Myanmar Teken MoU Gencatan Senjata dengan 8 Militan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 15 Oktober 2015 | 06:37 WIB
Myanmar Teken MoU Gencatan Senjata dengan 8 Militan
Presiden Myanmar Thein Sein. (Reuters/Soe Zeya Tun)

Suara.com - Pemerintah Myanmar menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan 8 kelompok bersenjata. Penandatanganan akan dilakukan, Kamis (15/10/2015) hari ini.

Ini adalah puncak dari 2 tahun perundingan dengan para militan. Tujuanya untuk mengakhiri konflik etnis di negara itu.

Hanya saja dari 15 kelompok bersenjata di Myanmar, 7 di antaranya menolak untuk berdamai dengan pemerintah. Mereka masih tidak percaya pemerintah di bawah kepemimpinan militer.

Penolakan itu menjadi penghalang untuk Presiden Thein Sein. Padahal mantan jenderal itu menargetkan penandatanganan akan selesai Sebelum pemilihan umum 8 November.

Thein Sein, diplomat asing, pejabat militer dan pemimpin kelompok bersenjata akan menghadiri upacara penandatanganan di Naypyitaw. Hanya saja pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi tidak akan hadir.

Di antara mereka yang akan menandatangani gencatan senjata adalah Karen National Union (KNU), kelompok bersenjata tertua Myanmar.

KNU telah berjuang selama 70 tahun. KNU menyambut baik gencatan senjata. Menurut mereka ini berdampak baik. "Penghentian perang sipil dan pembangunan perdamaian sejati," kata pernyataan resmi KNU. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Myanmar Dituntut atas Tuduhan Pembantaian Etnis Rohingya

Presiden Myanmar Dituntut atas Tuduhan Pembantaian Etnis Rohingya

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 14:33 WIB

Bank Sentral Myanmar Bantah Rumor Soal Penutupan Bank

Bank Sentral Myanmar Bantah Rumor Soal Penutupan Bank

News | Rabu, 19 Agustus 2015 | 10:45 WIB

Banjir Parah di Myanmar Telan 103 Korban Jiwa

Banjir Parah di Myanmar Telan 103 Korban Jiwa

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 14:35 WIB

Ketika Banjir Bandang Menerjang

Ketika Banjir Bandang Menerjang

Foto | Selasa, 04 Agustus 2015 | 17:30 WIB

Banjir Besar Melanda Myanmar, India dan Vietnam

Banjir Besar Melanda Myanmar, India dan Vietnam

News | Senin, 03 Agustus 2015 | 06:08 WIB

Myanmar Bebaskan 155 Warga Cina yang Terlibat "Illegal Logging"

Myanmar Bebaskan 155 Warga Cina yang Terlibat "Illegal Logging"

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 14:49 WIB

Aung San Suu Kyi Akan Ikut Pemilu November Mendatang

Aung San Suu Kyi Akan Ikut Pemilu November Mendatang

News | Sabtu, 11 Juli 2015 | 23:45 WIB

Polri Harap Pelatihan Pengamanan Pemilu Bisa Ditiru Myanmar

Polri Harap Pelatihan Pengamanan Pemilu Bisa Ditiru Myanmar

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 21:29 WIB

Amankan Pemilu 2015, Kepolisian Myanmar Belajar dari Polri

Amankan Pemilu 2015, Kepolisian Myanmar Belajar dari Polri

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 19:24 WIB

Myanmar Akhirnya Bebaskan 55 WNI Korban Perdagangan Manusia

Myanmar Akhirnya Bebaskan 55 WNI Korban Perdagangan Manusia

News | Minggu, 07 Juni 2015 | 16:01 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×