Komnas HAM Biayai Polisi Berbasis HAM

Tomi Tresnady, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 03 Januari 2016 | 18:38 WIB
Komnas HAM Biayai Polisi Berbasis HAM
Kepolisian se-Jabodetabek rilis hasil operasi Cipta Kondisi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, di penghujung tahun 2015 pada hari Rabu (30/12). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Susetio Cahyadi mengaku menerapkan polisi berbasis hak asasi manusia (HAM) kepada seluruh jajarannya dalam mengayomi dan melayani masyarakat.

Dia sendiri telah menginstruksikan kepada anak buahnya agar memprioritaskan pelayanan bagi kaum perempuan dan anak-anak.

"Kita mendeklarasikan polisi berbasis HAM. Kenapa harus polisi berbasis HAM? Kita ini di bidang pembinaan ingin merubah mainset, kultur tentang pentingnya pelayanan publik. Pelayanan publik itu bisa tercapai kalau polisinya ngerti tentang hak asasi manusia," kata Susetio di Mapolres Jakarta Utara, Minggu (3/1/2015).

Baca juga:

Tolong Teman Tenggelam, Roni Malah Hilang Terseret Arus Ciliwung

Menurutnya, Polisi berbasis HAM ini merupakan kegiatan pembelajaran HAM bagi aparat kepolisian. Program ini pun, kata Susetio, dibiayai oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Kenapa penting kita melatih polisi berbasis ham, tujuan akhirnya untuk melayani masyarakat. Merubah kultur set dan mainset anggota supaya paham dan menghormati nilai-nilai HAM yang lebih universal. Dan kemudian itu akan berimplikasi kepada pelayanan publik," katanya.

"Saya ingin meningkatkan berpikir anggota saya, memintarkan mereka. Makanya saya menggandeng Komnas HAM," tambah Susetio.

Dalam meningkatkan pelayanan tersebut, kata Susetio, setiap malam mulai dari pukul 23.00 WIB sebanyak 150 polisi piket diterjunkan untuk melakukan patroli ke wilayah-wilayah yang dianggap rawan kejahatan. Seperti kawasan Warakas, Kampung Bahari, Cilincing dan Muara Baru.

"Setiap pukul 23.00 personil yang piket berkumpul untuk mendapatkan arahan dari perwira piket dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak ada daerah di Jakarta Utara yang tidak tersentuh polisi. Nggak ada daerah yang bronk yang menjadi stigma, misalnya Kampung Bahari yang menjadi kampung narkoba. Nggak ada, kita masukin semua. Sekaligus kita ingin tunjukin kita hadir di masyarakat," katanya.

Dikatakan Susetio, jika penerapan konsep polisi berbasis HAM ini sangat menghargai dan menghormati nilai-nilai HAM. Dia pun menjelaskan jika pihaknya pernah mengungkap kasus penculikan bayi dan menangkap pelakunya kurang lebih 1x24 jam.

Tak hanya itu, pihaknya pun telah mengungkap kasus pemerkosaan di angkutan umum yang mengincar kaum perempuan. Pelakunya pun ditangkap hanya dalam kurun waktu 30 menit.

Pengungkapan kedua kasus tersebut menurutnya membuktikan jajarannya sangat menghormati HAM terutama kaum renta yakni perempuan dan anak-anak.

"Polisi berbasis HAM ini ciri-cirinya dia sangat menghargai HAM secara universal dan mengerucut lagi bagaimana kelompok rentan ini kita jaga betul. Perempuan dan anak-anak," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Tangkap Pengamen yang Curi Sepeda Motor

Polisi Tangkap Pengamen yang Curi Sepeda Motor

News | Sabtu, 02 Januari 2016 | 03:40 WIB

Wapres Minta Lakon Penembakan Polisi di Sinak Ditindak Tegas

Wapres Minta Lakon Penembakan Polisi di Sinak Ditindak Tegas

News | Selasa, 29 Desember 2015 | 06:45 WIB

13 Juta Ton Pupuk Ilegal Disita Polisi di Riau

13 Juta Ton Pupuk Ilegal Disita Polisi di Riau

News | Rabu, 23 Desember 2015 | 06:24 WIB

Polda Metro Tembak Mati Penjahat Berpistol

Polda Metro Tembak Mati Penjahat Berpistol

News | Senin, 21 Desember 2015 | 09:02 WIB

Dua Pemuda Ditangkap Polisi karena Diduga Pelaku Curanmor

Dua Pemuda Ditangkap Polisi karena Diduga Pelaku Curanmor

News | Selasa, 15 Desember 2015 | 15:08 WIB

Polisi Duga Penerobos Pintu Tol Ancol Berasal dari Pengunjung DWP

Polisi Duga Penerobos Pintu Tol Ancol Berasal dari Pengunjung DWP

News | Senin, 14 Desember 2015 | 15:31 WIB

Spesialis Pencuri Angkot Dibekuk Polisi di Senen

Spesialis Pencuri Angkot Dibekuk Polisi di Senen

News | Sabtu, 12 Desember 2015 | 12:07 WIB

Terkini

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB