuntutan Buruh

DPR | Senin, 14 September 2015 | 17:37 WIB

Warga Bidara Cina Minta Ganti Rp25 Juta Permeter, Ini Kata Ahok

Warga Bidara Cina Minta Ganti Rp25 Juta Permeter, Ini Kata Ahok

News | Jum'at, 11 September 2015 | 15:02 WIB

Dibayangi Deflasi, Harga Komoditas di Cina Turun

Dibayangi Deflasi, Harga Komoditas di Cina Turun

Bisnis | Kamis, 10 September 2015 | 11:15 WIB

Relokasi Warga Bidara Cina Dilakukan Oktober

Relokasi Warga Bidara Cina Dilakukan Oktober

News | Kamis, 10 September 2015 | 07:17 WIB

Cina Nyatakan Tak Lanjutkan Devaluasi Yuan

Cina Nyatakan Tak Lanjutkan Devaluasi Yuan

Bisnis | Rabu, 09 September 2015 | 17:45 WIB

Terkini

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:20 WIB

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB