Tolak Revisi UU KPK, Ahok: Buat Apa Direvisi, KPK Sudah Baik, Kok

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 08 Oktober 2015 | 17:36 WIB
Tolak Revisi UU KPK, Ahok: Buat Apa Direvisi, KPK Sudah Baik, Kok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ketika mencoba permainam majo (main jodoh) setelah membuka Seminar 'Saya, Perempuan Anti Korupsi' di Balai Kota DKI Jakarta. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut menolak rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi masuk Prolegnas tahun 2015.

"Buat apa direvisi? Kenapa mesti revisi, kan sudah baik saja kok KPK," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Ahok bercerita kenapa awalnya lembaga antirasuah dibentuk. KPK dibentuk lantaran kualitas Polri dan kejaksaan tidak bagus, terutama dalam memberantas korupsi.

"Dulu kenapa reformasi kita bentuk, itu karena kita nggak percaya institusi kejaksaan dan Polri. Kalau polisi dan jaksa makin baik bila perlu satu tahun juga sudah tidak ada KPK. Tidak butuh KPK," kata Ahok.

"Kalau anda batasin 12 tahun, tapi institusi kejaksaan dan Polri belum baik bagaimana? Berarti kita mengkhianati perjuangan reformasi dulu dong," Ahok menambahkan.

Negara-negara maju, seperti Hongkong, kata Ahok, membutuhkan lembaga seperti KPK untuk memberantas korupsi.

Untuk itu, Ahok menegaskan keinginan segelintir anggota DPR merevisi KPK tidak relevan, apalagi sampai mengusulkan usia KPK hanya 12 tahun sejak revisi diundangkan.

"Saya kira kebutuhan ad hoc kalau 12 tahun belum bisa diandalkan yang lain? Hongkong sampai sekarang masih terus. Jadi saya kira bukan patokan itu (angka). Lalu kenapa kita bentuk komisi-komisi karena tidak percaya pada institusi yang asli kan? Harusnya kan itu kerjaan Kejaksaan dan Kepolisian," kata Ahok.

Dalam draft RUU tentang revisi UU KPK yang dibagikan kepada anggota Badan Legislasi DPR dalam Rapat Pleno Baleg, Selasa (6/10/2015), antara lain menyebutkan pembatasan usia KPK selama 12 tahun yang tertuang dalam Pasal 5.

Dalam draft revisi juga disebutkan, KPK hanya dapat melakukan penyadapan setelah ada bukti permulaan yang cukup dan dengan izin ketua pengadilan negeri. KPK juga hanya dapat mengusut kasus korupsi dengan kerugian negara di atas Rp50 miliar dan tidak boleh melakukan penuntutan.

Revisi UU KPK sesungguhnya masuk dalam Prolegnas 2016 dan menjadi inisiatif pemerintah, tetapi sekarang diusulkan masuk menjadi RUU Prioritas Prolegnas 2015 dan menjadi inisiatif DPR.

Fraksi yang mengusulkan agar revisi UU KPK masuk Prolegnas 2015 dan menjadi inisiatif DPR yaitu Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Nasdem, Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi Hanura, dan Fraksi PKB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sindir DPR, LSM Aksi Peletakan Batu Pertama Proyek Museum KPK

Sindir DPR, LSM Aksi Peletakan Batu Pertama Proyek Museum KPK

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 16:06 WIB

Fadli Zon Pimpin GOPAC, DPR Harusnya Terdepan Berantas Korupsi

Fadli Zon Pimpin GOPAC, DPR Harusnya Terdepan Berantas Korupsi

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 14:44 WIB

Usulan KPK Bubar Setelah 12 Tahun, Kapolri: Itu Belum Harga Mati

Usulan KPK Bubar Setelah 12 Tahun, Kapolri: Itu Belum Harga Mati

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 13:25 WIB

Pimpinan KPK Yakin Presiden Jokowi Tolak Revisi UU KPK

Pimpinan KPK Yakin Presiden Jokowi Tolak Revisi UU KPK

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 13:14 WIB

Mau Revisi UU KPK, Fahri Hamzah Minta DPR Tunggu Sikap Jokowi

Mau Revisi UU KPK, Fahri Hamzah Minta DPR Tunggu Sikap Jokowi

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 12:43 WIB

Mubarok: KPK Bukan untuk Selamanya

Mubarok: KPK Bukan untuk Selamanya

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 12:01 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×