Edward Snowden Kembali 'Berkicau', Giliran Israel Dibuat Melongo

Ruben Setiawan

Jum'at, 29 Januari 2016 | 16:42 WIB
Edward Snowden Kembali 'Berkicau', Giliran Israel Dibuat Melongo
Edward Snowden. (Shutterstock)

Suara.com - Edward Snowden, sang pembongkar dokumen rahasia intelijen Amerika Serikat (AS), kembali berkicau. Kali ini, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) itu menyebut bahwa AS dan Inggris menyadap komunikasi yang beredar di Angkatan Udara Israel sejak tahun 1998.

Dokumen rahasia tersebut diterbitkan pada Jumat (29/1/2016) di dua media pemberitaan. Yang pertama adalah surat kabar laris Israel, Yedioth Ahronoth. Di situ disebutkan bahwa NSA, yang memiliki spesialisasi dalam bidang pengintaian elektronik, dan markas intel Inggris, GCHQ, mengawasi misi Angkatan Udara Israel terhadap Gaza, Suriah, dan Iran.

Operasi pengintaian yang memiliki kode operasi "Anarchist" tersebut digelar dari pangkalan militer Inggris di Siprus. AS dan Inggris juga mengintai beberapa negara lain di kawasan Timur Tengah.

Laporan serupa juga diterbitkan oleh media The Intercept. The Intercept menyebut, AS dan Inggris menyadap foto-foto yang diambil kamera dari pesawat-pesawat nirawak milik AU Israel.

BACA JUGA: 

Jessica Wongso Ditangkap di Hotel

Bahkan, Yedioth menyebut, majalah berita Jerman, Der Spiegel, yang akan terbit Sabtu besok, bakal memuat sebuah artikel tentang rahasia yang dibocorkan Snowden.

Kedutaan besar AS di Israel belum memberikan komentar terkait tuduhan yang diarahkan Snowden kepada AS. Sementara itu, seorang juru bicara kedutaan besar Inggris di Israel ketika dikonfirmasi menolak memberikan komentar lantaran hal itu berkaitan dengan masalah intelijen. Belum ada pula respon dari Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris di London.

Menteri Energi Israel Yuval Steinitz dari kabinet keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memilih menanggapi hal ini dengan santai.

"Saya pikir bahwa Israel bukanlah sebuah kerajaan yang penuh rahasia, namun hal semacam ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, karena tidak menyenangkan," kata Yuval seperti dikutip Radio Angkatan Darat Israel.

"Kami kini harus melihat dan mempertimbangkan untuk mengganti enkripsi, tentu saja," sambung Yuval.

Yuval mengaku tak terkejut dengan berita ini.

"Kita tahu bahwa mata-mata AS ada di seluruh dunia dan juga di negara kami, juga di negara-negara sahabat mereka," katanya.

"Namun, tetap saja ini mengecewakan, antara lain karena, sepanjang sejarah, kami tidak pernah mengumpulkan informasi intelijen, maupun meretas enkripsi milik AS," sambun Yuval.

Surat kabar Yedioth memprediksi, pengungkapan ini berpotensi mengganggu penjualan drone atau pesawat nirawak buatan Israel ke Jerman. Hal itu bisa terjadi jika Jerman meragukan keamanan jaringan pesawat nirawak tersebut.

Sebelumnya, pada tanggal 12 Januari silam, Jerman mengatakan akan membeli pesawat nirawak jenis Heron TP buatan perusahaan Israel Aerospace Industries (IAI) dengan sistem leasing.

Tuduhan aksi spionase ini muncul di tengah perbedaan pendapat antara pemimpin AS dan Israel dalam urusan diplomasi nuklir Iran yang berujung dengan pencabutan embargo beberapa pekan lalu. (Reuters)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Aneh, Kru dan Penumpang Pingsan Secara Misterius di Pesawat Ini

Ingin Punya Anak, Feby Febiola : Kalau Bisa Tanpa Hamil

Konspirasi Pendaratan di Bulan Bisa Dibongkar dalam 4 Tahun

Di atas Panggung Syahrini Bilang Siap 'Dibuahi'

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia kepada Edward Snowden

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia kepada Edward Snowden

News | Selasa, 27 September 2022 | 10:48 WIB

Vladimir Putin Beri Edward Snowden Kewarganegaraan Rusia

Vladimir Putin Beri Edward Snowden Kewarganegaraan Rusia

Tekno | Selasa, 27 September 2022 | 05:24 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×