Debat Cawalkot Surabaya, Risma 'Perang' Data dengan Rasiyo

Esti Utami | Suara.com

Sabtu, 31 Oktober 2015 | 11:35 WIB
Debat Cawalkot Surabaya, Risma 'Perang' Data dengan Rasiyo
Penyelenggaraan debat calon walikota Surabaya, Jumat (30/10). (Antara/Tri SP)

Suara.com - Dua pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali kota Surabaya Rasiyo-Lucy (Demokrat-PAN) dan Risma-Whisnu (PDIP) saling beradu data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya dalam debat Pilkada yang digelar KPU di Gramedia Expo, Jumat (30/10/2015) malam.

Debat yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta dan dipandu oleh Rosianna Silalahi (Pimpred Kompas TV) berlangsung semarak, dengan suara teriakan dari masing-masing kubu pendukung.

Debat dibuka dengan penyampaian visi misi dari kedua pasangan calon. Pasangan nomor satu Rasiyo-Lucy Kurniasari mengedepankan strategi pembangunan "bottom-up" dari pinggiran, pemberdayaan guru dan kaum perempuan dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada nasib orang miskin.

Sementara pasangan nomor dua, Tri Rismaharini-Wisnhu Sakti Buana, bertekad fokus membangun kemampuan SDM untuk menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlaku pada Desember 2015, serta memeratakan pembangunan dan meningkatkan akses ke daerah sekitar untuk mendorong pertumbuhan bersama agar mencegah urbanisasi.

Satu jam terakhir debat berjalan semakin seru saat memasuki sesi tanya jawab. Pasangan nomor 1 mempermasalahkan data indeks kemiskinan yang mencapai 0,49 sedangkan pasangan nomor 2 bersikeras data BPS Surabaya tidak memperhitungkan pedagang sektor non formal yang besar jumlahnya.

"Pedagang-pedagang PKL yang jumlahnya hingga 98 persen terdata sebagai pengangguran, padahal peran mereka sebagai pengaman saat krisis menerpa besar sekali. Lihat saja perlambatan ekonomi yang terjadi sekarang tidak terlalu berdampak. Banyak yang menanyakan hal ini ke saya, memang kami memberi akses ekonomi ke mereka melalui berbagai program," kata Risma.

Rasiyo juga mempermasalahkan prestasi siswa SD Surabaya yang berada di urutan 33 dari 38 daerah yang ada di Jatim. "Anggaran yang dikucurkan ke pendidikan memang besar, tapi lebih banyak untuk membayar gaji guru, sementara hasilnya UN SD di Surabaya masih kalah dari Madiun, Kediri dan lainnya," ujarnya.

Risma menjawab, meski UN SD jeblok, namun dalam persaingan masuk PTN dan ajang pendidikan internasional, Surabaya memiliki prestasi yang membanggakan.

"Pembangunan pendidikan tidak hanya di SD tapi berkelanjutan dan berjenjang. Banyak siswa kita yang menjuarai berbagai olimpiade, mulai matematika, fisika dan lainnya. Begitu juga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya didominasi oleh siswa SMA lulusan Surabaya," tutur Risma.

Pasangan Risma-Wisnu juga membantah klaim Rasiyo-Lucy bahwa pembangunan Surabaya bersifat sentralistik. "Buktinya sudah ada Gelora Bung Tomo, Rumah Sakit BDH, dan jalur lingkar timur yang semuanya ada di pinggiran. Bahkan akan dibangun taman terbesar di dunia di Sukolilo dan jalur lingkar barat yang lebarnya bisa untuk pendaratan darurat pesawat," kata Whisnu.

Pada saat sesi saling tanya jawab, kedua pasangan beradu argumen yang sama-sama bersumber dari data BPS Surabaya. Rasiyo mengatakan meskipun Surabaya banyak penghargaan tapi masyarakatnya tidak tersejah terahkan dan bahkan sesuai data BPS Surabaya dari tahun 2010 sampai 2015, Surabaya masuk peringkat 13 angka kemiskinan di Jawa Timur.

"Tentunya ini menyebabkan disparitas atau pembangunan yang tidak selaras atau tidak sesuai dari harapan," katanya.

Risma pun menyanggah bahwa itu tidak benar. "Bahwa apa yang disampaikan pak Rasiyo itu data BPS tahun 2008 semenjak saya menjabat sebagai Kepala Bappeko Surabaya. Pada saat menjadi wali kota pada 2010 indeks kemiskinan menurun," kata Risma.

Risma juga mengatakan disparitas itu harus ada ukurannya. "Bagaimana cara mengukurnya, kita punya program pemberdayaan ekonomi. Kita bisa lihat bantuan rumah murah atau rusun itu bukti kita pro masyarakat miskin," katanya.

Namun hal itu dibantah lagi oleh Rasiyo. Ia mengatakan bahwa jawaban Risma tidak sesuai karena yang disampaikan adalah data BPS Surabaya 2014. "Ini data sampai 2014, pembangunan hanya tersentral di pusat kota. Makanya saya saya punya program bangun dari pinggiran. Itu nawa citanya Presiden Jokowi. Coba tunjukkan data dari BPS," ujarnya.

Hanya saja, pada saat debat, Cawawali Lucy tidak banyak bersuara karena lebih didominasi oleh Rasiyo. Hal ini disayangkan Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Didik Prasetiyono. "Moderator sengaja tidak mengarahkan pertanyaan ke Lucy. Ini yang kami sayangkan," ujarnya.

Debat ditutup dengan penyampaian alasan mengapa harus memilih,yang disampaikan masing-masing paslon. "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, esok harus lebih baik dari hari ini. Pilih Nomor Satu," kata Lucy Kurniasari.

Sementara Risma mengajak seluruh lapisan masyarakat Surabaya untuk bersatu padu menghadapi MEA.

"Seluruh warga Surabaya yang kami cintai, kita sudah punya prestasi di dunia internasional, mari kita buktikan lagi dengan bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri," kata Risma. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Masyarakat Lebih Peduli, Doli Golkar Kini Usul Pilpres-Pileg Juga Dipisah

Agar Masyarakat Lebih Peduli, Doli Golkar Kini Usul Pilpres-Pileg Juga Dipisah

News | Sabtu, 28 Juni 2025 | 21:10 WIB

MK Diskualifikasi Paslon pada Pilbup Mahakam Ulu karena Buat Kontrak Politik dengan Ketua RT

MK Diskualifikasi Paslon pada Pilbup Mahakam Ulu karena Buat Kontrak Politik dengan Ketua RT

News | Senin, 24 Februari 2025 | 10:45 WIB

Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Serentak, Tjhai Chui Mie: Sangat Membanggakan Bagi Kami Semua

Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah Serentak, Tjhai Chui Mie: Sangat Membanggakan Bagi Kami Semua

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 11:21 WIB

Kemendagri Bakal Kumpulkan Kepala Daerah Terpilih Lagi Besok di Monas, Persiapan Rinci Gladi Bersih Pelantikan

Kemendagri Bakal Kumpulkan Kepala Daerah Terpilih Lagi Besok di Monas, Persiapan Rinci Gladi Bersih Pelantikan

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 13:54 WIB

Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024: Khofifah-Emil Puncaki Perolehan Suara Pilkada Serentak

Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024: Khofifah-Emil Puncaki Perolehan Suara Pilkada Serentak

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 20:19 WIB

Pakar Usul Pemilu dan Pilkada Digelar Terpisah, Berjeda Dua Tahun

Pakar Usul Pemilu dan Pilkada Digelar Terpisah, Berjeda Dua Tahun

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 02:30 WIB

Seperti Kabinetnya, Prabowo Ingin 'Ospek' Para Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024

Seperti Kabinetnya, Prabowo Ingin 'Ospek' Para Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 16:07 WIB

Kehilangan Banyak Posisi di Pilkada, Golkar dan PKS Wajib Evaluasi Internal

Kehilangan Banyak Posisi di Pilkada, Golkar dan PKS Wajib Evaluasi Internal

News | Rabu, 25 Desember 2024 | 03:00 WIB

Sejarah Pilkada di Indonesia, Prabowo Lontarkan Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

Sejarah Pilkada di Indonesia, Prabowo Lontarkan Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

News | Minggu, 15 Desember 2024 | 16:40 WIB

Pilkada Serentak 2024 Usai, Ray Rangkuti Beberkan Harapan Masyarakat ke Kepala Daerah Terpilih

Pilkada Serentak 2024 Usai, Ray Rangkuti Beberkan Harapan Masyarakat ke Kepala Daerah Terpilih

News | Sabtu, 14 Desember 2024 | 14:02 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB