1.000 Imigran Timur Tengah, Asia, Afrika Terdampar di Macedonia

Adhitya Himawan

Senin, 23 November 2015 | 08:47 WIB
1.000 Imigran Timur Tengah, Asia, Afrika Terdampar di Macedonia
Seorang pengungsi asal Irak menyusui bayinya di tepi pantai Pulau Lesbos, Yunani. (Reuters/Dimitris Michalakis)

Suara.com - Ketegangan yang terjadi meningkat pada Minggu (22/11)/2015, di perbatasan antara Macedonia dan Yunani. Menurut media lokal, sebanyak lebih dari 1.000 migran dari berbagai negara di Timur Tengah, Asia dan Afrika masih terdampar di lahan tak bertuan.

Selama beberapa hari belakangan, pasukan keamanan Macedonia hanya mengizinkan masuk ke negeri itu pengungsi dari negara tempat ada risiko keamanan, termasuk pengungsi dari Suriah, Irak dan Afghanistan.

Pengungsi lain dikategorikan sebagai "migran ekonomi" dan disarankan pulang ke tanah air mereka. Namun warga negara Pakistan, Sudan, Iran, Marokko, Bangladesh dan banyak negara lain menuntut agar merekia diizinkan singgah dalam perjalanan mereka menuju Eropa Barat dan tak berencana kembali ke negara mereka. Jumlah mereka semakin banyak.

Banyak migran memegang spanduk "Kami tak mau pulang". Sebagian melancarkan mogok makan sebagai protes atau berbaring di rel kereta di bawah cuaca dingin untuk menghalangi layanan kereta antara Macedonia dan Yunani, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Mereka menolak bantuan apa pun dari polisi atau organisasi kemanusiaan.

Media di Skopje melaporkan seorang migran yang menunggu di penyeberangan perbatasan berusaha bunuh diri dengan menggantung diri, tapi dicegah oleh pasukan keamanan Macedonia.

"Pulang ke mana? Kami tak mempunyai tempat untuk dituju. Kami dari Pakistan. Kami telah menunggu di sini selama lima hari. Kami telah menempuh perjalanan sangat jauh dan tak ada tempat kembali buat kami," kata seorang migran yang menunggu di tempat yang bernama Pint 59 di perbatasan Macedonia-Yunani kepada Xinhua.

"Jangan takut kepada kami. Kami orang baik-baik dari Iran dan kami cuma berusaha pergi ke Jerman atau negara lain tempat ada kebebasan," kata seorang migran lain.

Pada saat yang sama, warga negara Suriah, Irak dan Afghanistan singgah di Macedonia secara bebas. Lebih dari 4.500 pengungsi dari wilayah yang dilanda krisis tersebut diperkenankan memasuki Macedonia pada Sabtu dan melanjutkan perjalanan mereka menuju negara Eropa Barat.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengunjungi Skopje pada Ahad (22/11/2015) sebagai bagian dari perjalanannya melalui negara di sepanjang jalu arus besar pengungsi. Ia menjanjikan dukungan Eropa dalam pengendalian arus itu.

"Kami siap menawarkan dukungan kemanusiaan dan teknik yang lebih besar tapi segera setelah kami membuat penilaian mengenai keadaan. Saya akan berbicara dengan negara Uni Eropa untuk melihat apa yang dapat dilakukan lagi buat semua negara ini, yang berada di jalur utama gelombang migran. Sasaran kami sekarang ialah mengurangi arus pengungsi, bukan cuma memfasilitas persinggahan mereka," kata Tusk.

Sementara itu, Presiden Macedonia Gjorge Ivanov mengatakan negaranya tak dapat memikul konsekuensi dari mekanisme tidak efisien Uni Eropa dengan menerima migran yang memiliki tujuan utama mencapai negara Uni Eropa. Ia mengecam Dewan Eropa karena gagal mencapai konsensus bagi masuknya Macedonia ke Uni Eropa sehingga Macedonia berada di luar perbatasan Eropa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Rupiah Sentuh Rekor Terburuk Sepanjang Masa, Analis Ramal Tembus Rp19.000

Rupiah Sentuh Rekor Terburuk Sepanjang Masa, Analis Ramal Tembus Rp19.000

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Klub Belgia: Reno Munz Berhak Bela Timnas Indonesia

Klub Belgia: Reno Munz Berhak Bela Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:32 WIB

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Ancaman Badai AS dan Konflik Teluk Dorong Harga Minyak Naik ke 101 Dolar AS

Ancaman Badai AS dan Konflik Teluk Dorong Harga Minyak Naik ke 101 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:34 WIB

2000 Lebih Pasukan Tewas, Houthi Rekrut Pasukan dari Imigran Afrika dan Kelompok Marginal

2000 Lebih Pasukan Tewas, Houthi Rekrut Pasukan dari Imigran Afrika dan Kelompok Marginal

News | Senin, 21 September 2026 | 13:35 WIB

Terkini

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×