PM Prancis: Eropa Tidak Bisa Menerima Lebih Banyak Pengungsi

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 November 2015 | 15:15 WIB
PM Prancis: Eropa Tidak Bisa Menerima Lebih Banyak Pengungsi
Seorang pengungsi asal Irak menyusui bayinya di tepi pantai Pulau Lesbos, Yunani. (Reuters/Dimitris Michalakis)

Suara.com - Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyatakan sepihak jika Eropa tidak lagi kuat untuk menerima pengungsi asal Timur Tengah, yaitu Suriah, Irak dan Mesir. Para pengungsi adalah korban perang.

Hal itu dikatakan Valls dalam sebuah surat kabar Jerman Sueddeutsche Zeitung, Rabu (25/11/2015) pagi waktu setempat. Pernyataan ini dikeluarkan menjelang pertemuan antara Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Penerimaan pengungsi perang sudah dialami Eropa sejak perang dunia II. Namun tahun ini yang terbesar, sampai 1 juta orang.

"Kami tidak dapat menampung lebih banyak pengungsi di Eropa, itu tidak mungkin," kata Valls.

Sementara Jerman sudah menyatakan membuka 'kran' pengungsi sejak September. Ini dilakukan sebagai misi kemanusiaan seperti yang ditekan oleh PBB.

Sementara Prancis salah satu negara yang membatasi pengungsi. Pemerintah sampai menyiapkan dana sampai 10 juta dolar AS untuk biaya keamanan. Mereka memperketat jalur perbatasan untuk menghalau pengungsi.

Sebelumnya, ketegangan terjadi, Minggu (22/11/2015) di perbatasan antara Macedonia dan Yunani. Menurut media lokal, sebanyak lebih dari 1.000 migran dari berbagai negara di Timur Tengah, Asia dan Afrika masih terdampar di lahan tak bertuan.

Selama beberapa hari belakangan, pasukan keamanan Macedonia hanya mengizinkan masuk ke negeri itu pengungsi dari negara tempat ada risiko keamanan, termasuk pengungsi dari Suriah, Irak dan Afghanistan.

Pengungsi lain dikategorikan sebagai "migran ekonomi" dan disarankan pulang ke Tanah Air mereka. Namun warga negara Pakistan, Sudan, Iran, Marokko, Bangladesh dan banyak negara lain menuntut agar mereka diizinkan singgah dalam perjalanan mereka menuju Eropa Barat dan tak berencana kembali ke negara mereka. Jumlah mereka semakin banyak.

Banyak migran memegang spanduk "Kami tak mau pulang". Sebagian melancarkan mogok makan sebagai protes atau berbaring di rel kereta di bawah cuaca dingin untuk menghalangi layanan kereta antara Macedonia dan Yunani, demikian laporan Xinhua di Jakarta, Senin pagi. Mereka menolak bantuan apa pun dari polisi atau organisasi kemanusiaan. (Xinhua/Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Pengangkut Migran Tenggelam di Pantai Yunani, 7 Anak Tewas

Kapal Pengangkut Migran Tenggelam di Pantai Yunani, 7 Anak Tewas

News | Kamis, 29 Oktober 2015 | 13:18 WIB

Pemimpin Uni Eropa dan Balkan Bahas Krisis Pengungsi

Pemimpin Uni Eropa dan Balkan Bahas Krisis Pengungsi

News | Minggu, 25 Oktober 2015 | 20:12 WIB

Penampungan Pencari Suaka di Swedia Diduga Sengaja Dibakar

Penampungan Pencari Suaka di Swedia Diduga Sengaja Dibakar

News | Sabtu, 24 Oktober 2015 | 20:28 WIB

Kamerawati Penjegal Pengungsi Akan Gugat Osama dan Facebook

Kamerawati Penjegal Pengungsi Akan Gugat Osama dan Facebook

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 17:37 WIB

Ribuan Pengungsi Korban Kebakaran Hutan Seram Kelaparan

Ribuan Pengungsi Korban Kebakaran Hutan Seram Kelaparan

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 12:27 WIB

Jerman Akan Jadi Negara Eropa dengan Komunitas Muslim Terbesar?

Jerman Akan Jadi Negara Eropa dengan Komunitas Muslim Terbesar?

News | Rabu, 30 September 2015 | 15:04 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Jerawat Punggung Spray, Praktis dan Cepat Meresap

3 Rekomendasi Jerawat Punggung Spray, Praktis dan Cepat Meresap

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Lebarkan Sayap Bisnis ke Vietnam, Gus Lilur Tak Surut Bongkar Dugaan Rasuah Muktamar ke-35 NU

Lebarkan Sayap Bisnis ke Vietnam, Gus Lilur Tak Surut Bongkar Dugaan Rasuah Muktamar ke-35 NU

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Harta Pejabat di Luar LHKPN Diusulkan Bisa Dirampas Negara: Bagaimana Batas Hukumnya?

Harta Pejabat di Luar LHKPN Diusulkan Bisa Dirampas Negara: Bagaimana Batas Hukumnya?

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng

Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Hitung-hitungan Pajak iPhone Duo dari Luar Negeri vs Resmi Indonesia

Hitung-hitungan Pajak iPhone Duo dari Luar Negeri vs Resmi Indonesia

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Ulasan Pekan 7 Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak, Persib ke Jalur Kemenangan

Ulasan Pekan 7 Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak, Persib ke Jalur Kemenangan

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan

Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:27 WIB

×