Partai Berkuasa Myanmar Akhirnya Mengaku Kalah!

Adhitya Himawan

Selasa, 10 November 2015 | 10:40 WIB
Partai Berkuasa Myanmar Akhirnya Mengaku Kalah!
Presiden Myanmar Thein Sein. (Reuters/Soe Zeya Tun)

Suara.com - Partai berkuasa Myanmar menyatakan kalah pada Senin (9/11/2015) dalam pemilihan umum saat pihak oposisi yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi mendapatkan kemenangan telak yang dipastikan mampu membuat pemerintahan baru.

"Kami kalah," pemimpin Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) Htay Oo mengatakan kepada media sehari setelah Myanmar melakukan pemungutan suara.

Partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) yang dipimpin Suu Kyi meraih 49 dari 54 kursi pertama yang diperebutkan di dalam majelis rendah, yang memperebutkan 330 kursi.

Washington menyambut pemilihan umum tersebut sebagai sebuah kemenangan untuk rakyat Myanmar, namun mengatakan mereka akan mengawasi kemajuan proses demokrasinya sebelum membuat perubahan untuk sanksi-sanksi yang ada.

Pemilihan umum tersebut merupakan yang pertama sejak penguasa militer menyerahkan kekuasaannya kepada Presiden Thein Sein yang semi merakyat pada 2011, yang mengantarkan kepada periode reformasi dan membuka investasi asing.

NLD mengatakan bahwa penghitungan sendiri yang dipajang pada tempat pemungutan suara di penjuru negeri menunjukkan mereka berada di jalan menuju perolehan lebih dari 70 persen kursi yang diperebutkan, sebanyak duapertiga jatah kursi diperlukan untuk membentuk pemerintahan demokratis pertama sejak 1960.

"Mereka harus menerima hasilnya, meskipun mereka tidak menginginkannya," ujar juru bicara NLD Win Htein, menambahkan bahwa di wilayah pusat, partainya terlihat akan mendapatkan lebih dari 90 persen kursi.

Sorakan kegembiraan Lalu lintas berjalan lambat melewati kerumunan massa di luar markas besar NLD. ratusan orang yang kebanyakan mengenakan atribut merah, mengibarkan bendera dan bersorak saat hasilnya diumumkan dan diperlihatkan di layar yang terdapat di gedung.

"Saya sangat senang dengan hasilnya," ujar Hnin Si, 60, seorang pedagang di Yangon. dirinya menambahkan "Masyarakat telah menderita selama 50 tahun. Saya percaya Aung San Suu Kyi akan menjadikan negara sebagai tempat yang lebih baik." Pada kali ini, partai berkuasa Myanmar yang dibentuk oleh Junta Militer dan dipimpin oleh pensiunan tentara, bersama dengan pemimpin angkatan bersenjata telah menyatakan akan menghormati hasilnya.

Tetapi meskipun pemilihan umum memperlihatkan kekalahan USDP, keraguan masih muncul karena sampai saat ini belum jelas bagaimana Suu Kyi akan membagi kekuasaannya dengan militer yang masih mendominasi.

Konstitusi yang dirancang oleh Junta Militer menjamin seperempat kursi untuk kalangan militer dan mengijinkan pemimpin militer menunjuk pemimpin untuk tiga kementerian penting : Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Keamanan Perbatasan.

Kebijakan tersebut juga memberikan hak kepada militer untuk merebut kekuasaan dalam kondisi tertentu.

Dilarang dalam kepresidenan meskipun jika NLD menjadi mayoritas, Suu Kyi dilarang untuk menjadi presiden di bawah pengaruh konstitusi Junta, namun Suu Kyi mengatakan dirinya akan berkuasa di belakang presiden.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa pemilihan umum tersebut masih belum sempurna, dan menambahkan bahwa masih terlalu cepat untuk membicarakan perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap Myanmar.

Daniel Russel, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa "ini adalah sebuah langkah besar kedepan untuk proses demokratis di Burma. Dan sekarang adalah bagian sulitnya." Penghitungan suara sementara menunjukkan ketertinggalan USDP, termasuk diantaranya pemimpin USDP Htay Oo yang terkejut dengan kekalahannya bahkan di daerah pemilihannya.

Dan NLD memprotes pemungutan suara lanjutan yang diperkirakan dapat meningkatkan kesempatan menang kandidat dari partai berkuasa.

Lewat protes resminya, NLD menyatakan bahwa hal tersebut tidak logis bahwa USDP mampu mendapatkan 90 persen suara dari mereka yang tidak dapat memilih pada hari pemilihan di Lashio, yang dipenuhi keberadaan militer.

Protes tersebut didukung dengan fakta tidak diijinkannya beberapa pengawas untuk mengawasi pemungutan suara di wilayah militer. Isu tersebut menuai ketakutan akan kembalinya kejadian 2010 dimana NLD diboikot dan USDP menang dengan memanipulasi penghitungan, seperti penggunaan pemilih lanjutan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Napi Narkoba Asal Bekasi Ditangkap di Myanmar Usai Kabur ke 3 Negara

Napi Narkoba Asal Bekasi Ditangkap di Myanmar Usai Kabur ke 3 Negara

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:57 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:04 WIB

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:07 WIB

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Evaluasi Timnas Indonesia U-19

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:17 WIB

Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Nova Arianto Belum Puas dengan Performa Pemain

Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Nova Arianto Belum Puas dengan Performa Pemain

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:17 WIB

Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar

Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 22:12 WIB

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Fakta-fakta Laga Pertama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026, Sekuat Apa Myanmar?

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak

Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Tidur Pakai Smartwatch Apakah Aman? Kenali Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Tidur Pakai Smartwatch Apakah Aman? Kenali Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:05 WIB

10 Sepatu Slip On Lokal Tanpa Tali, Praktis untuk Dipakai Harian

10 Sepatu Slip On Lokal Tanpa Tali, Praktis untuk Dipakai Harian

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Beredar Surat Usul Pemakzulan Wapres Gibran, NasDem Membantah

Beredar Surat Usul Pemakzulan Wapres Gibran, NasDem Membantah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:04 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Tukar Valas di BRImo Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max? Begini Caranya!

Tukar Valas di BRImo Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max? Begini Caranya!

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi

Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat

Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Insiden Karamnya KM Virgo Transport 8

Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Insiden Karamnya KM Virgo Transport 8

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI, Impikan Seragam Timnas Indonesia

Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI, Impikan Seragam Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:58 WIB

×