Dukung Urug Makam Keramat, Tiba-tiba Tewas dengan Leher Bolong

Siswanto, Erick Tanjung

Kamis, 26 November 2015 | 17:13 WIB
Dukung Urug Makam Keramat, Tiba-tiba Tewas dengan Leher Bolong
Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Serang KH Matin Syarkowi dan Manager Penanganan Bencana Walhi Mukri Fritana [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Sejumlah aparat desa dan kecamatan di Pandeglang, Banten, yang ikut mendukung penimbunan mata air dan makam yang dikeramatkan warga di Desa Cadasari untuk kepentingan PT. TFJ -- perusahaan air mineral kemasan --- ditimpa masalah.

"Dalam setahun ini, sejak warga menolak penimbunan sumber mata air dan makam keramat itu sudah sudah ada empat orang pendukung perusahaan yang meninggal dengan aneh. Percaya atau tidak percaya kenyataannya begitu, bahkan ada kepala desa yang meninggal dengan lehernya berlubang," kata ‎Wakil Ketua Yayasan Yatim Piatu Darul Quran‎, Emat (50), kepada Suara.com di kantor Wahana Lingkungan Hidup, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Warga percaya masalah yang menimpa aparat pendukung pabrik karena ‎kualat.

Emat menyebut aparat desa yang meninggal dunia, di antaranya Lurah Suka Indah di Kecamatan Baros, Lurah Gayam di Kecamatan Cadas Sari, serta Camat Cadas Sari.

"Mereka mendukung perusahaan Mayora (PT. TFJ) dalam pembebasan tanah warga di sekitar sumber mata air dan makam keramat. Rata-rata mereka meninggalnya aneh dan mendadak, bahkan ada yang badannya sebelah hangus, menghitam," katanya.

‎Emat menjelaskan makam yang dikeramatkan warga yang diurug yaitu makam Nyi Ratu Sukasalamah, Kyai Tubagus Wase, Kyai Tubagus Urip, Kyai Tubagus Abdul Hamid, dan Ki Demong.

"Petilasan itu dipercaya warga setempat sebagai makam para ulama Banten," tuturnya.

Emat mengungkapkan sejumlah aparat desa pendukung pabrik juga diserang penyakit. Ia menyebut penyakit aneh.

"Dalam perjuangan menolak aktifitas pabrik itu kami selalu berikhtiar kepada Allah SWT. Kami setiap awal bulan melakukan istighosah, yasinan dan berdoa bersama," kata dia.

Emat datang ke Walhi bersama perwakilan warga lainnya. Mereka menggelar konferensi pers mengenai permasalahan yang terjadi di desanya.

‎Manager Penanganan Bencana Walhi, Mukri Fritana, mengatakan operasi pabrik air mineral kemasan tersebut sudah mendapatkan izin lokasi dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Pandeglang pada 30 Januari 2014.

"Hal ini telah menimbulkan keresahan masyarakat dan ulama di sana, karena air yang menjadi sumber kehidupan tidak bisa lagi dimanfaatkan," kata Mukri.

‎Dia menjelaskan mata air yang ditimbun itu merupakan sumber kehidupan warga di lima Kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan Serang. Sawah seluas 180 hektar terancam tidak terairi gara-gara masalah ini.

"Biasanya sawah-sawah di sana mampu berproduksi dua sampai tiga kali dalam setahun, sekarang jadi kesulitan air dan mengalami kekeringan. Kecuali musim hujan," katanya.

Masalah lain yang mengancam adalah banjir dan tanah longsor karena posisi penimbunan mata air lebih tinggi sekitar dua meter dari pemukiman penduduk dan pesantren.

"Sekarang di pemukiman warga terancam banjir dan longsor," katanya.

Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Serang KH Matin Syarkowi menambahkan di sekeliling sumber mata air terdapat lima pondok pesantren yang juga merasakan kesulitan air.

‎"Sawah produktif ada sekitar 4 sampai 5 hektar yang ditimbun. Sumber mata air yang besar ada enam dan yang kecil banyak ditimbun oleh pihak perusahaan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ulama Protes, Pabrik Air Mineral Urug Mata Air dan Makam Keramat

Ulama Protes, Pabrik Air Mineral Urug Mata Air dan Makam Keramat

News | Kamis, 26 November 2015 | 13:34 WIB

Terkini

Purbaya Tegaskan Kebijakan Layer Tarif Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Tegaskan Kebijakan Layer Tarif Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:56 WIB

Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang

Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:52 WIB

Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?

Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:48 WIB

Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya

Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:48 WIB

Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru, Dilantik Sore Ini

Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru, Dilantik Sore Ini

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:45 WIB

9 Jam Tangan Pintar Anti Air untuk Aktivitas Outdoor yang Murah, Mulai Rp200 Ribuan

9 Jam Tangan Pintar Anti Air untuk Aktivitas Outdoor yang Murah, Mulai Rp200 Ribuan

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:44 WIB

Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026

Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:44 WIB

25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:43 WIB

DJP Bisa Intip Rekening Warga, Purbaya: Coretax Lebih Mengerikan

DJP Bisa Intip Rekening Warga, Purbaya: Coretax Lebih Mengerikan

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:40 WIB

Nanik S Deyang Mundur, Puan Maharani Buka Suara Soal Isu Sudaryono Jadi Bos Baru BGN

Nanik S Deyang Mundur, Puan Maharani Buka Suara Soal Isu Sudaryono Jadi Bos Baru BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:40 WIB

×