Surat untuk Jokowi dari Kelompok LGBT

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 10 Februari 2016 | 17:13 WIB
Surat untuk Jokowi dari Kelompok LGBT
Ilustrasi LGBT. (Shutterstock)

Suara.com - Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Suara Kita, Hartoyo membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Surat ini dari kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender, dan Queer (LGBTQ).

Surat ini dibuat lantaran belakangan publik menyoroti eksistensi kaum LGBT. Media pun ramai memberitakan hal tersebut.

Surat itu diunggah dalam situs suarakita.org yang merupakan organiasi perkumpulan dan pembela hak LGBT. Berikut isi surat terbukanya:

Kepada Yth
Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo

Di
Jakarta
Dengan hormat,

Nama saya Hartoyo, Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Suara Kita. Saya beserta banyak kawan saya adalah pendukung setia bapak, sejak bapak menjabat sebagai Gubernur DKI hingga akhirnya melalui pemilihan umum Presiden yang panjang dan akhirnya berhasil menduduki jabatan Presiden RI. Perkumpulan Suara Kita adalah sebuah organisasi sosial yang memperjuangkan hak-hak atas keberagaman orientasi seksual dan identitas gender di Indonesia.

Belakangan, isu orientasi seksual dan identitas gender, yang biasa disebut dengan LGBTIQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual, Intersex dan Queer) tengah menjadi pembicaraan dan bahkan perdebatan banyak pihak, termasuk pejabat resmi.

Ramainya pembahasan isu LGBTIQ di Indonesia terjadi karena beberapa banyak faktor, selain karena proses alami keberadaan LGBTIQ, perkembangan teknologi internet dan dorongan internasional yang besar terhadap isu ini. Situasi itu menimbulkan resistensi dan kebingungan banyak pihak di masyarakat Indonesia dengan respon yang beragam.

Tapi yang ingin saya sampaikan bahwa isu LGBTIQ ini seperti arus deras yang suka tidak suka kita harus hadapi dan meresponnya sebagai bangsa. Karena itu, saya ingin memberikan gambaran pemetaan respon publik dan solusi yang harus kita lakukan sebagai bangsa:

Pertama, ada kelompok yang meresponnya dengan sangat keras menolaknya. Kelompok ini penolakannya cenderung melakukan kekerasan atau menebar kebencian/provokasi melalui berbagai media. Selama ini, kelompok tersebut memang menolak isu keberagaman kepercayaan, suku dan juga LGBT sehingga pada gilirannya mereka cenderung bukan pendukung dasar-dasar demokrasi dan hak asasi manusia hingga tak jarang menjadi pelaku kekerasan. Biasanya kelompok ini mengatasnamakan agama. Walau jumlahnya kecil tetapi sifat dan tindakan kelompok ini sangat merusak dan membahayakan bangsa.

Kelompok kedua adalah kelompok masyarakat yang cenderung diam tetapi bingung dengan isu LGBTIQ karena minimnya informasi. Kelompok ini tidak memiliki potensi melakukan kekerasan meski mereka bisa saja melakukan tindakan diskriminatif ataupun memberi stigma karena minimnya informasi. Jika dibiarkan, kelompok kedua dapat diprovokasi oleh kelompok pertama untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap LGBTIQ. Kelompok ini jumlahnya sangat besar, seperti ciri mayoritas masyarakat Indonesia.

Kelompok ketiga adalah mereka yang sudah terpapar informasi tentang LGBTIQ. Mereka umumnya menjadi pendukung gerakan dan perjuangkan hak-hak LGBTIQ di Indonesia. Kelompok ini umumnya para aktivis HAM, kelompok seniman, sebagian kecil masyarakat, jurnalis, kelompok LGBTIQ sendiri maupun akademisi. Tapi sayangnya kelompok ini jumlahnya tidak besar dibandingkan kelompok kedua. Atas aktivitasnya pula, kelompok ini sangat rawan mendapatkan kekerasan dan stigma yang dilakukan oleh kelompok pertama bahkan oleh aparat negara.

Bapak Jokowi yang saya hormati, itulah gambaran situasi pemetaan masyarakat Indonesia menghadapi arus deras isu LGBTIQ sekarang ini. Jika ketiga kelompok ini tidak dikelola dengan baik, maka prediksi saya akan terjadi kekerasan, diskriminasi bahkan pembunuhan terhadap kelompok LGBTIQ akan semakin masif terjadi di Indonesia. Sejarah yang pernah terjadi di Amerika, Belanda, Inggris dan Eropa akan terulang kembali di Indonesia. Ini sangat mengerikan dan serius sekali, rakyat harus mati dan dibunuh hanya karena identitasnya. Bangsa kita akan dipertaruhkan dimata international.

Karena kekhawatiran atas situasi ini, saya sebagai bagian dari warga negara yang peduli dengan hak asasi manusia ingin memberikan masukan:

Pertama, memastikan perlindungan, pemenuhan dan penghormatan atas ekspresi dan kebebasan setiap warga negara khususnya kelompok LGBTIQ atau pendukungnya untuk berperan serta dalam pembangunan terutama dalam pemajuan demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di segala bidang.

Kedua, kelompok pertama yang rawan melakukan kekerasan sebaiknya diawasi dengan ketat. Jika ada potensi melakukan kekerasan/provokasi, aparat diaharapkan segera menghentikan dan menindak tegas. Apabila sampai melakukan kekerasan pada kelompok LGBTIQ dan pendukungnya harus dihukum dengan berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tolak Alasan HAM, KPAI Imbau Lindungi Anak dari LGBT

Tolak Alasan HAM, KPAI Imbau Lindungi Anak dari LGBT

News | Rabu, 10 Februari 2016 | 02:09 WIB

Regulasi Pemerintah Dinilai Sarat Diskriminasi Terhadap LGBT

Regulasi Pemerintah Dinilai Sarat Diskriminasi Terhadap LGBT

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 17:45 WIB

Pakar: Kecenderungan Homoseksual Terjadi Sejak Dalam Kandungan

Pakar: Kecenderungan Homoseksual Terjadi Sejak Dalam Kandungan

Health | Selasa, 09 Februari 2016 | 17:26 WIB

Apakah Gay dan Lesbian Menular?

Apakah Gay dan Lesbian Menular?

Health | Selasa, 09 Februari 2016 | 17:01 WIB

Aktivis LGBT: Media Jangan Buat Berita Provokatif

Aktivis LGBT: Media Jangan Buat Berita Provokatif

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 15:37 WIB

LGBT: Apa pun Kegiatan Kami Pasti Dianggap Salah

LGBT: Apa pun Kegiatan Kami Pasti Dianggap Salah

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 15:07 WIB

Bela Hak LGBT, Komnas HAM Kirim Surat ke Kapolri dan Mendagri

Bela Hak LGBT, Komnas HAM Kirim Surat ke Kapolri dan Mendagri

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 14:33 WIB

Bubarkan Acara Edukasi LGBT, Polsek Menteng Dilaporkan ke Komnas

Bubarkan Acara Edukasi LGBT, Polsek Menteng Dilaporkan ke Komnas

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 14:13 WIB

LGBT Makin Mengkhawatirkan

LGBT Makin Mengkhawatirkan

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 08:57 WIB

NU Surabaya Minta LGBT Tidak Dilegalkan

NU Surabaya Minta LGBT Tidak Dilegalkan

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 13:43 WIB

Terkini

Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa

Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:30 WIB

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB

PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan

PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:22 WIB

Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan

Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:12 WIB

Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen

Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:57 WIB

BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas

BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:46 WIB

KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah

KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:13 WIB

Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!

Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:07 WIB

Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa

Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:58 WIB

Kirim THR ke Keluarga Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Grup Transfer di wondr by BNI

Kirim THR ke Keluarga Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Grup Transfer di wondr by BNI

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:43 WIB