AS Mulai Kembangkan Pesawat Pengganti Air Force One

Adhitya Himawan

Kamis, 04 Februari 2016 | 02:33 WIB
AS Mulai Kembangkan Pesawat Pengganti Air Force One
Pesawat Kepresidenan Amerika Serikat Air Force One [Shutterstock]

Suara.com - Para pejabat angkatan udara dan insinyur Boeing telah memulai proses penggantian Air Force One, pesawat legendaris yang membawa presiden Amerika Serikat beserta rombongannya ke penjuru dunia.

Pentagon pada minggu lalu menyetujui yang pertama dari serangkaian kontrak dengan Boeing, perusahaan pesawat raksasa yang dipilih untuk mengubah dua unit pesawat jumbo jet 747-8 mereka menjadi pusat komando yang sangat mutakhir dan mewah.

Kontrak yang pertama bernilai cukup kecil yaitu sebesar 25,7 juta dolar Amerika (sekitar 354 miliar rupiah) yaitu agar Boeing mencari penghematan biaya dan mendapatkan pandangan yang lebih baik dari tugas besar yang ditanganinya, pihak AU mengatakan.

Air Force One merupakan sebuah simbol kekuatan Amerika Serikat.

Pesawat berwarna biru muda dan putih yang megah itu memiliki tulisan "United States of America" yang tertera di badan pesawat dan bendera Amerika yang besar terpampang di sayap ekor pesawat itu.

Namun pesawat bertingkat 747-200 saat ini yang dipesan pertama kali oleh Ronald Reagan dan mulai digunakan pada 1990 itu mulai menua.

Suku cadang semakin sulit untuk didapatkan dan pesawat besar itu membutuhkan waktu lebih lama saat diperbaiki.

Pihak AU pada Januari tahun lalu mengumumkan bahwa mereka telah menunjuk Boeing untuk membangun pesawat yang baru, namun melengkapi pesawat bertingkat yang lebar itu untuk tugas demikian merupakan sebuah usaha yang rumit.

Jumlah biaya untuk membeli dan mengubah kedua pesawat itu tidak diketahui, namun pihak AU telah meminta sebesar 3 miliar dolar Amerika selama lima tahun untuk program tersebut. Pekerjaan itu seharusnya rampung pada 2024.

"Kami berfokus untuk memastikan program ini sesuai dengan dana," ujar Kolonel Amy McCain, manajer program Rekapitalisasi Pesawat Kepresidenan.

"Kontrak ini memulai kami untuk menentukan bagaimana memodifikasi sebuah pesawat 747-8 untuk menjadi Air Force One berikutnya, dan menemukan kesempatan untuk menghemat biaya melalui pemilihan kebutuhan yang rinci," tambahnya.

180.000 dolar per jam Pesawat yang baru tidak diragukan lagi akan sangat berbeda dengan Air Force One saat ini, meskipun pihak AU belum berkata banyak mengenai spesifikasinya.

Air Force One menghabiskan biaya sekitar 180.000 dolar Amerika per jam untuk terbang dan memfasilitasi presiden dengan ruangan kantor yang luas, sebuah ruang pertemuan dan pusat kesehatan yang bahkan dapat diubah menjadi sebuah teater.

Pesawat itu juga harus membawa agen dinas rahasia yang melindungi presiden, begitu pula para penasihat dan jurnalis yang mengikutinya kemanapun dia terbang. Dapur di dalamnya dapat melayani hingga 100 orang secara bersamaan.

Air Force One dilengkapi dengan teknologi komunikasi tercanggih, yang mengizinkan presiden untuk terus bekerja dimanapun dia berada meskipun jika Amerika Serikat berada di bawah serangan.

Pesawat tersebut juga membawa sejumlah teknologi pertahanan termasuk pencegahan elektronik dan suar anti-misil. Dan itu juga dapat melakukan pengisian bahan bakar pada saat terbang yang membuatnya dapat terbang selama berhari-hari.

Pesawat yang baru akan memiliki mesin sangat kuat yang akan mendorong pesawat ke batas kecepatsn duara dengan kecepatan Mach 0,92, lebih cepat dari pesawat 747-200 yang digunakan saat ini.

Meskipun demikian, tidak akan ada sebuah kapsul melarikan diri seperti yang diperlihatkan dalam sebuah film berjudul "Air Force One" dimana Harrison Ford menjadi presiden dalam film itu.

Kegagalan Marine One Pengumuman kontrak pertama dengan Boeing menggambarkan keinginan para pejabat untuk melangkah berhati-hati dan menghindari biaya yang membesar.

Sebuah proyek untuk menggantikan sejumlah helikopter Marine One yang membawa presiden terbukti sebagai sebuah pelajaran.

Pada 2009, Barack Obama menghentikan pengembangan dan pembelian 28 unit helikopter baru yang dipesan pada 2005, setelah biayanya membengkak hingga 11,5 juta dolar Amerika.

Dari sejumlah spesifikasi desain yang ditolak Obama adalah pemasangan fasilitas dapur anti serangan nuklir.

"Jika Amerika Serikat berada di bawah serangan nuklir, hal terakhir yang saya pikirkan adalah mengambil sebuah kudapan," Obama menyindir.

Obama juga mengatakan bahwa fasilitas yang akan sangat dia rindukan saat masa jabatannya berakhir adalah Air Force One.

"Sebuah pesawat yang hebat dengan awak yang hebat, mereka mengosongkan wilayah udara jadi anda tidak perlu menunggu. Dan anda akan mendarat dan terbang kapan pun," ujarnya kepada sebuah majalah pada November. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 12:14 WIB

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:57 WIB

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

News | Senin, 13 April 2026 | 14:50 WIB

6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang

6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang

News | Jum'at, 10 April 2026 | 13:13 WIB

Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer

Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:42 WIB

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:41 WIB

Donald Trump Puji Presiden Prabowo di Pertemuan Perdana BoP: Sosok Pemimpin Tangguh

Donald Trump Puji Presiden Prabowo di Pertemuan Perdana BoP: Sosok Pemimpin Tangguh

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 07:05 WIB

Tiba di Washington DC, Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia

Tiba di Washington DC, Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:25 WIB

DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal

DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×