Tak Setuju Bantuan Beasiswa, Ahok Cerita IP-nya yang Hanya 2,8

Arsito Hidayatullah, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 22 Desember 2015 | 19:57 WIB
Tak Setuju Bantuan Beasiswa, Ahok Cerita IP-nya yang Hanya 2,8
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memantau Ujian Nasional 2015. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak suka apabila anak-anak warga Jakarta diutamakan mendapatkan bantuan beasiswa. Menurut Ahok, beasiswa harusnya hanya diberikan kepada siswa yang berprestasi.

Ahok menyebut hal itu ketika menyampaikan kata sambutan dalam acara penyerahan beasiswa dari Yayasan Beasiswa Jakarta kepada siswa dan mahasiswa berprestasi di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (22/12/2015) siang. Di kesempatan itu, Ahok pun mencontohkan dirinya yang tak pernah mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.00 saat masih duduk di bangku kuliah.

"Apa harus dapat IP 4 dulu baru dapat hadiah? Nggak semua sepintar dia (orang yang mendapatkan) IP 4. IP 3 juga saya nggak lulus. IP saya itu pas-pasan. IP saya 2,8," kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/12).

Menurut Ahok lagi, kalau orang yang terlalu pintar di kampus, biasanya akan kembali menjadi dosen. Sedangkan kalau pintarnya hanya setengah-setengah, bisa jadi akan seperti dirinya, asalkan memiliki komitmen jujur.

"Itu alasan untuk orang yang kurang begitu pintar. Memang saya, (saat) kuliah dulu, kalau pelajaran yang saya kurang suka, ya, paling nilainya B, B, B. Kalau yang kita demen, baru A. Kalau kurang demen, ya C-lah. Ada D satu gara-gara main basket," kata Ahok, disambut tawa para penerima beasiswa dan tamu undangan yang hadir.

"Nah, jadi Gubernur DKI itu otaknya nggak perlu terlalu pintar. Yang penting jadi Gubernur DKI (itu) ototnya keras. Kadang-kadang orang tua itu neken anaknya buat jadi juara. (Anaknya) Juara itu baru dianggap hebat," kata Ahok menambahkan.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun menuturkan lagi bahwa untuk menjadi orang yang sukses, haruslah mengutamakan kejujuran. Hal itu menurutnya bisa dimulai dari tidak menyontek saat ujian.

"Makanya kita berterima kasih sama Pak Menteri Pendidikan Anies Baswedan, (bahwa) sekolah yang unggulan itu (dinilai) sekolah yang berintegritas, bukan sekolah yang lulus ujian nasionalnya paling banyak dan paling tinggi," katanya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Suka Bansos, Ahok: Anda Kafirkan Saya Pun Masih Dapat KJP

Tak Suka Bansos, Ahok: Anda Kafirkan Saya Pun Masih Dapat KJP

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 19:10 WIB

Ahok Tak Masalah Soal Standar Mekanisme Distribusi Guru

Ahok Tak Masalah Soal Standar Mekanisme Distribusi Guru

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 17:32 WIB

Ahok Janji Tahun Depan Bangun 150 Taman Ramah Anak

Ahok Janji Tahun Depan Bangun 150 Taman Ramah Anak

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 10:01 WIB

Organda pun Mendukung Penertiban Metromini oleh Ahok

Organda pun Mendukung Penertiban Metromini oleh Ahok

News | Senin, 21 Desember 2015 | 16:55 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB