Sebanyak 10 Persen KTP Warga Bogor Bermasalah dengan NIK

Arsito Hidayatullah

Kamis, 04 Februari 2016 | 09:31 WIB
Sebanyak 10 Persen KTP Warga Bogor Bermasalah dengan NIK
Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Dodi Achadiyat menyebutkan, sebanyak 10 persen data kependudukan warga Kota Bogor, Jawa Barat, bermasalah dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"10 persen dokumen kependudukan warga Kota Bogor bermasalah dengan NIK," kata Dodi di Bogor, Kamis (4/2/2016).

Dodi mengatakan, NIK bermasalah tersebut seperti ada warga yang belum memiliki NIK karena tidak pernah melakukan pelayanan dokumen kependudukan, atau karena sudah meninggal dunia, memiliki NIK ganda, dan satu nomor induk memiliki dua nama.

"Ada yang punya NIK tetapi ganda, ada (juga) satu nomor tapi dimiliki dua orang," katanya.

 
Menurut Dodi, NIK yang bermasalah ini mempengaruhi dokumentasi kependudukan Kota Bogor, terutama dalam penyaluran Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan.

"NIK diperlukan untuk mendistribusikan KIS-PBI, karena tanpa NIK tidak bisa dilacak identitas kependudukan," katanya.

Dodi pun mengatakan bahwa penduduk Kota Bogor tidak akan memiliki NIK kalau tidak mengurus dokumentasi kependudukan di Disdukcapil. Dikatakannya, berdasarkan data dari perekaman, terdapat 641.377 jiwa yang memiliki NIK dari 778.664 jiwa wajib KTP.

"Hasil rekaman data kependudukan per Desember 2015, jumlah penduduk Kota Bogor sebanyak 984.060 jiwa, terdiri atas 501.165 orang laki-laki dan 482.895 orang perempuan," katanya.

Dodi mengatakan, pihaknya akan melakukan inventarisasi dan merekam ulang data kependudukan Kota Bogor, agar semua warga yang wajib ber-KTP sudah memiliki NIK. Ini akan dilakukan bersama Dinsosnakertrans, pada bulan Februari dan Juni tahun ini.

Pada tahun 2016 ini, lanjut Dodi, Disdukcapil Kota Bogor sendiri telah memiliki mobil layanan KTP keliling yang akan melayani di pusat-pusat keramaian seperti mall. Disdukcapil Bogor juga memperluas layanan dengan menyediakan akses layanan kependudukan di setiap kecamatan.

"Kami mengajak masyarakat untuk melengkapi data kependudukannya, agar hal-hal yang berkaitan dengan bantuan pemerintah ini bisa tersalurkan kepada masyarakat secara tepat sasaran," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPU Bogor Buat Informasi Pemilu dalam Bahasa Inggris

KPU Bogor Buat Informasi Pemilu dalam Bahasa Inggris

News | Kamis, 21 Januari 2016 | 11:09 WIB

Belum Berbadan Hukum, Ratusan Angkot di Bogor Terancam Dicabut

Belum Berbadan Hukum, Ratusan Angkot di Bogor Terancam Dicabut

News | Senin, 04 Januari 2016 | 01:31 WIB

Dapat Dua Tambahan Mesin, Pemkot Surabaya "Ngebut" Cetak e-KTP

Dapat Dua Tambahan Mesin, Pemkot Surabaya "Ngebut" Cetak e-KTP

News | Minggu, 27 Desember 2015 | 09:20 WIB

Ahok Masih Pikirkan Tawaran Bupati Bogor Soal Sampah

Ahok Masih Pikirkan Tawaran Bupati Bogor Soal Sampah

News | Senin, 09 November 2015 | 09:56 WIB

Terkini

Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan

Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 06:25 WIB

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium

Jawa Tengah | Kamis, 10 September 2026 | 06:10 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

×