NU Bogor Gagas Tabligh Akbar Damai dan Toleran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 06 Februari 2016 | 23:36 WIB
NU Bogor Gagas Tabligh Akbar Damai dan Toleran
Ilustrasi toleransi beragama. (Shutterstock)

Suara.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor menggagas kegiatan "tabligh kebangsaan". Kegiatan ini mengusung Bogor sebagai kota yang Islami dan toleran.

Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan acara yang digagas bersama antara pihaknya dengan dengan musyawarah pimpinan daerah (Muspida) setempat. Unsur Muspida itu yakni Pemkot Bogor, Korem/Kodim/Polresta, Kejaksaan Negeri, beserta Muspida lainnya.

"Maksud utama dari kegiatan tersebut adalah untuk mendoakan segala kebaikan bagi Kota Bogor agar Bogor yang sejak dahulu dikenal sebagai kota yang Islami dan toleran, dapat tetap bertahan," Irfan di Bogor, Sabtu (6/2/2016).

Menurutnya, sejak dulu Bogor sudah dikenal sebagai kota yang Islami. Selain itu mampu mewujudkan rahmat bagi seluruh masyarakatnya.

Kegiatan itu akan diselenggarakan, Minggu (7/2/2016) besok dipusatkan di Plaza Balai Kota Bogor, Jalan Ir H Djuanda No 10 Bogor. Kawasan itu berada di depan Istana Presiden Bogor.

Ia menjelaskan tabligh kebangsaan yang diisi dengan zikir dan tausyiah itu mengusung tema "Mewujudkan Kota Bogor Sebagai Kota Yang Toleran Demi Tegaknya NKRI". Pada acara tersebut dihadirkan ulama Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dari Pekalongan, Jateng.

Menurut Ifan Haryanto pihaknya berharap agar acara tabligh kebangsaan itu dapat menjadi momentum bagi seluruh komponen di Bogor agar bersatu-padu.

"Dan saling bekerja sama dalam membangun bangsa dan Kota Bogor secara khusus, dalam bingkai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika,NKRI dan UUD 1945," kata doktor lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan pegiat Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU kawasan Inggris Raya saat studi master (S2) di Britania itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HRWG: Usir Paksa Ahmadiyah, Pemkab Bangka Langgar HAM

HRWG: Usir Paksa Ahmadiyah, Pemkab Bangka Langgar HAM

News | Jum'at, 05 Februari 2016 | 18:26 WIB

Tragedi Cikeusik 5 Tahun Lalu dan Ahmadiyah Bangka Hari Ini

Tragedi Cikeusik 5 Tahun Lalu dan Ahmadiyah Bangka Hari Ini

News | Jum'at, 05 Februari 2016 | 18:05 WIB

Tidak Semua Ibu dan Anak Ahmadiyah Bangka Dipindahkan

Tidak Semua Ibu dan Anak Ahmadiyah Bangka Dipindahkan

News | Jum'at, 05 Februari 2016 | 17:29 WIB

Begini Detik-detik Pemindahan Paksa Warga Ahmadiyah Bangka

Begini Detik-detik Pemindahan Paksa Warga Ahmadiyah Bangka

News | Jum'at, 05 Februari 2016 | 17:06 WIB

Mengenal Penjor, Hasil Akulturasi Budaya Bali-Tionghoa

Mengenal Penjor, Hasil Akulturasi Budaya Bali-Tionghoa

Lifestyle | Kamis, 04 Februari 2016 | 13:16 WIB

Diteror, Anak Ahmadiyah Bangka Mimpi Buruk

Diteror, Anak Ahmadiyah Bangka Mimpi Buruk

News | Rabu, 03 Februari 2016 | 17:15 WIB

Menapak Sejarah Injil Masuk ke Papua

Menapak Sejarah Injil Masuk ke Papua

News | Rabu, 03 Februari 2016 | 13:44 WIB

GP Ansor Diinstruksikan Lindungi Warga Ahmadiyah Bangka

GP Ansor Diinstruksikan Lindungi Warga Ahmadiyah Bangka

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 12:12 WIB

Kaukus Pancasila DPR Minta Hentikan Pengusiran Ahmadiyah Bangka

Kaukus Pancasila DPR Minta Hentikan Pengusiran Ahmadiyah Bangka

News | Selasa, 02 Februari 2016 | 11:53 WIB

Kronologis Tindakan Intoleransi Terhadap Ahmadiyah Bangka

Kronologis Tindakan Intoleransi Terhadap Ahmadiyah Bangka

News | Minggu, 24 Januari 2016 | 16:24 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB