Kasus HAM Mandek, Jaksa Agung Dicurigai Berpolitik

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 26 Desember 2015 | 17:57 WIB
Kasus HAM Mandek, Jaksa Agung Dicurigai Berpolitik
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) menduga lambatnya pengungkapan berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu lantaran Jaksa Agung Muhammad Prasetyo terlibat dalam pertarungan politik di pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Dugaan saya karena 'klik' politiknya beda. Dan itu yang menjadikan salah satu kasus pelanggaran HAM itu lambat pengusutannya. Ada tarung politik di sini," kata koordinator KontraS Haris Azhar, di kantornya, Jakarta, Sabtu (26/12/2015).

Haris mengatakan Prasetyo cenderung sengaja membiarkan pihak-pihak yang terlibat kasus pelanggaran HAM masa lalu bebas berkeliaran. Dia sendiri menyebut mantan Kepala BIN Hendropriyono sebagai salah satu pihak yang diduga terlibata dalam kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Jaksa Agung seakan mengendapkan kasus ini karena Hendro Priyono disebut-sebut bertanggungjawab atas kasus pelanggaran HAM," kata Haris.

KontaS, katanya, juga sempat memberikan surat kepada Prasetyo guna mempertanyakan penanganan kasus pelanggaran HAM namun hingga kini tidak pernah digubris.

"KontraS sudah berkirim surat sebanyak tiga kali untuk membicarakan berbagai kasus masa lalu tapi tidak pernah ditanggapi," katanya.

Bahkan Haris mengaku pernah menanyakan langsung kepada Prasetyo saat dirinya menghadiri peringatan HAM se-dunia di Istana Negara. Akan tetapi, Haris menilai dalam pertemuan itu, nampak tidak ada niatan dari Prasetyo untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Terus dia (Jaksa Agung) bilang kamu jangan sok jagoan, dan saya katakan karena saya sudah mengawal berbagai kasus pelanggaran HAM ini," ungkap Haris.

Dia sendiri pun membandingkan penanganan kasus pelanggaran HAM dengan penyelidikan kasus dugaan pemufakatan jahat PT Freeport Indonesia yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Riza Chalid.

Haris menuding Prasetyo memang memanfaatkan moment kasus 'Papa Minta Saham' tersebut agar aman dari target rencana perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi.

"Dikasus Freeport Prasetyo terlihat begitu semangat untuk memanggil Riza Chalid ada apa? Mungkin agar tidak direshuffle oleh Presiden karena publik meragukan kinerjanya yang membawa Kejaksaan Agung saat ini terlalu bernuansa politik," kata Haris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kebijakan Jokowi Cenderung Anti-HAM

Kebijakan Jokowi Cenderung Anti-HAM

News | Sabtu, 26 Desember 2015 | 17:44 WIB

Latifah A. Siregar: Pelanggaran HAM di Papua Terus Berlanjut

Latifah A. Siregar: Pelanggaran HAM di Papua Terus Berlanjut

wawancara | Senin, 21 Desember 2015 | 07:00 WIB

Festival Film HAM 2015 Mengingatkan yang Terlupakan

Festival Film HAM 2015 Mengingatkan yang Terlupakan

Press Release | Minggu, 06 Desember 2015 | 05:05 WIB

Kerjasama Sipil -Pemerintah  Hasilkan Deklarasi Kota Ramah HAM

Kerjasama Sipil -Pemerintah Hasilkan Deklarasi Kota Ramah HAM

Press Release | Jum'at, 27 November 2015 | 14:42 WIB

Menkumham Resmikan Program Kota Ramah HAM 11 Desember

Menkumham Resmikan Program Kota Ramah HAM 11 Desember

News | Rabu, 25 November 2015 | 15:37 WIB

Begini Suasana Pengadilan Rakyat Kasus HAM 1965 di Den Haag

Begini Suasana Pengadilan Rakyat Kasus HAM 1965 di Den Haag

News | Selasa, 10 November 2015 | 22:05 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×