Serangan Rusia ke Suriah Dinilai Sebagai Kejahatan Perang

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 23 Desember 2015 | 11:24 WIB
Serangan Rusia ke Suriah Dinilai Sebagai Kejahatan Perang
Sebuah pesawat Sukhoi SU-24 Rusia lepas landas dari pangkalan udara Hmeymim, Suriah. (Reuters)

Suara.com - Pemboman Rusia ke Suriah dinilai sebagai kejahatan perang. Banyak warga sipil yang tewas dalam serangan maut itu.

Hal itu disampaikan LSM hak asasi manusia, Amnesty Internasional, Rabu (23/12/2015). Serangan udara itu dinilai melanggar hukum kemanusiaan.

"Serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan ratusan warga sipil dan menyebabkan kerusakan besar di daerah pemukiman, rumah, sebuah masjid dan sebuah pasar yang ramai, serta fasilitas medis. Serangan itu menunjukkan bukti pelanggaran hukum humaniter internasional," begitu bunyi laporan Amnesty dalam situsnya.

Rusia mulai menyerang Suriah sejak 30 September lalu. Serangan itu lantaran kelompok penentang pemerintah dituduh membantu sekutu utama Kremlin Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Rusia enggan menanggapi penilaian Amnesty itu. Sementara Kementerian Luar Negeri Rusia menjelaskan akan mempelajari laporan itu.

Direktur program Timur Tengah dan Afrika Utara Amnesty International, Philip Luther menjelaskan jika serangan itu menewaskan 200 warga sipil.

"Serangan tersebut kejahatan perang," kata Luther. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Harus Identifikasi WNI Anggota ISIS Pulang Kampung

Pemerintah Harus Identifikasi WNI Anggota ISIS Pulang Kampung

News | Rabu, 23 Desember 2015 | 04:58 WIB

Luhut Bantah Indonesia Bakal Jadi Kekhalifahan ISIS

Luhut Bantah Indonesia Bakal Jadi Kekhalifahan ISIS

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 19:17 WIB

Jelang Natal, Polisi Catat Ada 24 Simpatisan ISIS di Banten

Jelang Natal, Polisi Catat Ada 24 Simpatisan ISIS di Banten

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 16:35 WIB

Mulai 2016, Rusia Kenakan Embargo Pangan Pada Ukraina

Mulai 2016, Rusia Kenakan Embargo Pangan Pada Ukraina

Bisnis | Selasa, 22 Desember 2015 | 06:50 WIB

Siaran Radio Dilengkapi Nyanyian, Cara Baru ISIS Rekrut Anggota

Siaran Radio Dilengkapi Nyanyian, Cara Baru ISIS Rekrut Anggota

News | Senin, 21 Desember 2015 | 20:43 WIB

Serangan Udara Rusia di Suriah Diprediksi Tewaskan 36 Orang

Serangan Udara Rusia di Suriah Diprediksi Tewaskan 36 Orang

News | Senin, 21 Desember 2015 | 08:03 WIB

Teroris yang Ditangkap di Mojokerto Pendukung ISIS

Teroris yang Ditangkap di Mojokerto Pendukung ISIS

News | Minggu, 20 Desember 2015 | 09:49 WIB

ISIS Ancam Serang Saudi karena Bentuk Koalisi Antiterorisme

ISIS Ancam Serang Saudi karena Bentuk Koalisi Antiterorisme

News | Minggu, 20 Desember 2015 | 08:13 WIB

Pengikut ISIS dari Indonesia Paling Sedikit

Pengikut ISIS dari Indonesia Paling Sedikit

News | Minggu, 20 Desember 2015 | 06:36 WIB

Prancis Desak Assad Mundur dari Jabatan Presiden Suriah

Prancis Desak Assad Mundur dari Jabatan Presiden Suriah

News | Sabtu, 19 Desember 2015 | 19:49 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×