Array

Pimpinan MKD "Curhat" Penanganan Etika DPR yang Belum Baik

Senin, 28 Desember 2015 | 14:19 WIB
Pimpinan MKD "Curhat" Penanganan Etika DPR yang Belum Baik
Acara 'Outlook 2016 DKPP' di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (28/12/2015). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Junimart Girsang, bercerita tentang cara kerja MKD dalam penanganan etika yang menurutnya belum maksimal.

Hal ini sekaligus menimpali candaan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Assidiqie, dalam acara Outlook 2016 DKPP, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (28/12/2015). Sebelumnya, Jimly menyebut bahwa MKD bisa menjadi pembelajaran dalam penanganan etika, serta lebih terkenal daripada DKPP.

Sebaliknya, Junimart menyatakan bahwa MKD belum bisa bekerja secara baik, sebab banyak anggota MKD tidak diisi orang yang memahami etika secara murni.

"Berat memang memakai jubah merah putih itu, yang ternyata masukan dari Pak Jimly. MKD belum siap. Karena di satu sisi ini menjadi kebanggaan DPR karena lembaga etika, tapi tidak menunjukkan sifat beretika. Kami ada di sana. Kami tidak paham etika. Saya harus bicara jujur. Karena etika itu di atas hukum, bukan berarti orang hukum paham etika ya," kata Junimart.

Selain itu, Junimart juga mengkritisi soal independensi MKD, karena anggota MKD merupakan orang yang diperintah oleh fraksinya. Seharusnya menurutnya, anggota MKD hanya bertugas untuk penanganan etika.

"Kami ini tidak punya kemandirian karena kami duduk di sana karena perintah. Bisa dilihat di TV, last minute, kami bisa diganti. Tidak seperti DKPP. Saya pernah usulkan supaya anggota MKD tidak ‎masuk ke alat anggota dewan lainnya," kata politisi PDI Perjuangan ini.

‎Kemudian, Junimart menambahkan, seluruh fasilitas anggota MKD juga harus dipenuhi, supaya putusannya tidak mudah digoda. Junimart memberikan usul supaya anggota MKD mendapatkan fasilitas setara dengan pimpinan DPR.

"Saya usulkan, setiap anggota MKD diberi fasilitas lebih, diberikan rumah, diberikan mobil, setara dengan pimpinan DPR. Supaya kami bisa bekerja independen. Kalau tidak, maka MKD hanya sia-sia dan sarat kepentingan," kata dia.

‎Junimart juga mengatakan, MKD lebih beruntung ketimbang DKPP, sehingga MKD bisa lebih terkenal.  Sebab, kata Junimart, DPR menjadi sumber berita dan banyak media yang standby di tempat itu.

"DKPP bagus, bukan seperti di DPR, genit. TV juga ada terus di sana, sementara DKPP mengundang dulu, itu juga kalau mereka (media) mau datang," kata Junimart.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI