Marak "Pencurian Umur", Masa Depan Bulutangkis Indonesia Suram?

Arsito Hidayatullah

Minggu, 20 Desember 2015 | 21:35 WIB
Marak "Pencurian Umur", Masa Depan Bulutangkis Indonesia Suram?
Ilustrasi latihan bulutangkis. (Shutterstock)

Suara.com - Mantan atlet bulu tangkis nasional Joko Supriyanto menyampaikan kekhawatiranya akan kemunduran masa depan bulu tangkis Indonesia dengan maraknya pencurian umur dalam penyelenggaraan turnamen.

"Pencurian umur ini menjadi keresahan klub bulu tangkis saat ini. PBSI harus turun ke bawah, untuk melihat sekaligus mencarikan solusinya," kata Joko saat ditemui dalam acara final Victory Open 2015 yang berlangsung di Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Dikatakannya, praktek pencurian umur yang dilakukan oleh sejumlah klub-klub bulu tangkis ini sudah lama terjadi. Namun tampaknya mulai marak sejak tiga tahun terakhir.

"Hampir semua klub besar melakukan ini, indikasinya untuk menambah jam terbang. Marak terjadi tiga tahun terkahir ini," katanya.

Dijelaskanya, pencurian umur yang dimaksud adalah pemain yang memiliki tingkat kemampuan lebih bermain dalam turnamen yang tidak sesuai umurnya.

Misalnya di turnamen Victory Open 2015, ada tiga kategori umur yakni kategori usia dini A dan B, kategori pemula dan kategori remaja.

"Banyak sekali anak-anak yang sudah dewasa tetapi masih bermain di level bawah. Ini tidak baik bagi pembinaan bulu tangkis Indonesia, bukannya tambah maju tetapi malah mundur," katanya.

Menurut Joko, untuk mencegah hal itu, pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pusat untuk turun dalam setiap penyelenggaraan turnamen di daerah.

"Pengurus PBSI pusat harusnya menghadiri kejuaraan-kejuaraan di daerah seperti turnamen Victory Open ini. Agar bisa melihat bakat dan kualitas pemain muda ini," katanya.

Menurutnya, pencurian umur kerap dilakukan untuk kepentingan formalitas demi nama besar klub, jam terbang pemain, dan prestise atau arogansi dari klub agar menjadi terbaik.

"Perlu ada pengawasan, kompetisi seperti ini harus diperbanyak di tingkat daerah. Yang terpenting, PB Victory Bogor akan mendirikan asosiasi klub anti pencurian umur," kata Joko yang kini menjabat Kepala Pusdiklat PB Victory Bogor.

PV Victory Bogor sejak 2011 telah menyelenggarakan Victory Open selama lima tahun berturut-turut, diikuti oleh sejumlah klub bulu tangkis dari berbagai daerah di Indonesia. Kejuaran ini terdiri dari kategori umur, usia dini, pemula dan remaja. Di tahun 2015, jumlah kepesertaan meningkat dari 1.200 orang di tahun 2014, menjadi 1.385 yang terdiri dari 134 klub.

Sejumlah klub besar yang ikut serta dalam turnamen tersebut, di antaranya Mutiara Cardinal Bandung, Exist Badminton Club, Jaya Raya Jakarta, JR Enkei, Pelita Bakrie Jakarta, CWIBC, Sarwendah Badminton Club, dan SGS PLN Bandung.

Joko sendiri merupakan atlet nomor dua dunia di atas Poul Erik Hoyer yang berada di urutan ketiga yang merupakan lawan berbuyutannya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBSI Mendukung Dilakukannya Tes Kesehatan untuk Para Atlet

PBSI Mendukung Dilakukannya Tes Kesehatan untuk Para Atlet

News | Selasa, 08 Desember 2015 | 02:59 WIB

Menpora Janji  Kembalikan Kejayaan Bulutangkis Indonesia

Menpora Janji Kembalikan Kejayaan Bulutangkis Indonesia

News | Minggu, 06 Desember 2015 | 23:54 WIB

PBSI Putuskan Atlet yang Main Rangkap Mulai 2016

PBSI Putuskan Atlet yang Main Rangkap Mulai 2016

News | Minggu, 29 November 2015 | 02:42 WIB

Pelatnas PBSI Berjanji Adil Gunakan Hak Istimewa Olimpiade

Pelatnas PBSI Berjanji Adil Gunakan Hak Istimewa Olimpiade

News | Sabtu, 28 November 2015 | 22:47 WIB

Terkini

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:29 WIB

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:25 WIB

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:23 WIB

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:17 WIB

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:58 WIB

10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:56 WIB

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:45 WIB

Brasil Berani Cabut Subsidi BBM Jenis Bensin, Tapi Hati-hati dengan Solar

Brasil Berani Cabut Subsidi BBM Jenis Bensin, Tapi Hati-hati dengan Solar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:42 WIB

Ratusan Juta Duit Proyek Jadi Bukti, Bupati Langkat Tak Berkutik Saat Ditangkap!

Ratusan Juta Duit Proyek Jadi Bukti, Bupati Langkat Tak Berkutik Saat Ditangkap!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:36 WIB

×