Suku Anak Dalam di Jambi Mengungsi karena Kebakaran Hutan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 18 Oktober 2015 | 20:25 WIB
Suku Anak Dalam di Jambi Mengungsi karena Kebakaran Hutan
Kabut asap mengganggu jarak pandang di sebagian kota besar di Indonesia. (Antara/Rony Muharrman)

Suara.com - Belasan warga suku Anak Dalam atau Kubu dari pedalaman Bukit 12 Provinsi Jambi mengungsi ke Riau. Mereka mengungsi akibat kebakaran hutan yang melanda di tempat tinggalnya.

Mereka mengungsi ke Riau menggunakan sepeda motor. Pengungsian 17 orang suku Adat Anak Dalam diketahui setelah mereka mengendarai tiga sepeda melewati jalanan protokol di Kota Pekanbaru, Minggu (18/10/2015) sore.

Anggota Satlantas Polresta Pekanbaru, Bripka Dendi Sandra Syarif sempat menghentikan mereka saat melewati Pos Polisi di Jalan Jenderal Sudirman.

"Saat itu mereka tidak menggunakan helm. Sementara itu satu sepeda motor ditumpangi enam hingga tujuh penumpang," jelas Dendi.

Selanjutya Dedi mengatakan seluruh kendaraan mereka tidak dilengkapi pelat nomor polisi. Saat dihentikan, Dendi mengaku terkejut karena mereka mengaku dari Suku Anak Dalam dari Jambi.

"Mereka bilang kalau mengungsi ke Riau akibat asap. Sekarang mereka mau kembali ke Jambi," ujarnya.

Dendi berpendapat warga Suku Anak Dalam itu kerepotan karena satu sepeda motor ditumpangi enam hingga tujuh penumpang terdiri atas tiga dewasa dan lainnya bayi serta kanak-kanak.

"Selain itu di setiap motor mereka membawa karung besar. Mereka mengaku karung itu berisi baju untuk keperluan mengungsi," ujarnya.

Dendi mengaku tidak bisa menahan Suku Anak Dalam tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju Jambi.

Suku Anak Dalam atau dikenal juga sebagai suku Kubu atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa yang hidup di Pulau Sumatera. Tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka mayoritas hidup di Provinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.

Mereka hidup secara nomaden di hutan rimba sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas.

Keadaan kehidupan mereka memburuk sebab sumber daya hutan di Jambi dan Sumatera Selatan berkurang, dan menghadapi marginalisasi oleh pemerintah dan suku bangsa lain di Jambi dan Sumatera Selatan, dan kini diperparah dengan kebakaran lahan dan hutan di sebagai Pulau Sumatera setidaknya dalam dua bulan terakhir. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Kondisi Ekstrem Pergerakan Api di Sumsel

Begini Kondisi Ekstrem Pergerakan Api di Sumsel

News | Minggu, 18 Oktober 2015 | 15:52 WIB

Di Sampit Kalteng, Terasa Tinggal 'di Atas Awan'

Di Sampit Kalteng, Terasa Tinggal 'di Atas Awan'

News | Minggu, 18 Oktober 2015 | 13:12 WIB

Kabut Asap Adalah Bencana Kemanusiaan

Kabut Asap Adalah Bencana Kemanusiaan

News | Sabtu, 17 Oktober 2015 | 11:15 WIB

Terkini

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

×