Sebanyak 2.297 Wartawan dan Pekerja Media Terbunuh dalam 25 Tahun

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 04 Februari 2016 | 07:51 WIB
Sebanyak 2.297 Wartawan dan Pekerja Media Terbunuh dalam 25 Tahun
Ilustrasi jurnalis/wartawan. (Shutterstock)

Suara.com - Setidaknya 2.297 wartawan dan pekerja media terbunuh dalam kurun waktu 25 tahun, dengan Iraq menjadi negara paling mematikan, kata Federasi Wartawan Internasional (IFJ) pada Rabu waktu setempat.

Para jurnalis kehilangan nyawa mereka saat menjadi target pembunuhan, serangan bom, baku tembak dan penculikan dalam perang dan konflik bersenjata di seluruh dunia sementara yang lain dibunuh oleh kejahatan terorganisasi para baron dan pejabat korup, kata IFJ.

Sebanyak 112 wartawan dan profesional media terbuhuh pada tahun lalu saja, meskipun puncaknya terjadi pada 2006 dengan memakan korban 155 jiwa, kata dia.

"Setidaknya 2.297 wartawan dan pekerja media terbunuh sejak 1990," kata laporan itu.

Dengan satu dari 10 pembunuhan yang diinvestigasi, IFJ mengatakan kegagalan untuk mengakhiri impunitas dalam membunuh dan menyerang pekerja profesional media hanya memicu kekerasan terhadap mereka.

"Data kejadian penting ini menjadi catatan dari krisis keamanan para jurnalis dan memberikan kesaksian kepada kampanya IFJ untuk mengakhiri impunitas kekerasan terhadap pekerja profesional media," kata Presiden IFJ Jim Boumelha.

"Laporan tahunan ini lebih dari sekedar mencatat teman-teman yang terbunuh," kata Boumelha.

"Laporan ini juga menggambarkan penghormatan untuk keberanian dan pengorbanan yang dibayar oleh wartawan dengan mempertaruhkan nyawa untuk memberikan informasi dan memberdayakan publik," tambah dia.

Negara yang mencatat jumlah pembunuhan wartawan tertinggi adalah: Iraq (309), Filipinan (146), Meksiko (120), Pakistan (115), Federasi Rusia (109), Algeria (106), India (95), Somalia (75), Suriah (67) dan Brazil (62).

Pada 2015, 10 wartawan dan pegawai tewas di Prancis ketika ekstrimis menyerang mingguan satir Charlie Hebdo di Paris, yang menjadikan Prancis menjadi tempat teratas pembunuhan pekerja media bersama Iraq dan Yaman pada tahun lalu.

Sejak 1990, kawasan Asia Pasifik terdaftar sebagai tempat korban tewas tertinggi dengan angka 571, diikuti oleh Timur Tengah dengan 473 pembunuhan, Amerika dengan 472 pembunuhan, Afrika dengan 424 pembunuhan, dan Eropa dengan 357 jiwa meninggal.

IFJ menyeru pejabat pemerintahan, keamanan, angkatan militer dan lainnya yang berurusan dengan mereka untuk menghormati kebebasan wartawan.

Mereka mendesak "pemerintah untuk patuh dengan kewajiban internasional mereka dengan menelusuri pembunuhan wartawan dan membawa mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan, sehingga mencegah kekerasan pada masa selanjutnya." (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI